
๐น Happy Reading ๐น
Keesokan harinya, terlihat keluarga Jonathan yang tidak jadi pulang hari ini, karna Brio dan Brina yang masih ingin bermain ke Bali sesuai rencana kemarin yang nyaris batal karna cuaca yang tidak mendukung liburan mereka.
Namun karna perkiraan cuaca tiga hari ke depan di prediksikan cerah, membuat Mario memutuskan menepati janjinya untuk membawa para kurcacinya pergi ke pantai Bali.
Tak lupa keluarga Lesham yang juga ikut serta agar bisa berlibur bersama.
"Sayang apakah semua barang-barangnya sudah siap?" tanya Mario kepada Eden yangbterlihat masih sibuk mengatur keperluan si bungsu.
Eden menoleh kepada Mario yang terlihat sedang bermain Judi di Ipad, "bentar lagi," Teriaknya sambil memasukan barang-barangnya.
"Mommy, where my ipad? tanya Brina yang sedari tadi keliling mencari Ipadanya yang di gunakan oleh Mario.
Eden yang iseng langsung menunjuk ke arah Mario, "Mommy tidak tau sayang, tanya Dadddy," balas Eden yang mendapatkan tatapan sinis dari Mario.
Namun bukanya takut Eden malah terkekeh melihatnya, dengan langkah imutnya Brina langsung menghampiri Mario yang tengah serius melihat kartu-kartu yang masuk.
"Daddy give me My Ipad." Pintanya dengan suara cadel pada Mario, dan perlahan tanganya mulai menyentuh ipad miliknya.
"Tunggu dulu Brina Daddy masih pakai, nanti Daddy kembalikan." jawab Mario yang menolak memberikan Ipadnya pada Brina.
"Give me my ipad," teriak Brina dengan keras.
Mario menggelengkan kepalanya menolak, "Brina Dont touch! No no dont touch!" tegasnya pada Brina namun sama sekali tidak di perduli.
"Give me my ipad," rengek Brina dengan kesal pada Daddynya.
"Tunggu dulu nanti Daddy kasih, Brina jangan buat Daddy marah ya," tolak Mario dengan kalimat penuh penekanan pada anak bungsunya.
Brina yang mempunyai tubuh kecil, kini merayap naik ke atas meja dan duduk di depan Ipad melindungi pandangan dari Daddynya. "Give me My ipad." Tegasnya sambil mengambil alih Ipad dari tangan Mario.
"Nah,nah, Daddy sudah marah sekarang, gak mau sayang Brina lagi." Ambek Mario pada putrinya yang sama sekali tidak di perdulikan.
Eden dari jauh terlihat tertawa melihat Mario yang selalu saja kalah dengan anak-anaknya, "kasihkan lah orang dia memang punya Ipad," sahut Eden yang semakin membuat Mario kesal.
Dengan cuek Mario malah melanjutkan permainan Judi onlinenya itu di ponsel pribadi miliknya.
"Wah ternyata Tuan Mario ini bisa kalah juga dengan anak-anaknya ya," seru Stella yang juga melihat kejadian itu.
__ADS_1
Eden tersenyum mendengar itu, "ya seperti itulah, dia selalu mengalah untuk anak-anak," jawab Eden dengan ramah.
Sementara para tetuah sedang sibuk mempersiapkan barang-barang mereka, berbeda dengan Briell dan Aiden yang terlihat sedang bermesraan di taman depan Mansion Lesham.
"Sayang kamu rencana mau lanjut Study dimana ?" tanya Aiden dengan lembut membelai kepala Briell yang tengah bersandar di bahunya.
"Ehmm, maybe Universitas Sechenov," jawabnya singkat.
Aiden terlihat berpikir sejenak untuk mengingat nama Universitas itu, "Universitas Sechenov itu bukanya Universitas Kedokteran Negri Moskow pertama itu kan sayang, yang menempati kampus terbaik peringkat kedua di Dunia itu kan," balas Aiden menunjukan wawasanyanyang cerdas.
"Yap,"
"Kamu tertarik sama kedokteran juga sayang?" tanya Aiden lagi, mengira jika kekasihnya ini akan memilih untuk bersekolah bisnis.
Briell menjawab dengan anggukan kepalanya singkat dengan senyum manis di bibirnya, dan di saat mereka tengah mengobrol, tiba-tiba saja ada panggilan masuk di dalam ponsel Aiden, dan ketika melihat nama panggilan masuk itu membuat Aiden langsung menegang dan menjauh dari Briell sejenak.
