
π©π»βπ» Happy Reading π
11 tahun kemudian.
Setelah kejadian dirumah sakit itu, Eden memilih untuk menyembunyikan dirinya kembali di Spain, tanpa dia sadari jika negara itu adalah negara kelahiran Mario.
Kini dia telah memiliki seorang putri yang sangat cantik berusia 10 tahun bernama Gabriella Charlote tanpa nama Mario, namun wajah dan matanya sangatlah dominan mengikuti wajah Mario, hingga membuatnya Khawatir jika suatu saat Briell bertemu dengan Mario, maka sia-sia sudah dia bersembunyi selama ini.
Karna tanpa melakuian Test DNA sudah bisa dipastikan jika Briell adalah anak Mario, karna nyaris satupun di wajahnya yang tak ada mengikuti wajah Dirinya. Briell dan Mario bagaikan pinang di belah dua. Bahkan sifat dan karakternya mirip sekali dengan Mario, membuatnya berfikir jika Briell hanyalah numpang dilahirkan saja olehnya, sedangkan orang tuanya hanya Mario saja, karna tidak ada satupun sosok dirinya yang di ikutin oleh anaknya, karna warna kulit Briell juga mengikuti Mario yaitu oriental.
Dalam waktu 11 tahun ini Eden hidup hanya dengan Anak dan ibunya, membuatnya menjadi harus bekerja keras menjadi seorang penulis sekaligus model yang hanya sedikit memiliki waktu buat anaknya, sehingga Briell selalu merasa bahwa Eden tidak pernah menyayanginya, padahal Eden justru sangat menyayanginya, bahkan Baginya Briell adalah separruh nyawanya, dia selalu berusaha bekerja keras untuk bisa menuruti apapun keinginan anaknya hingga membuatnya mendapatkan gelar sebagai Hot Mother. Yang mampu berjuang menghidupi anaknya sendiri, walaupun dengan banyaknya perselisihan di hidup mereka.
Eden yang mempunyai sifat lemah lembut, sedangkan Gabriella yang mempunya sifat persis seperti Daddynya aroghant, dingin, jarang bicara bahkan tatapan matanya yang sangat tajam.
Eden tak pernah lagi berfikir tentang Mario, dulu dia sudah tau jika Bukan Mariolah yang membunuh Ayahnya, dan bahkan Mario yang menangkap musuh bisnis ayahnya itu dan sudah di jatuhkan hukuman yang setimpal.
__ADS_1
Namun Eden masih belum bisa menerima Mario, bukan karna dia egois, tapi rasa sakit yang telah di buat Mario masih membekas sampai kapanpun. Karna baginya Mariolah yang menyebabkan kehancuran di dalam hidupnya hingga dia harus bersembunyi dan lari tinggal di Canada yang menyebabkan Papahnya mempunyai banyak saingan bisnis, itulah yang menyebabkan kenapa Eden masih begitu membenci Mario.
Sedangkan Mario, dalam waktu sebelas tahun ini dia hidup di dalam bayang-bayang rasa bersalah atas hilangnya bayi yang di kandung oleh Eden, bahkan hingga detik ini dia masih sangat begitu mencintai Eden, namun karna rasa cinta dan bersalah itu begitu besar di dalam hatinya, hingga untuk menemui dan memperlihatkan wajahnya di depan Eden dia sangat begitu takut, dia takut Eden semakin membencinya dan dia bahkan melakukan hal yang sama seperti Eden, tidak pernah ingin membuka hati untuk siapapun.
Jika dulu dia adalah seorang playboy cap kadal, berbeda denganya kali ini, dia berubah menjadi sosok tidak tersentuh oleh siapapun, bahkan wanita yang berusaha mendekatinya, akan di hempaskan jauh-jauh olehnya karna baginya Edenlah satu-satunya wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya.
Di sebuah rumah di ruang makan, Eden tengah duduk sarapn pagi bersama dengan anak dan ibunya.
Tidak ada pembicaraan didalamnya karna Briella selalu menatap ibunya dengan tajam. "Ada apa sayang? Seperti ada yang ingin kamu bicarakan sama Mommy?" Tanyanya dengan lembut dengan fokus kepada makananya.
Eden yang lagi-lagi sudah terbiasa dengan itu langsung tersenyum manis menatap putrinya, lalu dia menatap lembut ke arah anaknya dan mengulurkan tanganya menggengam jemari Putrinya, namun dengan cepat di tepis oleh Briell, "kenapa Mommy kemaren tidak datang di acara pertemuan orang tua di sekolah? Semua teman-temanku di dampingi orang tuanya, hanya aku yang tidak memiliki orang tua disampingku," bentaknya penuh emosi membuat Eden menjadi sangat bersalah karna lupa akan pertemuan itu.
"Sayang maafin Mommy Nak, Mommy benar-benar-"
"Lupa," sahutn Briell sebelum Eden menyelesaikan kalimatnya.
Eden langsung menarik nafasnya panjang berusaha mengontrol emosinya. " sayang Mommy minta maaf, tapi kemarin Mommy sedang banyak-"
__ADS_1
"Pekerjaan," sahutnya lagi memotong kalimat yang selalu di ucapakan oleh Eden sebagau alasan.
"Cukup Mom, sebenarnya Mommy sayang gak sih sama Briell?" Bentaknya bertanya dengan penuh amarah.
"Briell tentu saja Mommy sangat menyayangi kamu sayang, kamu bahkan separuh kehidupan Mommy," jawab Eden penuh kelembutan dan berusaha mendekati putrinya untuk memeluknya. Namun lagi-lagi Briell memilih untuk menepis itu semua.
"Jika Mommy sayang sama Briell, harusnya Mommy berhenti bekerja sekarang, kenapa sih Mom kita gak hidup sma Daddy saja, biar Daddy yang bekerja dan Mommy bersama ku dirumah seperti teman-teman yang lain." Seru Briell yang selalu membawa nama Daddnya jika sedang bertengkar denganya.
"Cukup Briell! Mommy sudah sering bicara sama kamu. Jika didalam kehidupan ini Mommy tidak bisa bersama dengan Daddy kamu. Dan kamu tidak akan pernah mengerti alasanya, tapi yang jelas tidak akan ada lagi rasa cinta yang begitu besar selain Mommy yang sangat mencintamu." Ucapnya tanpa sadar sudah membentak putrinya.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra.
__ADS_1