
π¨βπ©βπ§βπ¦ Happy Reading π¨βπ©βπ§βπ¦
Waktu telah menunjukan waktu makan siang, terlihat Mario yang baru saja datang sehabis menjemput Briell dan Brio dari sekolahnya.
"Mommy kami pulang." Teriak Briell yang baru saja memasuki rumah.
Dan ketiganya langsung di sambut oleh sosok baby kecil yaitu Brina, "kakak cuah ulang yes?" Tanyanya khas menggunakan suara baby yang belum bisa berbicara.
Namun dari belakang terlihat Brio yang kumat Angry bird, dia masuk dengan menghentak-hentakan kakinya marah dengan Mario yang mengikutinya dari belakang. "Daddy ergi erja?" Ucap Brina lagi melihat sosok Daddynya masuk.
Mario yang melihat Brina mendekat langsung menghindar. "No,,no Brina jangan dekat dulu, Daddy kotor dari luar," tolaknya untuk di dekati oleh anak bungsunya.
Sedangkan Briell sudah melangkah masuk ke kamarnya untuk mandi terlebih dahulu, lain halnya dengan Brio yang mengamuk setiap kali Angry Bird, dia melempar apa pun barang yang dia lihat tidak perduli itu mahal atau murah.
Eden yang sedari tadi sibuk menyiapkan makan siang melihat sekilas ke putranya yang Angry Bird. "Brio, Mommy bilang stop ya!" Peringatanya pada Brio yang terus menerus melemparkan barang dan hancurkan semuanya.
"Aaaarrggghhh Kakak gak mau kasih rumah-rumah buat aku,,aaarrghhhh." Kesalnya berbicara dengan angry bird dan terus melanjutkan aksinya.
Brina yang selalu iseng dan tidak mengerti kini berjalan mendekati Brio dengan membawa ipad di tanganya. "Kakak help me." Mohon Brina ingin di bantu dalam masuk ke dalam game, namun tidak di jawab oleh Brio. "Help me,,help me." Rengeknya mengambil tangan Brio dan di arahkan ke Ipad namun tak di respon, hingga kesal Brina menggigit tangan Brio. "Aaarrrggggh stupid." Teriaknya mendorong tubuh Brina lalu memukulnya.
__ADS_1
Mario yang baru saja turun dari kamar langsung teriak melihat itu, "hey Brio Daddy bilang stop ya!! Kenapa kamu sangat nakal ha!" Bentaknya pada putranya yang terlalu membuatnya sakit kepala.
"Dia gigit aku aaarrghhhhhh." Dia semakin tidak terima karna Mario membentaknya, dia semakin gencar membanting seluruhnya.
"Brio Daddy bilang stop ya! Kenapa kamu nakal sekali ? Daddy sama Mommy tidak senakal itu, siapa Daddymu ha ? Siapa orang tuamu?" Tanya Mario kesal sendiri dengan putranya namun tak di jawab.
Hingga Eden datang dengan tatapan tajamnya dan membawa sebuah gantungan baju di tanganya. "See Mommy angry sudah, ayo Brina kita pergi." Godanya yang membuat Brio menatap Mario dan Brina dengan tajam.
Namun jika Eden sudah muncul dengan membawa Gantungan baju maka Brio akan terdiam tak berani bergerak. "Apa yang terjadi ? Katakan!" Bentaknya pada Brio yang terdiam.
"Kakak gak mau kasih aku rumah-rumah." Adunya pada Eden masalah game.
Dan Briell yang baru saja menuruni tangga mendengar jika Brio mengadukanya, dan karna dia juga takut pada Mommy sekarang menolak di tuduh oleh adiknya. "Aku sudah kasih kamu tadi di mobil." Tolaknya kesal karna Brio se enaknya.
Dan di saat Eden tengah sibuk memarahi putranya lain hal dengan Mario, Briell dan Brina yang asik ketawa mengejek pada Brio.
"Kamu selalu buangin semua barang ya, setelah ini Mommy akan gunakan uang kamu untuk ganti seluruh barang Mommy, mau kamu?"
"Mommy bakal pakai uang kamu untuk beli semua barang-barang baru dengan uang kamu karna kamu merusak semuanya, mau kamu?" Tegasnya mengajarkan putranya arti tanggung jawab.
__ADS_1
Namun bukanya menjawab Brio malah menangis karna takut. Mario yang melihat itu langsung tertawa melihatnya melainkan Eden yang masih memasang wajah galak.
Mario langsung melangkah menggendong putranya. "Siapa buat kamu nangis ha?" Tanyanya bodoh pada Brio. "Siapa marahin kamu biar Daddy pukul dia punya boking." Ucap Mario dengan tawa melihat wajah galak dari istrinya. Dan Brio langsung menunjuk ke arah Eden, "kalo Mommy , Daddy juga tidak berani lah." Tawanya pada Brio yang membuat putranya juga ikut tertawa.
"Aahhh go mandi sana cepat baru makan kamu punya makan siang favorite." Ucap Mario menyuruh putranya mandi terlebih dahulu dan langsung di iyakan oleh Brio yang terlihat langsung berlari ke kamar untuk mandi dengan di bantu pekerja rumahnya
Mario yang melihat wajah kesal istrinya langsung memeluk tubuh Eden. "Sabar sayang sabar." Godanya pada ibu-ibu komplek yang tengah mode on.
"Daddy tata arah," ucap Brina yang lucu dan paling imut.
Setelah itu baru mereka menikmati makan siang bersama, hal yang selalu mereka lakukan setiap hari.
Mario lebih memilih makan siang bersama keluarga dari pada harus di restoran atau di kantornya, menurutnya masakan istrinya adalah masakan yang terbaik dan teman makan yang terbaik adalah keluarganya.
Dan setelah selesai makan siang nanti dia akan kembali lagi ke kantor untuk lanjut bekerja.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
__ADS_1
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra