Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 52


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


Setelah kepergian Eden, pintu ruangan tempat Mario terbuka, menandakan bahawa dia telah selesai menjalani perawataan.


Tak lama kemudian keluarlah seorang Dokter pria baruh baya, "keluarga pasien Mario." Panggilnya dengan lembut.


"Kami Dok." Sahut Billy langsung berdiri dari duduknya.


"Bukan saya Dok." Timpal Max yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Billy,Briell dan Tamara.


Max langsung menelan salivanya kasar seperti ingin di terkam harimau lapar. "Ehm slow..canda bukan." Sahutnya menangkupkan kedua tanganya sambil tersenyum memperlihatkan giginya.


Tidak mau memperdulikan Max, mereka semua langsung menghampiri Dokter itu. "Bagaimana keadaan Tuan saya Dok?" Tanya Billy To The Point.


"Iya Dok, Daddy saya baik-baik aja kan." Exspresi Briell terlihat sangat khawatir sekali dengan Mario.


"Kalian tenang saja, Pak Mario hanya mengalami sedikit pendarahaan di bagian kepalanya saja, tidak ada luka serius. dan kami juga sudah melakukan ST-scan untuk melihat keadaan di dalamnya. Dan semuanya aman, pendarahaanpun sudah berhenti. Mungkin sebentar lagi Pak Mario akan sadar." Ucap Dokter itu dengan lembut dan senyum di wajahnya.

__ADS_1


Sontak Briell dan lainya tersenyum bahagia karna Daddynya selamat dan tidak mengalami luka yang serius. "Kalo begitu saya boleh liat Daddy saya kan Dok?" Tanyanya antusias ingin langsung melihat keadaan Mario.


"Boleh, tapi nanti ya, setelah kami memindahkanya di ruang perawataan." Kata Dokter.


"Baik Dok, jika begitu terima kasih banyak sudah menyelamatkan nyawa Tuan kami." Seru Tamara dengan menunduk hormat.


"Tidak perlu sungkan, ini memang tugas saya."


"Baiklah jika sudah tidak ada lagi yang mau di tanyakan, saya permisi dulu ya, oh ya pastikan Pasien harus banyak istirahat terlebih dahulu." Pamit sang Dokter yang langsung di iyakan oleh mereka.


Briell sejak tadi tidak sedikitpun pergi dari sisi Mario, terlebih saat ini Mario masih belum sadarkan diri namun dia selalu memanggil nama Eden.


Briell terus memperhatikan wajah Mario, dia melihat dengan detail, apakah Mario benar-benar belum sadar dan mengiggau nama Eden, atau hanya kebohongan saja agar terlihat menyedihkan.


"Sebenarnya apa yang terjadi dimasa lalu kalian? Aku mungkin memang masih kecil, tapi aku bisa melihat ada masalah besar yang terjadi, Daddy mencintai Mommy, tapi Mommy membenci Daddy, Daddy menatap Mommy dengan lembut dan sayang, tapi Mommy menatap Daddy dengan emosi dan rasa ingin menerkam, sebenarnya siapa yang salah? Daddy atau Mommy, lalu di pihak mana harusnya aku berdiri sekarang?" Gumamnya dengan sedih mengingat kalimatnya yang tadi di ucapkan pada Eden. "Apakah kalimat ku pada Mommy tadi memang salah ? Lalu kenapa Mommy tidak membela diri ketika aku menuduhnya?" Di dalam hatinya yang paling dalam, sebenarnya dia menyesal berbicara seperti itu tadi. Namun karna emosi akhirnya dia mengucapkan kalimat-kalimat tidak pantas itu.


Tamara yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Briell akhirnya membranikan diri mendekati anak singa dan harimau itu. "Briell, Daddy kamu pasti akan sadar sebentar lagi, kamu yang sabar ya." Tamara mencoba berbicara dengan lembut pada Briell, karna dia tau jika Briell tipe anak yang tidak bisa di kasarin.

__ADS_1


"Aunty bolehkah Briell bertanya sesuatu?" Tanyanya pada Tamara tanpa mengalihkan pandanganya dari wajah Mario.


"Anything sayang, kamu bisa bertanya pada Aunty apapun itu." Sahut Tamara mencoba mengajak Briell untuk duduk di sofa disebelah Billy.


Dan dengan patuh Briell mengikuti langkah kaki Tamara.


Setelah mereka duduk dengan tenang, Tamara membuka pembicaraan kembali. "Briell mau tanya apa sayang?" Tanya Tamara dengan lembut.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Daddy dan Mommy di masa lalu sebelum aku lahir ?" Tanyanya To The Point, dengan sorot mata yang tajam, persis seperti Mario jika sedang mengintrogasi bawahanya.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra

__ADS_1


__ADS_2