
π©π»βπ» Happy Reading π
"Aaarrgghhh panass,..panasss.. hikss." Teriak Jasmine disaat Briell menyiramkan susu panasa itu di wajah Jasmine.
"Rasain, ini belum selesai." Bukanya kasian Briell malah menjambak rambut Jasmine, persis seperti apa yang dilakukan oleh Mario kemaren terhadap Viona.
"Aaarrrggghhh sakit." Jeritnya menahan sakit di wajah dan rambutnya yang di jambak oleh Briell.
"Kata Daddy aku kamu dan Mamah kamu itu sampah! Maka tempatmu itu bagusnya di tempat sampah," ucap Briell langsung menarik Jasmine hingga ke tempat sampah.
Semua anak yang melihat Briell melakukan itu, sebagain ada yang lari ketakutan dan sebagianya ada yang mengerumbungi dan menunggu kejadian selanjutanya.
Kimmora dan Audrey juga merasa terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Briell, sedangkan teman-teman Jasmine yang melihat temanya itu menjerit kesakitan langsung menolong dan ada yang memanggil guru.
"Hey..hey ada apa ini?" Tanya sang guru yang datang karna mendapatkan laporan dari beberapa murid, jika Briell tengah melakukan tindak kekerasan di sekolah.
Dan betapa terkejutnya guru itu ketika melihat Briell dengan berani mendorong tubuh Jasmine ke tempat sampah. "Briell berhenti!" Bentak sang guru yang tidak menyangka anak sependiam Briell bisa melakukan hal seperti itu.
__ADS_1
Dengan cepat bu Alice selaku wali kelas mereka, langsung menarik tubuh Briell, dan sebagian guru yang lain membawa Jasmine kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan di wajahnya.
Sedangkan Briell langsung di bawa masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Dan pihak sekolah langsung menghubungi orang tua dari Gabriella.
********
Tak lama kemudian dengan wajah yang sangat khawatir Eden langsung mendatangi sekolah Briell setelah mendapatkan telpon dari pihak sekolah.
Saat ini Eden tengah mendengar semua penjelasan dari kepala sekolah dan wali kelas Briell, namun tatapanya penuh kekecewaan itu fokus menatap Putrinya yang sedang tertunduk cuek bagaikan tidak perduli dengan apa yang dilakukanya tadi. "Baik Pak, terima kasih banyak atas pengertianya, dan sekali lagi maafkan putri saya." Lirihnya lembut dan tertunduk hormat pada kepala sekolah itu.
Briell yang melihat semuanya sudah selesai langsung berlari keluar, dia ingin segera mengadukan semuanya pada Mario. Dia sangat marah karna pihak sekolah mengeluarkanya dari sekolah itu dan mencoret nama Briell dari daftar yayasan sekolah. Dan yang membuatnya semakin marah lagi-lagi Eden hanya terdiam tanpa mampu membelanya sama sekali.
Eden yang melihat putrinya pergi dengan sebuah Taxi, dengan cepat langsung masuk kedalam mobilnya dan mengejar taxi yang membawa putrinya. Hingga berhenti disebuah perusahaan besar yang baru pertama kali dilihat oleh Eden.
"Briell, berhenti." Teriaknya sekali lagi disaat Putrinya berlari masuk kedalam kantor besar itu, dan dengan langkah seribu Eden ikut mengejarnya.
Namun dari awal masuk, para karyawan dan satpam langsung tunduk hormat pada Briell. Membuat Eden semakin bingung.
__ADS_1
"Briell." Panggilnya sekali lagi ketika putrinya memasuki Lift khusus CEO, dan dia menunggu anaknya itu berhenti di lantai berapa, baru dia akan menaiki Lift sebelahnya yang khusus karyawan. Hingga lift itu berhenti di angka 15, dengan segera Eden langsung menaiki lift sebelahnya.
Dengan raut wajah penuh emosi Briell langsung menerobos ruangan Daddynya, hingga membuat Mario, Billy dan Tamara sekertaris Mario langsung menatap satu sama lain.
Mario yang mengetahui keadaan langsung berdiri menghampiri putrinya. "Briell anak Daddy kenapa sayang? Kok mukanya cemberut begini." Tanyanya penasraan dengan putrinya yang tiba-tiba datang dengan wajah yang emosi dan baju seragam yang sedikit kotor.
"Briell dikeluarkan dari sekolah Dad." Jawabnya dengan emosi yang langsung membuat Mario melakukan hal yang sama.
Tatapan Amarah Penuh dari Gabriella Jonathan.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra.