
π©π»βπ» Happy Reading π
"Jadi bagaimana keadaan Eden La?" Tanyanya pada Stella yang saat ini masih menangani Wanitanya.
Terlihat Stella langsung menghembuskan nafasnya perlahan dan menatap ke arah Marcell dan juga Justin sebagai dukungan atas jawaba yang akan di berikanya.
"Keadaanya masih tetap sama Kak, kita harus mengoprasinya segera mungkin untuk menghilangkan pembengkak di otaknya dan itu juga sebenarnya sangat berbahaya karna kemungkinan berhasilnya hanya 40% dan sisanya hanya Tuhan yang menentukanya." Seru Stella yang menyampaikanya dengan lembut agar Mario dapat mencernanya dengan jelas.
Mario langsung terdiam dan menampilkan senyum tipisnya. "I see, aku meminta pada kalian dengan sangat, tolong lah sembuhkan dia La, cumn dia dan Briell lah semangatku saat ini." Mohonya pada Stella selaku Dokter yang menanggani Eden.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin kak." Jawab Stella dengan senyuman.
"Iya bro, kmu tenang aja kami pasti akan berusaha menyelamatkan istri kamu." Ucap Marcell yang sengaja menekan kata istri agar Mario tau diri.
Mario langsung menatap Marcell dengan tajam, dia menganggap jika Marcell menyukai wanitanya, dan Marcell yang merasa di tatap pun jadi menatap balik dengan tak kalah tajam, bahkan jika bisa tatapan mereka akan keluar api.
Stella dan Justin yang mentap itu hanya bisa saling menahan senyum mereka saja.
Hingga terdengar suara pintu yang terbuka memperlihatkan sosok yang datang, namun Mario dan Marcell tidak memperdulikn itu, mereka masih terus bertatapan satu sama lain.
Stella langsung memeluk sosok seseorang yang datang yang tidak lain adalah suaminya Arnon dan asisten gesreknya Jerry.
"Mereka kenapa sayang?" Tanya Arnon yang sedari masuk sudah melihat Marcell dan Mario yang bagaikan orang bodoh.
Stella langsung terkekeh mendengar pertanyaan suaminya, "biasa orang cemburu yang tidak tau tempat." Sahut Stella dengan santai.
__ADS_1
Jerry yang mendengar itu langsung memperlihatkan sisi jahilnya.
Dia langsung melangkah maju berdiri di tengah-tengah Kedua pria yang sedang bertelapati lewat mata itu.
Arnon, Justin dan Stella yang masih berada di dalam ruangan itu juga langsung tertawa tanpa suara melihat Jerry yang
"Aaahhh yaahhh mass apa aku kurang sexy yeee,, aaahhh brrr." Serunya dengan suara mendesay bagaikan kejepit pintu. Membuat kedua pria itu langsung mengalihkan pandanganya kepada Jerry yang saat ini sedang memegang dadanya.
Mario langsung memandang Jerry dengan tatapan jijiknya. Sedangkan Marcell yang sudah tau tingkah laku gila sahabatnya itu langsung tersenyum menahan tawanya.
"Jerry kamu taukan jika orang lagi berdua maka yang ke tiga adalah?" Tanya Arnon yang mencoba menahan tawanya.
"Yang ke-3 adalah Jerry Morses." Sahut Jerry dengan penuh kebanggaan.
"Aduuhhh sakitt Pea." Keluhnya menggosok-gosok kepalanya yang habis terkena toyoran Marcell.
"Lagian loe di mana-mana yang ke-3 itu setan, mau loe jadi setan." Tanya Marcel kesal dengan tertawa sinis kepada Jerry.
"Gak papah, karna aku sudah mempunyai seorang bidadari-"
"Yang kamu beli dengan harga 15 ribu." Sahut Stella dengan judes
Semua yang di dalam selain Mario situ sudah tak bisa lagi menahan tawa akibat ulah Jerry yang selalu tidak waras.
Jujur Mario memang belum mengerti bahasa Indonesia. Sehingga dia hanya terdiam tanpa ekspresi melihat tingkah laku dari orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
Hingga Stella menyadari ekspresi dari Mario dan langsung menghentikan tawanya canggung dan replek menyentuh suaminta juga agar berhenti tertawa.
"Maaf Kak Mario bukannya maksud kita-" Stella canggung menyadari jika dia sedang tertawa lepas di tengah-tengah penderitaan Mario yang sedang berjuang atas kesembuhan istrinya.
Mario yang mengerti jika Stella canggung padanya dengan cepat mengeluarkan senyuman manisnya. "Gak papah kok La, santai aja sama aku." Serunya dengan lembut.
Setelah dari ruangan Stella, Mario kembali ke dalam ruangan Eden. Dia menyuruh mama Roza dan Briell untuk pulang ke rumah yang baru dia beli kemarin.
"Eden sayang, kapan kamu sadarnya ? Kamu gak capek apa tidur terus seperti ini? Apa kamu benar-benar mau aku merebut dan membawa anak kita pergi jauh dari kamu? Atau kamu mau aku memperkosa mu lagi agar segera hadir anak kedua kita di dalam sini." Ucapnya sambil mengelus perut Eden.
"Di sini dulu kamu mengandung anak kita, makasih karna kamu sudah bersedia melahirkan Briell untuk ku, aku bersyukur dapatin kamu sayang." Serunya tanpa terasa air matanya jatuh dengan perlahan. Memperlihatkan sisi terlemahnya.
Maaf ya telat gengs, Mimin tulis segini dulu ya, nanti malam kita ketemu lagi ππ
Nih Mimin kasih bonus Hot Daddy
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1