Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 88


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


Sudah 2 jam waktu berlalu namun ruangan itu masih tak kunjung terbuka, bahkan lampu penanda operasinya saja belum padam. Membuat Mario harap cemas menantikanya. "Sebenarnya berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan." Umpatnya kesal karna sudah terlalu lama menunggu.


30 menit waktu berlalu, dan kini terlihat lamou itu telah padam menandakan operasinya telah selesai. Sangking tidak sabarnya Mario sudah berdiri dengan tegap menunggu pintu itu terbuka.


Ckleekk akhirnya pintu yang sedari tadi dia tunggu itu terbuka juga. Dan terlihat Dokter Kenneth yang masih menggunakan pakaian operasinya lengkap.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanyanya yang sedari tadi sudah tidak sabar menunggu hasil operasinya.


"Selamat Tuan, operasinya berjalan dengan lancar, Tuhan mendengar semua doa kita Tuan Mario," sahut Dokter itu dengan senyum keberhasilan di wajahnya.


Mario langsung menggantikan wajah cemasnya menjadi wajah yang penuh kebahagiaan. "Benarkah itu Dok? Jadi istri saya sudah bisa jalan kembali kan dok." Ucap Mario benar-benar sangat antusias sekali menunggu saat itu tiba.


"Iya Tuan, setelah ini Istri anda tinggal melakukan beberapa therapy maka dia akan bisa kembali berjalan dengan normal." Balas Dokter Kenneth dengan jelas dan padat.


Mendengar kabar ini rasanya Mario ingin terbamg ke angkasa, sungguh dia sudah membayangkan betapa bahagianya keluarga kecilnya di saat Eden sudah kembali sehat dan mereka memiliki anak kedua untuk melengkapi kebahagiaan mereka. "Terima kasih Dok, terima kasih." Ucapnya dengan tulus dari hati.


"Sama-sama Tuan, ini memang tugas saya sebagai seorang Dokter untuk menyelamatkan pasienya." Tandasnya dengan ramah.


"Lalu kapan saya bisa menemuinya Dok?" Dia sudah sangat tidak sabaran untuk bertemu pujaan hatinya.


"Anda bisa menemuinya ketika kami sudah memindahkanya ke kamar perawataan Tuan, mohon bersabar sebentar lagi ya Tuan, biarkan staf saya menyelesaikan pekerjaanya terlebih dahulu." Serunya yang langsung di anggukannoleh Mario.


Setelah itu Dokter Kenneth berpamitan untuk pergi ke ruanganya. Sedangkan Mario masih setia berdiri dengan senyum bahagianya tak henti-hentinya berterima kasih atas kehidupan dan kesembuhan baru untuk istrinya.


"Kita pasti akan bahagia selamanya setelah ini." Lirihnya sudah tidak tau bagaimana mau mengekspresikan kebahagiaanya saat ini.


++++++


Sesampainya di ruang perawatan, Mario tak henti-hentinya menciumin punggung tangan istrinya itu, menunggunya membuka mata indahnya.

__ADS_1


"Rio." Tiba-tiba suara indah itu terdengar jelas di telinganya, membuat Mario langsung menatap ke wajah istrinya. "Sayang kamu sudah sadar?" Tanya dengan Khawatir.


Eden perlahan membuka matanya yang masih terasa berat karna pengaruh dari obat bius tadi, "Mario," lirihnya pelan menyebutkan nama suaminya.


"Iya sayang aku di sini." Sahutnya memberikan kecupan kecil di kening istrinya.


"Apa ada yang sakit sayang? Atau kamu butuh sesuatu?" Tanyanya dengan pelan sambil mengelus lembut pipi istrinya, dan di jawab dengan gelengan pelan dari Eden.


Kemudian Eden dengan perlahan mengambil jemari Mario yang sedari tadi di wajahnya, lalu mengecupnya. "Terima kasih karna kamu selalu ada mendampingiku di saat keadaanku seperti ini." Ucapnya tulus.


Mario tersenyum bahagia mendengar suara Eden yang sangat merdu baginya, sedari tadi dia ingin sekali mendengar suara itu, ya seperti itulah karna rasa cinta yang teramat besar di tinggal oleh Eden selama dua jam setengah saja dia rasa sudah hampir dua puluh tahun lamanya.


"Apa pun akan aku lakukan untuk kamu dan kebahagianmu sayang, apa pun itu." Balasnya tak kalah tulus.


"I Love you My Husband." Ucap Eden dengan lemah.


"Love you More My Wife." Balas Mario dengan memberi kecupan di bibir Eden.


Lima bulan berlalu, teraphy juga sudah selesai Eden lewati, kini perlahan Eden terlihat sudah bisa berjalan walaupun masih dengan berhati-hati, namun dia bahagia karna lagi-lagi Mario membuktikan cinta tulus yang dia miliki dengan merawat Eden selama masa pemulihanya.


Meskipun Mario selalu membuatnya kesal karna tidak bisa menahan nafsu birahinya yang sangat besar itu.


Pagi ini seperti biasa Mario dan Eden sedang berada di taman, menghirup sejuknya udara pagi serta embun yang menyeruput di kulit, membuat Eden semakin semangat untuk berlatih agar bisa kembali berjalan dengan normal.


Setiap harinya selama tiga minggu belakangan ini mereka selalu berjalan pagi mengitari taman-taman indah, tujuanya agar Eden tidak merasakan bosan jika berada di situ-situ saja.


Bahkan terkadang Mario membawa Eden ke pesisir pantai agar kakinya terbiasa menikmati kembali air laut yang menyejukan.


"Sayang kita istirahat dulu ya." Ajak Mario pada Eden, yang berjalan sambil memegang tangan istrinya. karna mereka sudah mengitari taman sebanyak dua kali.


Namun di saat Mario melepaskan tangan Eden dan mencoba melihat kursi yang akan mereka duduki itu bersih atau tidak, Eden merasakan sakit yang hebat di kepalanya. "Rio." Panggilnya dengan suara yang pelan sambil memegangi kepalanya yang sangat berat, akan tetapi Mario tidak mendengarnya. "Mario." Panggilnya sekali lagi menahan agar dirinya tetap bertahan sadar.

__ADS_1


Mario sekilas mendengar suara Istrinya yang memanggilanya langsung cepat membalikkan tubuhnya, dan betapa terkejutnya dia melihat istrinya yang nyaris terjatuh karna pingsan, dengan cepat Mario menangkap tubuh Eden dan membawa ke gendonganya. "Sayang bangun sayang,,sayang kamu jangan ngerjain aku dong." Serunya dengan khawatir, namun tetap tak ada respon dari wanitanya.


"Siall!" Umpatnya lalu menggendong tubuh istrinya menuju mobil dan membawanya ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Mario dengan panik langsung berteriak di lorong rumah sakit tersebut. "Tolong cepat bantu istri saya!" Perintahnya tegas dengan suara baritonya, membuat para staf di lorong itu bergegas membantunya.


"Sayang kamu bertahan ya, maafin aku karna sudah memaksamu terlalu keras berlatih." Serunya lembut sebelum Eden di masuki ke dalam ruang UGD.


Tak lama kemudian keluarlah sosok dokter dari ruang, Mario yang melihat Dokter itu langsung berdiri dan menghampirnya. "Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Mario.


Dan Dokter itu langsung tersenyum melihat kekhawatiran yang besar di wajah Mario. "Istri anda tidak apa-apa Tuan, kondisi saat ini memang sangat rawan sekali terjadi pada ibu hamil," seru Dokter itu dengan senyuman, di tambah dia melihat ekspresi Mario yang menampilkan wajah bodohnya di depan Dokter itu.


"Mmm-mak--ss-uud Dokter haaa-mill apa?" Tanyanya gugup memastikan bahwa pendengarnya tidak sedang bermasalah saat ini.


"Istri anda tengah mengandung Tuan, selamat ya." Ucap Dokter itu dengan mengulurkan tanganya memberikan selamat pada Mario.


Sontak Mario langsung kegirangan bagaikan orang gila. "Istri saya beneran hamil lagi Dok?" Dia bertanya sekali lagi untuk memastikan kali ini dia bukan hanya sekedar bermimpi.


"Benar Tuan, namun untuk usia kandunganya mungkin saya akan merujuknya pada Dokter Obygn," ujar Dokter itu.


"Baik Dok, tidak masalah anda mau merujuk istri saya kemanapun yang penting untuk kebaikanya." Jawabnya asal.


"Jika begitu, saya tinggal ya Tuan, dan tolong kondisi ibunya di jaga dengan baik." Pamit Dokter itu.


"Itu pasti Dok." Jawabnya penuh keyakinan tinggi.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2