
π©π»βπ» Happy Reading π
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Daddy dan Mommy di masa lalu sebelum aku lahir ?" Tanyanya To The Point, dengan sorot mata yang tajam, persis seperti Mario jika sedang mengintrogasi bawahanya.
Sontak Tamara,Billy langsung terdiam dan gugup, berbeda dengan Max, yang memang tidak tau tentang permasalahan itu.
Tamara menoleh ke arah Billy meminta jawaban, namun Billy menjawab dengan menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa dia tidak boleh menceritakanya.
Briell semakin mempertajam pengliatanya dan memperhatikan semua gerak gerik Tamara dan Billy menggunakan mata elangnya. "Kenapa tidak ada yang mau menjawab Briell? Apakah segitu buruknya masa lalu itu? Hingga kalian sangat takut untuk menceritakanya kepadaku?" Tanya Briell dengan menggunakan suara tegasnya.
"Nona, menyangkut permasalahan yang menyangkut kedua orang tua anda, sebaiknya jangan tanyakan itu kepada kami, karna yang bisa dan berhak menjelaskan kepada Nona adalah orang tua anda sendiri Nona." Ucap Billy selembut mungkin agar tidak menyinggung perasaan dari putri Tuanya.
"Briell." Suara Mario tiba-tiba terdengar menandakan dirinya yang tengah sadar.
"Daddy." Sahut Briell langsung segera melangkah mendekat ke arah Mario, "Daddy are you okay?" Tanya dengan lembut.
Mario mengidarkan pandanganya ke sekeliling, mencari sosok wanita yang dicintainya, namun tidak ada, "Sayang Mommy di mana ?" Tanya Mario sontak membuat Briell menundukan kepalanya.
__ADS_1
Lalu Mario menatap Billy yang berada di hadapanya, "Edenku mana ?" Tanyanya tegas pada Billy dan yang lainya.
Billy dan Tamara lagi-lagi saling menatap sambil mengutuk situsasi horor yang sedari tadi tidak berhenti.
Mario mulai terlihat geram melihat tidak ada satupun yang mau menjawabnya. "JAWAB!!" Bentaknya tanpa memperdulikan kondisinya saat ini.
"Aan-un Tuan." Suara Max ingin menjawab namun gugup.
"Briell yang usir Mommy dari sini Dad," sahutnya cepat mengakui kesalahanya, dia tidak mau Mario semakin menjalar kemana-mana.
Sontak Mario langsung menatap tajam ke arah putrinya. "Apa yang kamu katakan tadi Nak? Coba ulangin sekali lagi!" Perintah Mario yang ingin memastikan pendengaranya tidak salah.
"Brrriielll." Bentaknya mengangkat tanganya ingin sekali menampar putrinya, "apa Daddy juga mau tampar Briell, tampar Dad ..tampar." Dia menantang Mario dengan tatapan penuh amarah, dan sontak membuat Mario mengurungkan niatnya, karna dia sadar jika kebencian Briell terhadap Eden, sepenuhnya adalah kesalahan dirinya.
"Kenapa tidak jadi Dad, tampar Briell!! Tampar, bela saja terus dia, lihat sekarang Daddy bahkan lebih menyayangi dia dari pada aku anak kamu sendiri, aku benci kamu Dad." Teriaknya tak terkendali. "Cukup Briell, jangan terlampau kamu!" Bentak Mario sekali lagi dengan tegas, dan langsung membungkam mulut Briell.
Mario langsung menatap Putrinya dengan tajam dan tatapan membunuh, dia benar-benar tidak menyangka di usia putrinya yang baru menginjak 10 tahun, namun dia seperti usia belasan tahun yang sudah tau arti memberontak itu seperti apa, bahkan dia benar-benar tidak meyangka bagaimana anak usia dini seprtinya bisa mengeluarkan kalimat-kalimat kasar pada orang tuanya sendiri, terutama pada Eden yang merupakan sosok ibunya.
__ADS_1
"Billy cari Eden sekarang! Jangan sampai dia pergi lagi dariku," perintah Mario dengan suaran yang mulai merendah.
"Baik Tuan." Sahut Billy yang langsung pamit melangkah di ikuti oleh Max dan Tamara.
Mereka sengaja memberikan ruang waktu bagi ayah dan putrinya untuk membicarakan urusan pribadi mereka.
Mario sementara menutup matanya, karan dia masih meraskan pusing yang lumayan menyiksanya. Lalu tak lama dia mendengar suara pintu yang tertutup, menandakan ketiga karyawanya itu telah meninggalkanya bersama dengan putrinya.
Terlihat Mario yang menarik nafasnya berat nenahan geram akibat ulah Putrinya.
"Apa yang sebenarnya kamu mau Nak? Kenapa kamu begitu membenci Mommy mu?" Tanya dengan lembut pada putrinya.
"Itu karna-" ucapnya putus tak berani menyambungnya.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
__ADS_1
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra