Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 51


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


"Tiiiiiiiidaaaakkk......" jeritan Eden melihat Mario di tabrak dengan keras oleh mobil melintas.


Mario menyelamatkan Eden dengan cara mendorongnya, dan Naas, Mariolah yang tertabrak karna menggantikan posisi Eden.


Dengan cepat Eden langsung belari ke arah Mario, yang terlihat sudah mengeluarkan banyak darah. "Mario..Mario bertahanlah, aku mohon." Tangisnya pecah melihat mata Mario yang sudah tertutup dan enggan manyahuti panggilanya.


"Mario..kenapa kamu menyelamatkan ku? Kamu bodoh Mario..kamu bodoh..hiks..hiks.. harusnya kamu biarkan saja aku yang tertabrak..tapi kenapa kamu mendorongku..Mario buka matamu.please, kamu jangan ngerjain aku kaya gini.." ucapnya dengan meninggikan suaranya, dan terus mengguncang tubuh Mario, namun tak ada respon sama sekali dan membuatnya semakin menjerit.


"Mmaaarrriiooo banngggun !! Aku tau kamu cuman ngerjain akukan.. bangunnn.." teriaknya dalam tangisan, terus mengguncang tubuh Mario.


Billy dan Max yang melihat itu langsung cepat melangkah mendekati Mario dan mengangkat tubuh Tuanya itu, dan membawanya kerumah sakit terdekat agar secepatnya mendapatkan pertolongan, tanpa mengeluarkan suara apapun.


Sesampainya dirumah sakit, Mario langsung di bawa kedalam ruang tindakan, sedangkan Eden,Billy dan Max masih setia menunggunya di luar.

__ADS_1


Eden sangat terlihat cemas, bahkan air matanya tidak pernah berhenti mengalir, dia sangat menyesali ucapan kalimat yang tadi dia ucapkan, harusnya dia tidak mengatakan itu. Dan tidak membuat Mario keluar dari mobil.


"Maaafin aku Mario." Lirihnya pelan sambil terus berdoa untuk pria yang selama ini menggangu hidupnya.


Namun dari kejauhan terlihat Briell datang bersama dengan Tamara, dengan raut wajah yang emosi dan penuh air mata.


Dia langsung menuju ke arah Eden, dan memukul-mukul tubuh Eden. "Hikss..hikks.. apa Mommy sudah puas sekarang? Apa Mommy sudah bahagia melihat Daddy yang seperti ini ha" teriaknya sambil terus memukul Eden.


Dan Eden sama sekali tak melawanya, Eden hanya diam dan menangis, "sayang maafin Mommy.." ucapnya mencoba memeluk putrinya.


Eden langsung bangkit dari posisinya, "Briell dengarin penjelasan Mommy dulu Nak," ucap Eden, lagi-lagi mencoba mendekati putrinya, dan sekali lagi Briell mendorong tubuhnya.


"Aku sudah pernah bilangkan, aku menyesal di lahirkan denganmu, aku membencimu, aku tidak ingin darahmu mengalir di tubuhku," bentaknya yang langsung mendapat tamparan keras dari Eden.


Plaaaaakkkk Eden memberikan tamparan keras pada putrinya, agar putrinya itu bisa tau tata cara berbicara pada orang tua itu seperti apa.

__ADS_1


"Apa kamu pikir disaat Mommy mendapatkan kamu Mommy bahagia, tidak Briell.. Daddy kamulah yang memaksa ku untuk menerimamu dan mengandungmu, apa kamu pernah tau apa yang Daddy kamu lakukan terhadapku, Daddy kamu menghancurkan semua masa depan dan impianku, apa kamu pernah menyalahkanya? Bagimu dia sangat sempurna, tapi bagiku dia adalah perusak hidupku.. dan apa kamu tau.. aku bekerja pagi smpai malam tanpa mengenal waktu untuk siapa jika bukan untuk membahagiakan kamu, dan sekarang apa kamu bilang? Kamu menyesal lahir dariku, Sebaiknya kamu tanya kepada Daddy kebangganmu itu, apa yang sebenarnya terjadi. Dan jika memang kamu menyesali karna memiliki seorang ibu seperti ku, maka kamu tidak akan pernah mempunyainya lagi." Ucap Eden langsung melangkah meninggalkan putrinya yang masih terduduk sambil memegang pipinya yang bekas tamparan dari Ibunya.


Dia bahkan tidak berani menjawab apapun, dia hanya diam mencerna semua kalimat yang baru saja di lontarkan oleh Eden, dia hanya mampu melihat langkah kaki dari Ibunya yang pergi meninggalkanya.


Eden terlalu sakit mendengar semua kalimat putrinya, dia benar-benar merasa sudah menjadi manusia tidak berguna saat ini, hingga anaknya saja bisa membencinya seperti itu.


Anak yang dulu dia terima walau sakit, anak yang di jaga dan di sayangi selama ini, anak yang baginya adalah hidupnya, anak yang karnanya Eden berusaha bekerja dengan sebaik mungkin, anak yang tadi membuatnya berpikir untuk berdamai dengan masa lalunya.


Kini dengan lantang mengucapkan bahwa dia menyesal memilikinya sebagai Ibu.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2