Tanpa rasa curiga Briell memilih memainkan ponselnya sendiri.
Aiden terlihat sangat serius menerima panggilan itu, dan detik selanjutnya dia langsung mengepalkan tanganya menahan amarah agar tidak terlihat oleh Briell.
"Okay aku akan kesana sekarang." Serunya dan langsung menutup panggilanya.
"Kamu mau kemana ? Sebentar lagi kita akan berangkat, no, kamu gak boleh pergi," tolak Briell melarang Aiden untuk pergi.
Mendapat penolakan dari Kekasihnya, membuat Aiden merasa terdesak saat ini, "sayang aku janji gak akan lama, please lah sebentar saja." Izinya lagi, namun malah di tinggal pergi oleh Briell.
"Ohhh shitt!" umpat Aiden dengan mengusap wajahnya frustasi melihat Briell yang seperti itu.
"Sayang," panggilnya lagi dan melangkah mengejar Briell yang sudah berlari masuk.
"Sayang," teriak Aiden yang di dengar oleh para tetuah, dan langsung melirik ke arah pasangan baru itu.
Briell tak menghiraukan panggilan Aiden, dia terlalu kesal melihat kekasihnya yang ingin pergi di saat mereka ingin berlibur bersama.
"Ada apa Aiden?" tanya Stella dengan lembut menghampiri putranya yang terlihat frustasi.
Aiden menoleh sekilas ke arah Mamahnya dan menatap ke arah Mario, sebagai kode bahwa dia harus pergi sekarang.
Mario yang mengerti kode tersebut, kembali melirik ke arah putrinya yang tengah duduk di sebelahnya. "Briell, izinkan Aiden pergi sebentar ya, mungkin dia ada urusan pekerjaan atau kuliahnya, kamu akan merasakanya ketika sudah masuk study oke," bujuk Mario yang membuat Briell mengenduskan nafasnya kasar.
__ADS_1
"Dad kita itu udah mau berangkat, kalo dia pergi itu tandanya dia gak akan ikut, begitu," balasa Briell dengan malas.
Aiden yang mendengar itu langsung melangkah duduk di sebelah Briell, "sayang heyyy dengar, aku tetap akan pergi bersama dengamu dan jika sampai kalian sudah pergi, aku akan menggunakan Jet yang lain atau heli untuk pergi ke sana, percayalah," ucap Aiden lagi dengan lembut, karna dia tau jika kekasihnya ini juga mempunyai sifat keras sama seperti dirinya.
"Baiklah, tapi janji ya jangan lama-lama," jawab Briell.
"Ccuuuppp, aku hanya sebentar saja sayang, aku janji," Aiden mengecup singkat kening Briell, dengan tersenyum lembut.
Namun Mario yang berada di sebelah Briell langsung menatap tajam ke arah Aiden.
Mario sudah tau apa yang sedang di kerjakan oleh Aiden, namun dia sama sekali tidak memperdulikanya selama Aiden tidak membahayakan keberadaan putrinya yang merupakan pasangan dari Aiden.
Aiden tersenyum canggung melirik ke arah Mario, "baiklah aku pamit ya sayang, bye," izinya lagi, dan tak lupa dia juga berpamitan pada Mamah dan Papahnya.
"Cuupp,,cuupp, bye Pah, Mah," pamit Aiden pada Arnon dan Stella.
"Bye sayang hati-hati," balas Stella dan Arnon.
Sedangkan saudara kembar Aiden yaitu Airein hanya memandang sinis ke arah adiknya, "bye hati-hati jangan salah tembak," lirihnya pelan yang sontak mendapatakan toyoran dari adiknya.
Plaaakkk, Aiden yang kesal langsung menoyor kepala kakaknya, "aduhh sakit dodol, berdosa lu durhaka sama kakak sendiri." Keluh Airein sMbil mengusap keningnya sakit.
"Diam mulut mu atau semua akan terbongkar bodoh," sahutnya yang hanya membuat Airein terkekeh mendengarnya.
"Bodoh amat, amat aja gak bodoh," jawab Airein, benar-benar tidak perduli dengan kegiatan yang di lakukan oleh adiknya.
Karna tidak ingin membuang waktu lagi, Aiden memilih segera melangkah menuju markasnya.
Mimin baru ingat kalo Mimin belum pernah keluarkan Visualnya Airein ya.
Nih mimin kasih, wajah asia karna dia mirip sama Arnon yang keturunan China italia.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐*
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra