
π©π»βπ» Happy Reading π
Pagi ini seperti biasa keluarga Mario terlihat sangat begitu rame dengan keributan ketiga anaknya.
Setiap harinya Eden akan kewalahaan mengurus ke empat pasukanya itu, karna Mario memang tidak suka jika pekerjaa rumahnya yang mengurusi keperluanya.
Baginya pekerja rumahnya hanya perlu membersihkan rumah, dan juga memasak makanan.
Jika urusan anak-anak dan dirinya sendiri, Mario meminta Eden yang langsung dan wajib turun tangan, dan beruntungnya Eden memang mengetahui jika kewajibaanya memang melayani suaminya.
"Sayang, mana pakaian ku ?" Teriaknya mencari pakaian kerjanya.
Eden yang masih sibuk memakaikan baju untuk Brio itu akhirnya kesal sendiri karna Mario selalu saja teriak-teriak di pagi hari. "Ada di atas tempat tidur coba di liat pake mata." Jawabnya kesal.
"Mommy, rambut Briell belum di ikat ini sudah jam berapa." Seru Briell yang sedari tadi menunggu Eden selesai memakaikan baju untuk Brio.
Eden terlihat buru-buru menyelesaikan putranya terlebih dahulu, namun belum selesai lagi-lagi Mario bersuara. "Sayang Brina bangun." Teriaknya memanggil istrinya.
"Iya sebentar, kamu kasih susu yang ada di situ udah aku siapkan." Sahutnya dengan berteriak juga.
"Dah, anak Mommy sudah ganteng." Dia memuji penampilan putranya yang terlihat sangat tampan dan imut, karna wajahnya mirip dengan dirinya.
Tak lama Briell kembali datang dengan raut wajah kesalnya, "Mommy Briell udah telat ini." Rengeknya pada Eden, yang di balas dengan senyuman oleh Mommynya. "Ayo sini anak gadis Mommy," ucapnya pelan meminta Briell untuk duduk agar dia bisa mengepang rambut Briell.
Dan tak lama kemudian muncul Mario dengan menggendong Brina, "sayang dia gak mau tidur lagi." Lapornya pada Eden yang masih sibuk mengikat rambut si sulung.
"Ya sudah sini letak Brina di sini, kamu cepat pakai bajunya, anak-anak sudah nungguin." Seru Eden yang masih fokus pada putri sulungnya.
__ADS_1
"Sudah." Serunya di saat selesai mengepang rapi rambut Briell.
Briell langsung menoleh pada Mommynya, "makasih ya mom, cupp." Ucapnya lalu mengecup pipi Eden dengan lembut.
Lalu Briell mengajak Brio turun ke bawah untuk memakan sarapanya.
Eden menarik nafasanya dalam-dalam sambil melihat langkah kaki putra dan putrinya, hingga Mario muncul kembali, "anak-anak sudah turun ke bawah sayang?" Tanya dengan membawa kemeja di tanganya.
Eden yang mengerti langsung berdiri dan membantu Mario untuk menggunakan kemejanya. "Iya baru saja mereka turun." Jawabnya sambil mengancing satu persatu kancing kemeja suaminya.
Cupp,,cupp, Mario memberikan kecupan-kecupan kecil di wajah istrinya, hingga berubah menjadi Luma***tan panas.
Eden nyaris kehilangan nafas karna ciuman Mario yang selalu saja suka hilang kendali, dia melepaskan ciuman itu dan memberikan kecupan sekali lagi. "Love you." Seru Eden dengan senyum.
"Love you to sayang." Jawabnya namun tanganya selalu nakal meremas boking Istrinya gemas yang menjadi kebiasaan mereka setiap pagi.
Mario langsung menarik nafasnya dalam-dalam, ccuup sekali lagi kecupan dia berikan di kening istrinya, lalu dia duduk di sofa agar Eden bisa memasangkan kaos kaki untuknya.
Begitulah hal yang selalu di lakukan Eden setiap harinya selama menjadi istri Mario, dia selalu memakaikan kemeja, kaos kaki hingga jas untuk Mario. Bukanya dia lebay atau sok berbakti.
Tapi inilah yang di ajarkan Mendiang Roza padanya dulu, yang selalu mengatakan bahwa suami adalah raja untuk kita dan wajib di layani dengan sepenuh hati.
Mamah Roza menghembuskan nafas terakhirnya di tahun ketiga pernikahaan Eden, dia menderita sakit yang sudah lama dia derita namun tidak pernah dan mau memberitahukan pada putri dan menantunya.
Hingga saat Eden dan Mario mengetahui hal itu, mereka sudah sangat terlambat, Mamah Roza sudah tidak bisa tertolong dan memilih pergi untuk selama-lamanya menyusul mendiang Papah Jones.
Di saat Mario sudah selesai dengan pakaian lengkapnya, dia segera turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama dua pasukanya.
__ADS_1
Sedangkan Eden masih mengurusi Brina yang kembali tertidur setelah tadi Mario membangukanya dengan teriakan suaranya.
Mario dan Eden memang tidur bersama dengan anak-anaknya kecuali Briell, Mario tidak mau tidur terpisah dari anaknya karna baginya umur seperti Brio dan Brina masih harus dalam pengawasan orang tua.
Dan setelah meletakan Brina kembali di Baby codnya, Eden segera menyusul turun ke bawah untuk melayani suami dan Anak-anaknya.
Eden langsung memeluk dan memberikan ciuamn hangat pada Putri dan putranya itu. "I love you." Ucapnya pelan pada Briell dan Brio.
"Love you to Mom." Sahut Briell.
"Love you more Mom." Seru Briio dengan masih mengunyah nasi goreng di mulutnya.
Eden tersenyum mendengar ucapan cinta dari anak-anaknya, lalu dia beralih mencium bibir suaminya. "Love you Dear." Serunya entah yang sudah ke berapa kali pagi ini.
"Love you more,,more and more Darling." Balasnya dengan tersenyum puas.
Jika Eden memberikan kecupan dan pelukan terhadap anak-anaknya, maka itu juga berlaku pada Mario.
Meskipun dia sudah mendapatkanya terlebih dahulu setiap hari di kamar, tapi dia tetap ingin dan ingin di perlakukan dengan adil, jika tidak dia akan terus menerus bad mood setiap harinya dan karna Eden tidak mau itu terjadi, maka dari itu dia selalu adil dalam memberikan kasih sayang pada suami dan anak-anaknya agar tidak saling cemburu.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1