
π©π»βπ» Happy Reading π
Setelah membereskan barang-barang miliknya, Roza langsung keluar menemui semuanya yang tengah menunggu di luar. "Eden dimana Pah?" Tanyanya pada suaminya yang tak melihat sosok putrinya.
"Papah tidak tau Mah, mungkin masih didalam kamarnya," jawab Papah Jones yang terlihat sibuk dengan ponselnya.
Roza yang tak ingin menggangu suaminya, langsung melangkahkan kakinya menemui putrinya di kamar. "Eden sayang, kamu sudah siap belum Nak?" Tanyanya membuka pintu kamar Putrinya, dan melihat putrinya yang tengah duduk menatap keluar jendela.
Roza yang melihat itu langsung memeluk tubuh putrinya dari belakang, "sayang lagi mikirin apa sih anak Mamah ini?" Tanyanya pada putrinya yang tengah tersadar dari lamunanya.
Eden langsung tersenyum tipis membalas ucapan Mamahnya. "Mah, semua ini salah Eden, semuanya berawal dari malam sial itu Mah, maafin Eden Mah, hikss..hikss." Tangisnya memeluk tubuh Mamahnya mencari kehangatan dan sandaran atas lukanya.
Roza langsung membalas dekapan tubuh putrinya, dan sesekali ikut menangis, namun dia segera cepat menghapus air matanya, sebelum di lihat oleh Eden, karna jika Eden melihatnya menangis, pasti dia akan lebih sedih dan merasa bersalah."
__ADS_1
Prrrraangg suara Pecahan kaca terdengar sangat nyaring diluar.
"Nyonya..nyonya.. Tuan."teriak pembantunya dengan suara yang terdengar sangat panik.
"Mah,Papah." Lirihnya pelan lalu keduanya langsung berlari menemui Papahnya.
Ketika mereka sampai di ruang tamu, betapa terkejutnya Roza dan Eden melihat Jones yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri di lantai. "Papah." Teriak keduanya langsung menggapai tubuh Jones dan memeriksa keadaanya.
"Pah, Papah bangun Pah." Ucap Roza menepuk lembut wajah Jones, namun tidak ada respon sama sekali.
Namun disaat dia ingin merangkul Jones, dia seperti merasakan sesuatu yang berbeda dari tubuh Papahnya, dia tidak merasakan adanya detakan jantung yang terdengar dari dada Jones, "ada apa Nak? Ayo kita pergi sekarang!" Ucap Roza yang melihat Eden memberhentikan langkahnya.
Namun bukanya menjawab Eden malah melakukan tindakan yang membuat Roza semakin mengerti apa yang di lakukan putrinya. Eden mendekatkan jarinya pada hidung Jones untuk merasakan Nafasnya, dan dia langsung bertambah panik di saat tidak merasakan hembusan sama sekali. "Mah, ini gak mungkin kan." Lirihnya pelan dan sudah mulai meneteskan air matanya. "Kenapa sayang?" Tanya Roza yang langsung mengikuti langkah putrinya mengechek nafas suaminya, namun hasilnya sama, dan membuat Roza langsung menutup Mulutnya agar tidak menangis histeris.
Eden masih melanjutkan pemeriksaanya mengecek deyut nadi Papahnya, namun juga tidak merasakanya sama sekali. Dan langsung membuatnya menangis histeris.
__ADS_1
"PAPAH BANGUN PAH!! EDEN MASIH BUTUH PAPA, PLEAS JANGAN SEPERTI INI," teriaknya menggila, tidak siap untuk kehilangan Papahnya.
Eden yang kondisi fisiknya lemah karna sedang mengandungpun akhirnya terjatuh pingsan karna terlalu Shok mendaptkan Papahnya yang sudah tidak bernyawa.
Karna penyakit jantung yang di miliki oleh Jones. Dia meninggal seketika mendengar dan mendapatkan tekanan berat atas tuduhan yang di tujukan kepadanya. Membuat jantungnya itu kambuh dan tak bisa lagi tertolong.
Eden langsung di bawa ke kamar dengan di bantu oleh berapa pelayan dirumah itu, sedangkan Roza langsung memeluk tubuh suaminya yang sudah tidak bernyawa itu, "pah, kenapa semuanya jadi seperti ini? Hiks..hiks jangan tinggalkan Mamah Pah, liat Eden putri kita tengah mengandung, bagaimana Mamah bisa menjaga keduanya Pah, Mamah mohon jangan seperti ini." Tangis Roza histeris tidak bisa menerima kepergian suaminya yang secara tiba-tiba seperti ini.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra.
__ADS_1