
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Saat ini keluarga besar Mario tengah terlihat sibuk bersiap-siap untuk melakukan potret keluarga bersama.
Namun lagi-lagi Eden di pusingkan oleh kelakuan tiga pasukanya itu.
Sedangkan Mario yang terlihat sedang tertidur sambil menunggu anak dan istrinya itu selesai.
Terdengar suara tangisan Brina yang menggelegar, "Brio nanunana, huaaawaaa," Tangis Brina yang membuat siapapun pusing mendengarnya.
Namun seperti biasa Brio tidak pernah menanggapi atau menyahuti orang-orang sekitarnya, dia hanya fokus pada game di Ipadnya.
"Kenapa Brio kenapa ?" tanya Eden stress sambil menguncir rambut Briell.
"Brina, nanti Mommy pukul bokingmu ya? Kenapa ? Bicara?" bentaknya pada Brina yang selalu menangis kencang di saat dirinya tidak mendapatkan apa yang dia mau.
"Brio naninunaaa," jawab Brina di sela-sela tangisanya.
"Apa sih Brina? Apa ?" tanyanya kesal pada anak bungsunya.
Namun Brina bukanya menjawab dia hanya terus menerus menangis hingga membangunkan Mario yang tertidur.
"Brina diam! Daddy mau tidur," Bentak Mario yang merasa sangat tergangu dengan tangis babynya.
Dan bukanya berhenti Brina semakin menangis dengan kencang.
"Sayang, aku capek, Brina dulu," mohonya pada Eden agar mengurus Brina terlebih dahulu, karna dia merasa brisik.
"Brio katakan ada apa ?" tanyanya pada anak laki-lakinya yang selalu menulikan pendengaranya jika di panggil atau di tanya, karna jiwanya yang sangat berat pada gamenya akan menghilangkan fokusnya jika dia menyahuti panggilan.
__ADS_1
Melihat Brio yang tidak mau menyahuti, dan Brina yang terus menerus menangis, akhirnya Mario bangkit dari tidurnya.
"Brio kenapa ? Kalo kamu gak mau jawab, Daddy buang Ipad sama Ponselmu ya ," bentak Mario yang sudah hilang kesabaran dengan anak-anaknya itu.
Sedangakan Eden memilih pergi masuk ke kamar untuk kembali bersiap-siap, karna ini sudah telat dua jam dari waktu pemotretan yang sebenarnya.
Berbeda dengan Briell yang lebih memilih main game di laptop tanpa memperdulikan adik-adiknya yang sedang bertengkar.
"Brio Daddy hitung 1 sampai 3 kalo kamu gak mau jawab, Daddy buang jauh-jauh Ipad kamu ya," ancamnya sekali lagi, namun tidak sama sekali di gubris oleh putranya itu.
"1," hitunganya di mulai namun tidak di tanggali oleh Brio.
"2,," Brio sama sekali tidak takut dengan ancaman yang di berikan oleh Daddynya.
"3," masih tidak ada jawaban, hingga Mario memilih bangkit dan merampas Ipad yang berada di tangan Brio saat ini.
Namun bukanya menjawab Brio malah angry bird dengan mengahancurkan semua barang yang ada.
"Aaaarrrrgggghhhh mau main game aja gak boleh," Kesalanya dengan terus menerus melempar seluruh barang yang ada.
"Brio jawab! Apa yang di mau sama Brina ?"tanyanya yang sudah benar-benar habis kesabaran.
Bukanya menjawab Brio malah masuk ke dalam ruangan kerja Mario, dan mengunci dirnya di dalam situ.
"Briell adiknya kenapa ?" tanya Mario yang sudah sangat stress menghadapi dua anak yang selalu saja bertengkar.
Briell menjawabnya dengan gelengan kepala sambil sedikit tersenyum, membuat Mario hanya menggelengkan kepalanya pusing.
Dan setelah drama berkepanjangan yang memakan waktu berjam-jam lamanya.
__ADS_1
Kini tibalah saatnya mereka melakukan sesi pemotretan keluarga.
"Brio kamu di sini sayang," Ucap Eden dengan lembut menahan kesalnya malu dengan beberpa photographer yang melihat tingkah laku nakal pasukanya.
"Briell kamu di situ," Eden benar-benar menahan rasa kesalnya apalagi melihat Mario yang dengan santainya duduk bermain game.
Bahkan sang photographer juga ikut pusing mengatur dua pasukanya yang benar-benar munguji kesabaran jiwa.
"Brina sini Mommy gendong," ucapnya memaksa menggendong putri bungsunya namum Brina malah memberontak.
"Mario kamu terus main game aku buang ponsel kamu." Ancamnya yang sama persis seperti Ancaman Mario pada Brio.
Namun bedanya Mario langsung mendengarkan ancaman itu dan langsung menyimpan ponselnya.
Dia ikut mengatur anak-anaknya yang selalu saja membuat darah tinggi siapapun yang melihatnya.
Bahkan mereka sudah sering sekali bergonta ganti Baby sister untuk merawat putra dan putrinya.
Setelah setengah jam lamanya. Akhirnya pasukanya itu sudah bisa di atur, namun Brio terus menerus Angry bird karna dari awal sudah di paksa melakukan ini dan itu yang tidak sesuai dengan keinginanya.
Tamat.
Terima kasih semua ya pembaca terhormat, yang sudah memberikan dukungan atas karya ini.
Mulai bsok mimin akan mulai aktiv di Lucas yaโบ๏ธ๐๐ป
Terima kasih dan salam satu hati, Mimin cinta kalian semua๐ฅฐ๐ฅฐ
__ADS_1