Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 59


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


"Eden." Ucapnya dengan wajah yang terlihat mulai memucat.


Perlahan dia mulai berdiri mencoba menghampiri pasien itu, dia ingin melihat dengan jelas wajah korban tabrak adiknya itu. Apakah itu memang Eden yang di kenal atau bukan.


"Maaf Tuan, anda tidak boleh mendekat pada pasien." Seru suster yang baru saja datang dengan membawa alat-alat untuk mengambil darah Daniel.


Sontak Daniel langsung terkejut dan menoleh ke arah suster itu dengan senyuman canggung, "maaf Sus, saya merasa kenal dengan pasien itu." Lirihnya pelan, namun masih bisa didengar oleh suster itu.


"Maaf Tuan, tujuan anda masuk ke dalam sini untuk kepentingan tranfutasi darah, anda tidak di izinkan untuk mendekat kearah pasien." Tegas sang suster kepada Daniel.


Daniel terlihat pasrah dan menurut kepada suster itu, bahkan dia kembali duduk tanpa di suruh.


Setelah dia duduk, suster tadi langsung mengerjakan tugasnya, untuk mengambil beberapa kantong darah dari Daniel.


Pandangan Daniel tak lepas melihat sosok yang tengah ditindak lanjut oleh Dokter itu, "Dok jantungnya berhenti berdetak Dok." Ucap Salah satu suster senior yang ikut menangani Eden.


Sontak Dokter Isaac langsung menoleh kearah layar monitor yang memperlihatkan detak irama jantung itu.


"Siapkan automated external defibrillator sekarang !" Perintah Dokter Isaac.


"Defibrillator siap Dok," jawab suster itu.


"Siapkan 120J!" Pinta Dokter Isaac.


"120J siap Dok."


Dokter Isaac segera mengambil alat itu lalu mengambil gel dan mulai menggosok alat itu lalu menempelkanya di dada Eden ,"Satu...dua....deppp.."Alat itu mulai mengeluarkan kejutan elektrodanya ,namun tidak ada reaksi apapun dari Jantung Eden.

__ADS_1


Daniel yang melihat itu langsung mendekat secara paksa ke arah Eden, "aaarrgghhh." Jeritnya saat baru menyadari jika jarum itu masih menempel di tanganya.


"Tuan jika anda mau menyelamatkan wanita itu, maka duduklah dulu dengan tenang, agar dia secepatnya bisa mendapatkan tranfutasi darah." Ucap suster yang menangani Daniel.


Daniel langsung menarik nafasnya dalam-dalam dan mencoba menenangkan dirinya. Karna suster tadi benar, dia harus segera menyelesaikan ini jika dia mau menolong wanita yang di perkirakan adalah Eden.


Dokter Isaac terlihat masih sibuk dengan alatnya untuk mengembalikan detak irama jantung itu.


"Lagi 150J ." Perintah Dokter Isaac lagi.


"150J siap Dok," balas suster


"Satu..dua..deppp ," lagi -lagi kejutan elektroda itu berkerja namun masih belum menghasilkan irama apapun.


Lagi-lagi Daniel tidak bisa menahan dirinya, dia langsung melepaskan paksa jarum itu dan berlari mendekat ke arah Eden.


"Tuan, anda dilarang mendekat Tuan, ini bukan area anda." Ucap Dokter Isaac menghalangi langkah Daniel.


Terlihat Dokter Isaac melirik ke arah Dokter yang lain, dan jawab anggukan kepala, "baik silahkan anda berbicara sebentar denganya, tidak boleh lama karna kami harus segera kembali menanganinya." Ucap Dokter Isaac dengan lembut, dan memberikan jalan bagi Daniel untuk mendekat.


DEG kali ini jantung Daniel yang terasa ingin berhenti berdetak. Bagaimana tidak, wanita yang di cintainya saat ini tengah terbaring lemah dan berada di ambang kematian karna ulah adiknya.


Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Daniel langsung segera menghampiri tubuh Eden yang masih terlihat banyak mengeluarkan darah. Dia langsung mendekatkan wajahnya kepada telinga Eden. "Eden, hey apa kabar? Aku tau kamu sedang tidak baik saat ini, kembali lah Eden! Kembalilah! Bukankah kamu pernah bilang jika kamu ingin kembali mendapatkan kasih sayang dari anak mu, lalu jika kamu pergi bagaimana dengan nasib anak dan ibu kamu, apakah mereka akan baik-baik saja tanpa kamu? Maaf aku tidak mengetahui jelas masalah yang kamu hadapi, tapi percayalah anak kamu dan ibu kamu, sangat membutuhkanmu, terutama Mario, bukankah kamu ingin memukulnya, maka kembali lah dan berikan pelajaran untuk pria tidak tau malu itu, Okey, kembalilah!! Aku akan duduk disana untuk menyumbangkan darahku padamu. Ingat ini tidak geratis, kamu harus mengganti rugi darahku yang keluar banyak buat kamu!" Bisiknya di telinga Eden, lalu dia kembali berdiri dengan tegap, melihat ke arah Dokter Isaac.


"Sudah Dok, anda bisa melanjutkanya." Ucapnya mempersilahkan kepada para Dokter dan staf yang lain untuk melanjutkan penolobgan terhadap Eden.


Dokter Isaac menjawab dengan menganggukan kepalanya singkat dan tersenyum penuh arti ke arah Daniel.


Sedangkan Daniel kembali melangkah untuk menyelesaikan tranfutasi darahnya, agar bisa mengembalikan kestabilan tubuh Eden.

__ADS_1


Dokter Isaac yang melihat langkah Daniel, kini kembali mengalihkan pandanganya ke arah Suster stafnya.


"Sekali lagi sus 200J " Pinta Isaac dengan Tegas.


"Baik Dok,200J siap Dok,"


"Satu..dua...deepp "


Tut..tut..tutt suara irama jantung Edenperlahan mulai kembali terdengar berdetak lagi. Sontak raut wajah yang tadinya penuh dengan ketegangan, kini berubah dengan senyum dari semua Dokter yang berada di dalam ruangan itu.


"Dok, jantungnya sudah kembali berdetak Dok." Seru salah satu Dokter lain yang berada disitu.


Sontak Dokter Isaac langsung tersenyum lega, "cepat lakukan penanganan yang lain, dan jika darah itu sudah siap maka segera lakukan transfutasi itu!" Perintahnya dengan tegas.


Daniel yang mendengar itu semua, langsung bernafas lega dengan senyum manisnya ."aku tau kamu wanita hebat, maka berjuanglah untuk kehidupanmu sendiri." Gumamnya dalam hati sambil terus menatap ke arah Eden yang sedang di tanganin.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Selamat pagi untuk semua para Readers Mimin yang tercinta. 😘😘


Segitu dulu yah Beb, nanti siang Mimin lanjut lagi, πŸ˜‰


Bye-bye, Roti sobeknya siang ya, kasian kalo buat sarapan mulu, nanti gak kenyang πŸ˜‚πŸ˜˜

__ADS_1


Hey gengs, Mimin punya rekomendasi cerita realigi nih karya teman Mimin, mampir ya ceritanya gak kalah seru koq 😘😘



__ADS_2