Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 73


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


Saat ini Eden dan Mario tengah berada berdua di dalam ruang perawatan, Mario yang dengan telaten nya membersihkan tubuh Eden, hal yang sudah sering dia lakukan sedari Eden koma.


"Apa kamu selalu melihat tubuhku seperti ini?" Tanya Eden dengan sinis kepada Mario.


Mario langsung tersenyum penuh arti kepada Eden yang menatapnya dengan kesal. "Iya, bahkan aku sering.....saat kamu tidak sadarkan diri." Godanya pada Eden yang tidak mengerti arti titik itu apa, namun di detik kemudian dia sadar langsung memukul Mario dengan gemas.


"Memang ya dasar kadal buntung." Ucapan Eden yang membuat Mario tertawa bahagia.


"Pakai baju dulu ya, nanti kamu masuk angin." Ujarnya dengan lembut, menuntut Eden menggunakan pakaianya.


Dengan telaten Mario membantu Eden menggunakan pakaianya dengan sempurna, jika di tanya kenapa Eden mau, karna dia juga tau sedari dulu Mario atau mamahnya lah yang membersihkan tubuhnya.


"Mamah dan Briell kemana ?" Tanyanya di saat melihat Mario yang tengah sibuk dengan kegiatanya yang sedang menatap Eden tanpa henti.


"Rio Mamah dan Briell mana ?" Dia mengulang pertanyaan nya lagi karna Mario hanya fokus menatapnya saja.


"Briell sekolah sayang, jika Mamah sedang keluar," serunya menjawab pertanyaan Eden.


Dan di saat mereka tengah mengobrol, Eden yang sedari tadi mulai merasakan keanehan pada tubuhnya langsung menanyakanya pada Mario.


"Rio, sudah berapa lama aku sadar dari koma ?" Pertanyaan yang membuat Mario menyeritkan keningnya bingung dengan perganyaan yang di berikan oleh Eden.


"Dua jam sayang." Jawab Mario singkat.


Eden yang mendengar kata dua jam, semakin bingung dan curiga ada yang tidak beres dari tubuhnya.

__ADS_1


Karna sedari tadi dia mencoba menggerakan kakinya namun tidak bisa.


"Rio, kaki aku kenapa tidak bisa di gerakin ? Sedari tadi aku mencobanya namun tidak bisa," Eden mengeluarkan kalimat yang membuat Mario langsung terdiam seketika.


Namun detik kemudian tanpa menjawab apapun Mario dengan sigap langsung memeluk tubuh Eden, "Rio, aku hanya berharap jika kaki aku kram atau efek sementara yang terjadi karna aku lama menggerakanya." Harapanya yang membuat hati Mario bagaikan di tusuk seribu jarum.


"Katakan Rio, katakan jika kaki aku hanya kram, iya kan! Katakan jika kaki aku ini hanya mati rasa karna lama tak di gerakan, jawab Mario." Ucapnya mulai menangis memikirkan hal buruk apa lagi yang terjadi denganya.


Mario hanya mampu memeluk tubuh Eden dengan erat, dia tak mampu untuk mengatakan kemungkinan besar itu pada wanita yang di cintainya.


"Ya Tuhan, kenapa kamu merenggut lagi kebahagiaanya? Tidak bisakah kamu membuatnya bahagia Tuhan, kenapa ini mesti terjadi lagi? Sampai kapan engkou puas untuk menguji cinta kita Tuhan," gumamnya dalam hati, mengadu pada Tuhan apa yang dirasakanya.


Eden memaksa untuk menggerakan kakinya, dia menepis pelukan Mario dan berusaha untuk bangkit dan mencoba untuk berdiri, namun tidak bisa dia malah terjatuh kelantai dan membuatnya semakin histeris.


"Rio, apakah aku lumpuh?" Tanyanya dengan pelan yang membuat Mario ikut meneteskan air matanya.


"Mario Jonathan jawab!" Bentak Eden menyebutkan nama lengkap dari Mario.


Eden benar-benar kesal melihat Mario yang hanya diam tak menjawabnya, seakan membenarkan tentang kondisinya saat ini.


"Jadi benar aku lumpuh, jadi benar aku lumpuh, jadi benar aku lumpuh." Lirihnya berulang-ulang dengan pelan lalu memukul-mukul kakinya menunjukan rasa frustasinya.


Mario langsung menghentikan itu, lagi-lagi hanya pelukan yang bisa di berikan pada Eden, dia bukan Tuhan yang bisa membalikan keadaan saat ini.


"Aku gak mau lumpuh Rio, aku gak mau." Tangisnya yang benar-benar membuat hati Mario hancur melihat keadaan wanita yang di cintainya harus merasakan penderitaan lagi dan lagi karnanya.


"Sayang, dengarin! Apapun kondisi kamu, aku akan tetap menerima kamu, aku akan terus berada di samping kamu, jangam sedih ya, ingat aku akan selalu di samping kamu," ucapnya dengan penuh kelembutan untuk menenangkan Eden bahwa dirinya akan selalu menemani Eden sampai kapanpun.

__ADS_1


"Tapi aku lumpuh Rio, aku bukan wanita sempurna."


"Its okay, jika kamu lumpuh, maka gunakanlah kaki ku untuk menopang mu, jika kamu buta maka gunakanlah mataku sebagai petunjuk jalanmu, aku akan selalu bersamamu dalam keadaan apapun, karna kita satu. Kamu dan aku sudah menjadi satu hati yang membuat kita akan merasakan satu sama lainya, kamu hanya perlu mengingat jika aku akan selalu menjadi kaki, tangan serta matamu." Seru Mario yang membuat Edeh terdiam mencerna semua kalimat yang di berikan oleh pria yang dulu sangat-sangat di bencinya.


"Segitu besarkah rasa cintamu itu kepadaku Rio?" Gumamnya dalam hati dengan membalas pelukan Mario menumpahkan segalanya di pundak hot Daddy itu.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Hey gengs, segitu dulu ya ceritanya! Nanti petang Mimin lanjut lagi, maaf kemarin Mimin gak bisa update karna kesibukan di dunia nyata Mimin.


Dan di sini Mimin mau menyampaikan satu hal penting !!!


Even Give Away yang Mimin buat itu, akan Mimin ambil dan lihat dari Vote dan Hadiah di aplikasi Versi Baru! Yang menggunakan sistem hadiah ya, Bukan dari Versi lama yang hanya menggunakan Vote saja.



Jadi ingat dan perhatikan baik-baik jika hanya vote dan hadiah di Versi baru saja yang Mimin ambil.


Dan untuk kalian yang belum menggunakanya aplikai versi baru, silakan langsung masuk ke Gogle Play Store dan masuki aplikasi Noveltoon/Manggatoon lalu klik Update. Khusus pengguna Android.


Sampai di sini harap di mengerti ya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Terima kasih πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


__ADS_2