
π©π»βπ» Happy Reading π
Ckleekk pintu terbuka ruangan itu terbuka lebar, dan terlihat Dokter wanita yang tadi menangaini Eden keluar dari ruangan itu.
Mario dan Arvan dengan cepat langsung berdiri melangkahkan kakinya mendekati Dokter wanita itu. "Bagaimana keadaan istri dan bayi saya Dok?" Tanya Mario dengan wajah yang sangat khawatir sekali.
Terlihat Dokter wanita itu menarik nafasnya sedalam mungkin lalu perlahan menghembuskanya lalu dia menutup matanya untuk menetralisirkan perasaanya terlebih dahulu, Mario yang melihat Dokter itu tak kunjung menajawabpun akhirnya langsung menarik kerah baju Dokter wanita itu, "katakan cepat! Bagaimana keadaan istri dan bayi saya!" Bentaknya yang benar-benar sudah tidak sabar dengan jawaban yang akan diberikan Dokter itu.
Sedangkan Arvan langsung menghembuskan nafasanya kasar lalu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Mario yang sedikitpun tidak bisa menahan emosinya.
Dokter itu dengan berani langsung menatap kedalam mata Mario. "Maaf Tuan, anda terlamabat untuk menyelamatkan keduanya, karna kami hanya bisa menyelamatkan satu nyawa saja yaitu ibunya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan mengambilnya terlebih dahulu," jawabnya tegas dan penuh penekanan dan membuat Mario langsung seperti tersambar petir mendengarnya.
__ADS_1
Mario langsung terduduk lemas mendengar jawaban itu, "Tidak bayi ku..bayi ku pasti kuat.. bayiku." Lirihnya pelan dan terlihat meneteskan air matanya.
"Enggak ini pasti bohongkan enggak," ucapnya menolak jika bayinya sudah tidak ada lagi.
Lalu dengan cepat dia berlari masuk kedalam ruangan untuk menemui Eden. Dan melihat Eden yang juga sedang menangis seakan membenarkan bahwa bayinya memang sudah tidak ada lagi. "Eden. Sayang," panggilnya pelan mendekat ke arah Eden yang tengah menangis, "pergi kamu! Jangan pernah memperlihatkan wajah kamu itu lagi dihadapan ku! Kamu hanya membawa masalah bagi hidupku! Keluar!" Teriaknya dengan penuh penekaanan memerintahkan Mario untuk segera keluar. "Eden Maafkan aku-." Ucapnya terputus karna Eden langsung memeberikan tatapan tajamnya, keluar!!" Bentaknya semakin menjadi.
Karna tidak ingin Wanita yang dicintainya itu kenapa-kenapa, Dengan berat hati Mario langsung melangkahkan kakinya keluar untuk menjauh dari Eden.
Dokter dan Staff Rumah sakit bahkan sampai harus melarikan pasien-pasienya ke ruangan dilantai lain.
Arvan yang melihat Mario yang tengah memggila itu langsung memberikan kode pada Robert asistenya yang sedari tadi hanya diam saja. Dan Robert sudah mengerti bahwa kode itu adalah sebuah perintah agar segera mengosongkan lantai ruangan ini. Dia tidak terlalu pusing memikirkan harga diri, sebab ini adalah rumah sakit miliknya. Jadi tidak akan ada yang berani melihat CCTV saat ini.
__ADS_1
Sedangkan Eden yang didalam ruangan bahkan mendengar suara teriakan dan semua barang yang pecah dan hacur yang dia yakini karna ulah Mario yang sedang mengamuk, Eden memilih untuk menutup telinganya agar tidak mendengar suara Mario yang seketika menjadi Monster yang mengerikan. "Nak, kamu dengar kan Daddy kamu di luar sana sedang menjadi Monster sayang, bagaimana jika kita benar-benar hidup bersamanya nanti, Mommy takut Daddy akan menyakiti kamu sayang," lirihnya pelan sambil menutup telinganya agar dia dan anaknya tidak mendengar apa yang di lakukan Mario di luar sana.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra.
Hey gengs Mimin ada rekomendasi karya dari temanya Mimin nih, ceritanya gak kalah seru loh, Mampir ya ππ
__ADS_1