
π©π»βπ» Happy Reading π
Mario benar-benar tak bisa berpikir apa pun saat ini, "Lucas ku mohon hentikan semua ini sekarang! Kamu taukan jika Daniel lah penyebab Papah Istriku meninggal, aku sengaja menyembunyikanya karna aku tidak ingin Eden semakin terluka lagi." Ucapnya mengacak rambutnya frustasi.
"Kamu tenang saja Mario, aku yang memulai semuanya maka aku juga yang akan mengakhiri ini. Kamu taukan prinsipku jika nyawa di balas dengan nyawa." Ucapnya dengan penuh keyakinan, Siapa pun tau jika Lucas tidak akan pernah bermain dalam kata-katanya.
Mario menatap tajam ke arah Lucas dengan pandangan meremehkan. "Apa memangnya yang bisa kamu lakukan ?" Tanya Mario dengan sinis.
Lucas hanya menanggapi ucapan Mario dengan tertawa sinis, lalu dia memilih bangkit dari duduknya tanpa memperdulikan Mario yang sedari tadi menatapnya dengan tajam.
"Lebih baik kamu pergi dari negara ini sekarang! Urus istrimu yang koma itu, dan anak kamu yang sepertinya ketika besar aku akan menjadikanya ketua gengster." Ucap Lucas se enaknya membuat Mario naik pitam dibuatnya.
Mario reflek langsung mengambil sebuah pulpen dan melemparkanya pada Lucas, yang membuatnya semakin tertawa dengan tingkah laku Mario.
__ADS_1
Mario yang terus menerus melihat Lucas tertawa langsung merasakan kesal yang sangat besar. "Cukup Lucas, di saat kondisi tegang seperti ini kamu masih bisa tertawa." Bentak Mario dengan kesal.
"Kamu ini kenapa Mario? Bukankah kita berdua ini sama, oh ayolah Mario jangan kamu lupa posisi kamu sebagai ketua Mafia di Eropa, kita sama-sama seorang pembunuh dan kita juga sama-sama suka memutilasi manusia. Jangan karna sebuah cinta kamu melupakan semua itu!" Seru Lucas dengan tegas memperingatkan posisi Mario yang tidak banyak di ketahui orang luar.
Mario langsung terdiam mendengar kalimat itu, dia sadar siapa dirinya. Seseorang yang sudah membunuh mungkin ratusan manusia apakah pantas mendapatkan Eden, wanita baik-baik yang membencinya karna ulahnya dia sendiri.
Lucas yang sedari tadi menatap ke arah Mario langsung menyadari perubahan raut wajah itu. "Kita boleh jatuh cinta Mario, dan kita memang wajib melindungi mereka, tapi kamu harus ingat satu hal Pendosa tetaplah Pendosa, meskipun kamu meninggalkan dunia hitam pun tidak akan merubah atau pun menghapus dosa mu. Dan ketika kita mati nanti, kita hanya akan tinggal memilih pintu neraka mana yang akan kita masuki." Ucapnya penuh kebanggaan, seakan-akan dirinya lah yang akan menjadi ketua mafia di neraka nanti.
"Tapi Daniel sangat licik, dia tidak pernah ragu melukai orang-orang baik seperti Tuan Jones, bahkan tidak tanggung-tanggung dia bahkan menggunakan nyawa adiknya sendiri, namun sayang adiknya itu sangat tidak berguna." Timpalnya lagi, di saat dia melihat keganjalaan dari kecelakaan yang disebabkan Mario kamarin lewat CCTV di jalan.
"Jadi apa rencana mu saat ini?" Tanya Lucas langsung to the point.
Kebiasaanya jika ingin membunuh seseorang maka dia tidak akan bisa sabar, karna baginya hidupnya akan hampa jikw satu hari saja tidak membunuh dan melakukan mutilasi pada manusia.
__ADS_1
"Aku akan pergi ke Indonesia dan merawat istriku, dan kamulah yang mengurus Daniel. Dan aku mau ketika kamu kembali bawakan aku kepalanya. Aku mau lihat kamu atau dia yang lebih unggul." Jawabnya singkat tanpa memeperdulikan apakah Lucas akan tersinggung atau tidak, karna dia tau Lucas tidak akan pernah menyakiti orang-orang terdekatnya.
Lagi-lagi Lucas tertawa lebar di buat oleh ucapan Mario, "apakah kamu mencintai istrimu?" Tanyanya tiba-tiba langsung membuat Mario menoleh dan menatap tajam ke arahnya.
"Jelas aku sangat mencintainya, kenapa kamu tiba-tiba menanyakan itu?" Tanya Mario yang belum mengetahui jika Lucas sudah menikah.
"Apa kamu tau apa arti Cinta?" Tanyanya balik dengan raut wajah yang sangat serius, bahkan lebih serius dibandingkan saat membicarakan rencana pembunuhaan.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra