
π©π»βπ» Happy Reading π
"Apakah aku tidak boleh bahagia Mario ? Tanyanya dengan menatap sendu kearah Mario.
"Maafin aku Eden, aku tidak bermaksud untuk mengambil kebahagiaan itu darimu, tapi aku bersungguh-sungguh ingin bersamamu, bertanggung jawab atas dirimu dan putri kita, bertanggung jawab atas semua kesalahan yang telah aku lakukan kepadamu di masa lalu. Aku ingin memperbaiki semuanya, aku ingin mengganti semua kepedihan dan kesakitan yang telah aku perbuat, tolong Eden,,,demi putri kita Briell.. tolong terima aku maafin semua kesalahan ku, tolong beri aku kesempatan untuk membahagikan kamu dan putri kita." Ucapnya dengan lembut memohon dengan memeluk tubuh Eden dari belakang.
"Hissk..hisk. Kamu tidak mencintaiku Mario, kamu hanya nafsu dengan ku, kamu bisa memiliki yang lebih dariku, tapi kenapa kamu selalu mengejar ku seperti ini." Dia mencoba berbicara selembut mungkin pada Mario.
"Pleass..pleass Eden, aku tau aku salah melakukan semua itu dengan mu, tapi semua ini aku lakukan untuk mengikatmu bersamaku. Aku hanya mau kamu yang melahirkan keturunan-keturunan ku, hanya kamu wanita yang ku inginkan Eden, hanya kamu yang pantas menjadi ibu dari anak-anak ku, tolong mengerti perasaan ku, jika aku hanya ingin bermain-main dengan mu, aku tidak akan pernah menunggumu selama 11 tahun ini, aku merindukanmu Eden..aku merindukanmu sayang.." ujarnya dengan mempererat dekapanya pada tubuh wanitanya.
Tangis Mario dan Eden terdengar menjadi satu, "maafin aku Eden,,maafin aku sayang..kasih aku kesempatan kali ini aja, biarkan aku bahagiakan kamu dengan putri kita." Mohonya dengan sangat pada Eden.
Inilah momen yang paling di tunggu oleh Mario, selama 11 tahun ini dia hanya bisa berharap untuk berbicara berdua dengan Wanitanya seperti ini, untuk memohon meminta kesempatan untuk menebus kesalahanya dimasa lalu. Namun hari ini semuanya begitu nyata berada didepan matanya.
Wanita yang sangat di cintainya, saat ini tengah berada di pelukanya, dan bisa mengeluarkan semua isi hatinya.
"Beri aku waktu Mario, dan kamu juga harus membuktikan semuanya kepadaku, jika yang kamu punya saat ini adalah sebuah rasa cinta, dan bukan sebuah nafsu belaka. Demi Briell, aku akan mencoba berdamai dengan masa lalu ku termasuk kamu, jadi aku mohon sama kamu untuk memberikanku waktu," Ujar Eden memandang Mario dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
Mario yang ditatap seperti itu, memilih mengalihkan pandanganya menjadi lurus kedepan.
"Berapa lama ? Harus berapa lama lagi aku menunggu kamu, apakah waktu 11 tahun ini masih belum cukup?" Tanyanya ketus, merasa bosan harus menunggu,, menunggu,,menunggu.
"Mario bukan itu maksudnya, aku masih butuh waktu untuk meyakinkan hatiku bahwa kamulah yang pantas menjadi suamiku." Sahutnya mulai frustasi, Karna Mario benar-benar seperti anak-anak yang moodnya gampang berubah dengan mudah, kadang lembut, kadang emosi, kadang dingin dan kadang mesum.
"Pantas," balasnya dengan senyuman tipisnya, "kamu membicarakan masalah pantas atau tidaknya sekarang." Ucapnya mengalihkan perhatianya menatap tajam kearah Eden.
"Marioo." Panggil Eden yang mulai merasakan mood Mario yang sedang on fire.
"Bahkan setelah aku menunggumu selama ini, kamu masih bisa membicarakan pantas dan tidak pantasanya. Apa kamu sadar Eden, aku sudah berjuang selama ini demi kamu, bahkan apa kamu tau, aku mengalami depresi dan menjadi gila disaat aku mengetahui bahwa putri kita meninggal, dan kamu tau selama dua tahun aku harus menjalani pengobatan sakit jiwa, dan itu semua karna aku merasa penyesalaan yang sangat besar terhadap kamu dan juga putri kita. Tapi sekarang kamu masih meragukan ku dan bahkan mengatakan pantas dan tidak pantasnya untuk bersamamu. Aku tidak bisa mengerti jalan pikiranmu Itu, bahkan harusnya kamu sadar di antara kita sudah memiliki seorang putri dan bahkan mungkin sekarang sudah mulai lagi berkembang anak kedua. Kamu masih mempertanyakan itu semua. Eden jangan egois," ucapnya mulai lelah dengan jawaban yang di berikan oleh Eden, seakan-akan dia gak ada arti apa-apa selama sebelas tahun ini di kehidupan wanitanya itu.
"Bukan salah kamu, hanya aku yang salah karna terlalu berekspetasi tinggi terhadap manusia terutama kamu," jawabnya ketus, lalu berjalan melangkah keluar dari mobil.
Eden yang melihat Mario keluar dari mobil langsung cepat menyusul langkah kaki Pria itu.
Namun disaat dia baru keluar dia melihat seorang nenek-nenek yang sedang kebingungan ingin menyebrang, dan akhirnya dia menutuskan untuk menolong nenek itu.
__ADS_1
"Nenek awaass." Teriaaakkkk Edeen kepada Nenek itu dengan berlari ingin menyelamatkanya.
"Eeeddddeeennnn jangann ." Teriak Mario yang melihat Eden berlari ditengah jalan.
Brrruuuuuuggghhhhhh... suara mobil menghantam tubuh seseorang dengan sangat keras" ttiiiiiiiiidddddddaaaakkkkkk."
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
Maaf yah gengs kemarin Mimin gak bisa Update, sekarang juga Mimin baru sempat nulis satu.
Kemren Mimin harus berurusan terlebih dahulu dengan editor untuk merubah isi cerita Mimin ini sebagian. Dan itu bahkan mennggunakan waktu 2 hari, dan bahkan hingga hari ini Mimin masih harus kembali berurusan lagi dengan mereka untuk mengembalikan bab Mimin yang di sembunyikan, πππ jadi Mimin mohon pengertianya ya para readers Mimin yang terhormat.
__ADS_1
Dengan sangat menyesal Mimin meminta maaf karna telah membuat kalian menunggu, hari ini Mimin gak janji bisa update lagi. Tapi mungkin untuk kalin semua Mimin usahakan ya.. ππ»ππ»ππ»ππ»