Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 42


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


Mario yang mendengar anaknya dikeluarkan dari sekolah langsung terkejut dan marah sekaligus.


"Billy." Teriaknya penuh emosi, padahal Billy sedari tadi hanya berdiri disebelahnya saja.


"Ya Tuan." Sahut Billy dengan malas.


"Aku mau dalam waktu 1 jam sekolah itu sudah harus rata dengan tanah." Mario benar-benar murka saat ini, dia tidak akan semudah itu melepaskan siapapun yang menggangu putrinya.


"Baik Tuan," sahut Billy dan segera melangkah untuk menjalankan perintah Tuan Gilanya Mario.


Namun langkahnya terhenti disaat Eden manahanya. Billy dan Mario sangat terkejut disaat melihat sosok Eden masuk kedalam ruangan Mario.


Billy dan Tamara akhirnya bisa melihat langsung Eden secara nyata. Bahkan Billy dan Tamara sama-sama berdoa jika Bosnya ini akan menikah cepat. Karna jika tidak Billy dan Tamara tidak akan pernah menikah karna tidak boleh mendahului Mario.


Eden langsung menatap tajam ke arah Billy. "Aku tidak tau siapapun nama kamu, saya bilang jangan pernah menghancurkanya."


"Eden." Bentak Mario mendengar ucapan Mario yang melawan perintahnya.


"Mario cukup, harusnya kamu mencari tau terlebih dahulu apa kesalahan Briell sebelum kamu membelanya, apa kamu tau jika Briell baru saja menyiram wajah temanya dengan susu panas bahkan menyeret anak itu kedalam tempat sampah." Bentak Eden yang sudah hampir tidak waras menghadapi dua manusia yang sangat susah di atur.

__ADS_1


Mario langsung menatap kearah Briell untuk mendapatkan jawabanya. "Siapa anak itu Briell?" Tanya Mario dengan suara yang sedikit membentak. "Sampah." Jawabnya singkat yang semakin membuat emosi Mario semakin meningkat.


Mario tau siapa yang di maksud dengan panggilan Sampah itu, "Billy, buang kedua sampah Itu ke Jarussalem. Biar dosa mereka sedkit terkikis dengan mati dalam peperangan." Perintahnya yang semakin membuat Eden geram memdengar. jawab dari Mario yang malah seperti membenarkan tindakan putrinya,


"Cukup Mario, bukanya mendidik dengan baik kamu malah menjerumuskan Briell lebih jauh." Bentak Eden yang sudah menahan emosinya sedari tadi.


"Briell, Mommy dan Nenek tidak pernah mengajarkan hal buruk terhadapmu. Lalu mengapa kamu bisa berbuat sejauh ini." Suara yang terdengar sangat kecewa pada Putrinya.


"Berhenti menyalahkan putri kita Eden, apa kamu sadar seemuanya ini terjadi karna kamu," Sahut Mario meluapkan emosinya berkali-kali.


"Gara-gara aku," tunjuk Eden pada dirinya sendiri.


"Iya gara-gara kamu. Coba aja kamu tidak sibuk dengan semua pekerjaanmu sialan mu itu, Anak kita tidak akan pernah tumbuh menjadi sosok yang keras seperti ini, kamu terlalu sibuk dengan duniamu hingga kamu melupakan kodratmu sebagai seoarang ibu." Bentaknya yang sudah sangat-sangat lelah menghadapi permasalahan ini.


"Briell pulang sekarang!" Perintahnya dengan menarik tangan putrinya. "Tidak. Briell mau ikut Daddy." Tolaknya menepiskan tangan Eden Mommynya.


"Briell pulang sekarang!" Bentaknya sekali lagi sambil menarik paksa tangan Briell yang membuatnya mau tidak mau terpaksa mengikuti langkah Mommynya. Yang menariknya paksa keluar dari Kantor Mario.


Namu Mario tidak tinnggal diam, dia paling anti jika melihat Putrinya menangis di tarikan Mommynya.


"Eden, jangan seperti ini!" Ucapnya menahan langkah kaki Eden.

__ADS_1


"Mario, biarkan kami hidup tenang, Pleass menjauh.!!" Ucapnya memohon dengan sangat pada Mario.


"Daddy..hissk..hiskk." Tangis Briell yang membuat hati Mario langsung menjadi sakit.


"Billy, lakukan semua yang aku perintahkan sekarang! Buat Sekolah itu benar-benar hancur!" Titahnya yang langsung segera di jalankan oleh Billy, tanpa memperdulikan teriakan dari Eden.


Dan dengan cepat Mario langsung menarik Briell dari gengaman Eden. "Aku sudah tidak tahan dengan ini Eden, aku akan mengambil Briell paksa darimu! Jika kamu keberatan segera ajukan di pengadilan! Dan aku pastikan akan mendapatkan hak asuh atas Briell putriku." Ucapnya dengan sorot mata yang penuh dengan amarah.


"Mariio." Teriak Eden mengejar langkah kaki Mario disaat Mario berjalan membawa Briell ditanganya.


"Pleass jangan aku mohon.Briell putriku Mario!" Tangisnya memohon untuk Mario mengambalikan putrinya.


Namun Mario sudah sangat marah Saat ini. Dan bertekad akan mengambil hak asuh atas Briell.


Wajah Mario yang sedang marah. Hiihhih seram😡😡



To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*

__ADS_1


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra.


__ADS_2