Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Bonus chapter 20


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Bruaaakkkkk,,praaanggg,gubbraaakkk,,,"aaaarrrrggghhhh," brakaaakkk.


Aiden mengamuk sejadi-jadi, dia tidak bisa menerima jika wanita kesayanganya menikah dengan pria lain.


"Ini gak bisa di biarkan, Briell hanya milik ku, milikku," batinya yakin, dan mulai memperbaiki perasaanya.


"Ahh ya, jika kamu pergi, maka aku pastikan briell akan kembali bersama ku," gumamnya dengan senyum liciknya.


Setelah itu, dia segera membersihkan dirinya yang berantakan itu terlebih dahulu sebelum dirinya pergi menemui Calon suami mantanya.


*******


Saat ini Aiden tengah berjalan dengan gagahnya masuk ke dalam kantor, Trinity Company, yang merupakan kantor dari Rivalnya.


Dia berjalan dengan santai tanpa ada satupun orang yang berani menahan langkahnya, karna dia jelas tau, sekali Aiden bertindak maka mereka akan kehilangan pekerjaan mereka walaupun kantor ini bukanlah miliknya.


Tok,,tokk,,tok, bunyi suara ketukan pintu yang membuat Alson menolehkan kepalanya.


"masuk," sahutnya singkat, lalu kembali menatap pada laptopnya.


Ketika Alson merasakan hawa yang tidak nyawan, akhirnya dia mengangkat pandanganya dan melihat sosok Aiden berada di hadapanya. "Aaahhh Tuan Aiden, apa kabar Tuan? Suatu kebanggaan sekali Tuan berkunjung ke perusahaan saya yang kecil ini, saya sampai malu dan tidak enak karna tidak bisa menyambut Tuan dengan baik," serunya dengan sopan dan lembut.


Lalu mempersilahkan Aiden untuk duduk di sofa dalam ruanganya. "Silahkan Tuan, mau minum apa?" tanya Alson.


"Aku tidak ingin berbasa-basi dengan mu, aku ingin langsung to the poin, mengungkapkan apa yang membuat saya kesini," tegas Aiden, membuat senyum di wajah Alson berangsur hilang.


Alson terlihat bingung, dia tidak tau apa maksud dari ucapan Aiden ini, "ehmm,baik Tu-,"


"Jauhin Briell, dan batalkan pernikahaan munbersamanya!" tandas Aiden, tanpa ragu.


"Ha?" Alson yang bingung dengan maksud ucapan dari Aiden itu hanya terdiam untuk mendengar baik-baik terlebih dahulu apa maksud dari ucapan pria di hadapanya ini.

__ADS_1


"Batalkan pernikhaanmu dengan Briell, karna di adalah wanita ku, hanya wanitaku, debubseperti kamu, sebaiknya enyah dari hadapan kami," perintah Aiden lagi.


Namun kali ini Alson menanggapinya dengan sebuah senyuman manis, "maaf Tuan, saya tau Anda adalah masa lalu istri saya, tapi Anda ingat jika hubungan Anda dengan Calon istri saya itu sudah berakhir lama, dan saya tidak akan melepaskan apa yang saya milikki, Briell bahagia bersama saya, bukan bersama Anda, selama dia bersama dengan Anda, dia hanya mendapatkan Luka, dan saya lah yang membuatnya pulih, jadi saya tidak akan membuatnya kembali terluka dengan melepaskan dia bersama dengan Anda.


Mendengar kalimat dari Alson yang dengan lancangnya mengatakan Calon Istri membuat Aiden mengepalkan tanganya kuat. Dan segera pergi dari ruangan Alson tanpa berbicara apapun.


Melihat kepergian Aiden, dengan cepat Alson langsung membuka laptopnya dan melihat berapa kerugianya jika sampai membatalkan kerja sama dengan Lesham Group. Dan ternyata itu cukup besar dan tidak mungkin dia mengorbankan perusahaanya seperti itu.


Di saat dia tengah berpikir, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan memperlihakan nama sang kekasih, "hallo sayang,"


"Sayang, kamu lagi apa?" tanya Briell manja.


Alson tersenyum mendengar Briell yang selalu seperti ini, "15 menit lagi aku ada meeting bersama klien di luar sayang, kamu sendiri lagi apa ?" tanyanya balik.


"Aku baru bangun nih," balasnya sambil tertawa.


"Sayang ini udah jam 10 loh, kamu baru bangun," tegur Alson, dengan menggelengkan kepalanya.


"Ih, ngantuk loh gak bisa bangun," sahut Briell kesal.


Ini yang Briell sukai dari Alson, dia bisa bicara tegas namun menyesuaikan keadaan, dia tidak memakai kekerasaan dalam mendidik siapapun, hanya perlu dengan sedikit nasehat maka orang itu akan mendengarnya. "Siap komandan, I Love you," jawab Briell.


"I Love you too sayang,"


"Aku merindukanmu, cepatlah kemari nanti," ujar Briell lagi.


"Iya setelah meeting aku akan menemuimu oke," balas Alson, lalu segera mematikan ponselnya.


"Aku harus segera berangkat," gumamnya, lalu mulia menyiapkan berkas-berkas yang ingin dia gunakan di presentasi nanti.


Setelah itu Alson langsung melangkahkan kakinya pergi, masuk ke dalam mobilnya.


Dia mengendarai mobilnya dengan kecepataan normal, namun dia tidak menyadari bahwa dia sedang di kepung dan dalam bahaya yang luar biasa.


"Tabrak dia!" perintah Aiden tegas pada beberapa anak buahnya.


"Baik Bos,"

__ADS_1


Alson kali ini menyadari bahwa mobilnya sedang di ikuti, mului menambah kecepataan-nya.


Doorrr,,doorr, anak buat Aiden mulai menembak kaca mobil Alson, agar dia hilang kendali.


"Arrrggghhhh jeritan Alson, ketika peluru itu berhasil menembus lengan tanganya.


"Ini gak bisa di biarkan, aku harua menghindar," ucapnya mulai mengarahkan mobilnya ke arah lain.


Dorrr,,dorr, lagi-lagi tembakan itu di lepaskan, dan kali ini selalu meleset.


Alson terus mengendari mobilnya sambil merunduk agar tidak terkena peluru yang membabi buta.


Namun karna terlalu fokus dia tidak menyadari jika dia sedang melawan arus jalan.


Ttiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnn, "klakson Truck berbunyi di hadapanya, membuat Alson panik dan tak bisa menghindari lagi.


"Aaarrrgghhh," teriaknya berusaha membanting stir lagi.


Bruggghhhh,bruggghhh, bruugghhh, mobiln Alson terlihat hancur berantakan, menyisahkan di dalam dengan darah yang sudah berlumuran di wajah dan seluruh tubuhnya.


Namun Alson yang masih hidup, berusaha untuk keluar dari mobil yang sudah hancur itu dengan segala kekuatan yang masih tersisah.


Boooooommmmm, mobil itu meledak sebelum Alson berhasil keluar dari mobilnya.


Membuat sesosok pria yang berada di dalam mobil yang tidak jauh dari tempat kejadian itu tersenyum puas.


"Apa kalian sudah menukarnya?" tanya pada anak buahnya lagi.


"Sudah bos, semua sudah aman terkendali," balas mereka.


"Bagus, sekarang kita tinggalkan lokasi ini, sebelum yang lain mulai bermunculan," perintah Aiden lagi.


"Baik Bos," sahut mereka dan mulai berlari memasuki mobil mereka masing-masing.


Aiden masih terdiam menatap kobaran api yang membakar mobil itu, "apa yang sudah menjadi milikku tidak akan pernah aku lepaskan, walau aku harus membunuhmu itu tidak masalah," batinya, sebelum mengendarai mobilnya pergi.


Tamat. Lanjutanya ada di Love Me Please My Wife ya. 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2