Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 46


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


Flash back on


Waktu menunjukan pukul 20.00 malam


Saat ini Eden tengah berada di rumah sakit bersama dengan Roza ibunya. Dia merasakan kontraksi ingin mengeluarkan bayinya.


Terlihat Eden berulang kali menarik hembuskan nafasnya dengan perlahan sebagai cara untuk mengurangi rasa sakit dia telah mengalami pembukaan yang sudah hampir sempurna. Dia merasakan sakit yang sangat hebat. Namun dia berusaha menahan dan tidak bersuara, hanya air mata dan sesekali merintih tapi tidak berteriak atau apapun.


Dan Roza Mama Eden setia menemaninya dan mengelus punggung belakangnya, "huftt..huftt..huft.. ssshhh ehhmmmm." Suara Eden berusaha menahan, karna baginya sakit hatinya jauh lebih sakit dari pada sakit pengorbanan ini.


Baginya pengorbanan ini akan terasa indah jika melihat buah hatinya lahir kedunia. "Aaarrrgghh..hufftt..shhh ehmmm." Lagi-lagi dia menahan sakitnya, dia bahkan memutar wajah Mario saat memperkosanya saat itu, agar fokus rasa sakitnya terarahkan kesana.


"Aarrggh Mah, Eden gak sanggup lagi menahanya, cepat keluarkan dia dari perut Eden Mah." Jeritanya mulai merasakan kontraksi yang sempurna. "Sabar sayang,sabar ya. Kata Dokter masih pembukaan 8 dan harus nunggu lagi ya nak" ucap Roza dengan sangat lembut.


"Aaarrgghhh Mah, aku gak kuat sakittt Mah Bayi dan Mario sama-sama menyakitiku Mah," tangisnya menahan sakit ya sangat hebat.


"Sabar sayang sabar,ini lah kodrat sebagai seorang ibu dalam melahikan anaknya, itu makanya ibu selau menjadi orang pertama yang tersakiti jika melihat penderitaan putrinya.


"Tapi Mah ini sakit sekali hisk." Sakitnya sudah tak mampu lagi menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Karna tidak tega melihat itu, putrinya yang terus menerus menjerit, Roza langsung memencet tomol panggilan otomatis yang berada disana. Dia memanngil Dokter untuk melihat apakah putrinya sudah sampai pembukaan yang sempurna atau belum.


Tak lama kemudian munculah sosok Dokter beserta stafnya siaap membawa Eden masuk keruangan bersalin. "Hallo selamat Malam ibu Roza dan Mommy Eden," sapa Dokter itu berbasa basi untuk mencairkan suasana yang sangat tegang.


"Hallo Dok." Jawab Roza singkat dan masih terus mengelus pingga putrinya.


"Udah saatnya membawa Mommy Eden untuk berjuang ya," ucap Dokter itu dengan lembut dan menampilkan senyum manisnya. "Ayo sus, di dorong ranjangnya menuju Ruang bersalin." Seru Dokter itu lagi berbicara dengan para stafnya.


Dan akhirnya Eden dibawa ke ruang bersalin dengan Roza yang terus setia mengikuti putrinya itu hingga masuk kedalam ruang bersalin. "Aaarrrggghhh, Mariioo saaakkiittt." Teriaknya mulai memanggil nama Mario sebagai objek pelampiasaan di otaknya.


Dokter itu langsung menyeritkan keningnya bingung. "Mohon maaf ibu, kemana suami Ibu Eden ? Bukankah dia sedari tadi memanggil na suaminya?" Tanya sang Dokter dengan lembut, yang tanpa sadar pertanyaan itu menyakiti persaan Roza.


Dengan senyuman canggung Roza menjawab. "Dia ada melakukan perjalanan bisnisnya Dok, dan dia tidak bisa pulang secara mendadak seperti ini." Sahut Roza dengan mencari alasan agar tidak membuat Dokter itu curiga.


"Tarik nafas dalam-dalam yah ibu, ayo kita keluarkan bayinya sekarang ya." Ucap Dokter itu mulai menuntun Eden menuju gerbangnya.


Eden mulai mengatur nafasnya yang sangat berat, dia mengumpulkan nafas di saat rasa sakit itu bersamaan menghampirinya dengan sangat hebat. ."ayo bu, tarik nafas dan dorong." Perintah sang Dokter menuntun Eden untuk segera mengejen. ."hhhhhaaaaa..huft..huftt.huftt.aaaarrghh." Teriaknyanya sambil mengatur nafas.


"Ayo bu, terus dorong, kepalanya sudah mulai terlihat bu,ayo semangat." Ucapn Dokter itu sambil memberikan semangat pada Eden.


Roza langsung menggengam jamari Eden, hal seperti biasa dia gunakan untuk menyalurkan kekuatan. Mamah Roza menggangukan kepalanya penuh keyakinan pada Eden dan tersenyum sangat tipis. "Aaaaarrrggghhhhhhhhhhhhh Maaaaaarrrrriiiooooooooo." Teriaknya dengan kencang dengan dorongan diperutnya.

__ADS_1


"Oeekk...oeeek..oeekk." Tangisan bayi itu terdengar sangat merdu ditelinganya. "Terima kasih Tuhan..terima kasih..hikss." Tangisnya disaat berhasil mengeluarkan putrinya dari perutnya.


Dokter langsung meletakan bayi itu didalam dekapanya untuk melakukan IMD inisiasi menyusu dini.


Eden bisa melihat betapa kecilnya dan mungil bayi yang masih penuh dengan darah ini sudah berada ditanganya. Namun di saat dia memperhatikan wajah itu, dia sungguh sangat kecewa, wajah bayinya mirip dengan Daddynya. Sehingga membuatnya sedikit sedih, namun masih ditutupi karna tak inging Dokter mengetahuinya.


Flashback off


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Gengs Mimin mengucapkan banyak terima kasih untuk kalian karna mau mendukung dan membaca karya Mimin yang receh ini.


Tapi berkomentarlah yang baik dan bijak, jika kalian tidak mau putus-putus saat membaca please jangan komen, karna saya sarankan kalian nonton bioskop saja, karna ini sebuah novel online yang penulisnya juga masih mempunyai pekerjaan yang lain.


Hargailah sebuah karya seorang Author yang jungkir balik mikir ide, bahkan sampai bergadang tiap malam, demi menuliskan kata demi kata untuk menghibur kalian.

__ADS_1


*Terima kasih **πŸ™πŸ»*


__ADS_2