
π©π»βπ» Happy Reading π
Setelah perdebatan dan candaan keluarga, saat ini seluruhnya tengah berada di lapangan terbang milik keluarga Lesham.
Briell, Roza yang lainnya hari ini sudah terjadwalkan untuk kembali ke France negara asal mereka, kecuali Max yang di tugaskan kembali ke Spanyol.
"Apakah kamu sudah siap sayang?" Tanya Mario melihat wajah putrinya yang murung saat ini.
Briell yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Daddynya hanya mengedikan bahunya pelan, membuat Mario dan Eden tersenyum melihat tingkah laku putrinya.
"Sini deh sayang." Panggil Eden meminta putrinya untuk mendekat ke arahnya.
Dengan patuh Briell melangkah mendekat pada Mommynya lalu memeluk tubuh mungil itu, "jangan sedih gitu dong sayang, Mommy sama Daddy hanya sebentar saja di Russia nanti," ucapnya sambil mengusap lembut puncak kepala putrinya.
Mario yang melihat dua kesayanganya itu sedang berpelukan, membuatnya tersenyum dan juga ikut memeluk tubuh keduanya dari belakang, siapa pun yang melihat mereka saat ini, pasti akan ikut merasakan kebahagiaan yang besar.
"Sayang nanti jika Mommy sudah sembuh, Daddy janji akan bawa kalian berdua pergi untuk keliling Dunia ini, kemana pun dan kapan pun kalian menginginkan untuk berlibur, maka Daddy akan siap melayani kalian." Ucapnya tulus, lalu menatap ke dalam mata indah milik istrinya.
"Seumur hidupku hanya kalian." Lirihnya dengan segenap ketulusan hati, cupp dia mengecup singkat bibir istrinya, lalu beralih mengecup kening dan pipi putrinya.
"Bos kedua pesawatnya sudah siap," Max melaporkan jika dua pesawat Jet pribadi milik Mario yang akan terbang ke Paris dan Spanyol saat ini sudah siap untuk melepaskan landasan.
"Bagus, kamu bisa berangkat terlebih dahulu Max," serunya mengizinkan Jet tujuan Spanyol miliknya untuk berangkat terlebih dahulu.
Max menganggukan perintah Bosnya itu. "Siap Tuan, jika begitu saya berangkat terlebih dahulu." Balasnya lalu memasang kaca mata hitamnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam pesawat.
__ADS_1
Dan di saat dia sudah hampir masuk dia menolehkan tubuhnya ke belakang. "Bye-bye uncle Billy, aunty Tamara, kalo nikah Calling aku ya." Pamitnya pada Billy dan Tamara yang sudah di anggapnya seperti kakaknya itu.
"Ya, hati-hati jaga dirimu." Teriak keduanya membalas ucapan dari Max.
Setelah itu Max masuk ke dalam pesawat, di menit kemudian Jet itu mulai meninggalkan landasanya.
"Bos kita juga pamit ya," ucap Billy dengan hormat di ikuti dengan Tamara di belakangnya.
"Hem, ingat Billy ! Jaga mertua dan putriku dengan baik." Tegasnya memberikan ultimatum pada Billy.
"Baik Tuan," balasnya dengan yakin.
Kemudian Mario mendekat ke arah Roza dan memeluknya layaknya seorang anak laki-laki. "Jaga diri ya Mah, Mario titip Briell dan jika ada Apa-apa nanti langsung hubungi Mario saja." Pesanya pada mamah mertuanya. Yang di balas dengan senyuman indah dari Roza. "Pasti Nak, Mamah akan menjaga dan merawat Briell seperti Mommynya dulu." Balas Roza dengan lembut pada menantunya itu.
Lalu Mario kembali menatap putrinya yang masih terus berada di dalam dekapan Mommynya. Dia menundukan dirinya agar sejajar dengan putri dan istrinya yang tengah duduk di kursi roda.
Briell mengiyakan ucapan Daddynya lalu memeluk tubuh Mario dan Eden bersamaan. "Mommy sama Daddy jangan lama-lama ya! Awas aja nanti Briell gak mau bicara lagi sama kalian kalo lama-lama." Serunya dengan berat berpisah dari orang tuanya untuk beberapa waktu yang belum bisa di tentukan.
"Iya sayang, Mommy tidak akan lama, nanti kalo libur sekolah Briell bisa minta Uncle Billy untuk mengantarkan Briell ke Russia." Bujuk Eden agar putrinya itu tidak terlalu sedih.
"Baiklah kalian janji ya! Awaaass!!" Kesalnya sedikit tersenyum.
"Ya sudah, sekarang ayo berangkat ! Kasian Unclet pilotnya menunggu." Seru Mario melepaskan pelukan putrinya. Lalu menggendong putrinya sampai masuk ke dalam pesawat. "Awas ingat gak boleh nakal!" Peringatanya sekali lagi setelah berhasil mendudukan putrinya di dalam pesawat miliknya. "Iya Daddy gak nakal." Jawab Briell dengan senyum.
"Bagus itu baru anak Daddy." Puji Mario mencolek hidung putrinya. "Bye Honey, jaga diri ya sayang." Pamitnya pada Briell yang sudah menikmati pemandangan itu.
__ADS_1
Lalu dia melangkahkan kakinya keluar pesawat untuk menemui yang lainya. "Jaga diri ya Mah," pesanya sekali lagi pada Roza.
"Iya Mario, Mamah titip Eden ya." Balas Roza dengan lembut. Lalu beralih memeluk dan berpamitan pada putrinya.
"Mamah, kabarin Eden jika sudah sampai ya.jaga kesehatanya." Ucap Eden memeluk tubuh ibunya.
"Pasti sayang, ya sudah Mamah berangkat dulu ya.bye childrean." Pamit Roza lalu melangkah masuk ke dalam pesawat yang di susul oleh Billy dan Tamara.
Dan beberap menit kemudian pesawat itu meninggalkan landasanya menyisahkan Mario dan Eden di sana. Dan beberap Crew khusus bandara keluarga Lesham itu.
"Sayang, kita pulang yuk." Ajak Mario pada Eden yang masih menatap langit.
Eden menoleh menatap Mario dengan penuh kelembutan. "Makasih untuk segala perjuanganmu untuk ku." Serunya yang langsung mendapatkan Lum***tan di bibirnya yang di lakukan oleh Mario.
"Apapun untuk mu sayang, karna bagiku kebahagianmu adalah kebahagiaanku juga." Jawab Mario setelah melepaskan bibir mereka.
"Ayo kita pulang, kamu sudah membuatnya kembali bangun." Bisiknya pada Eden yang langsung bergedik ngeri mendengar ajakan Mario yang dia sudah tau kemana arahnya.
"Rio." Balasnya dengan memohon.
"No,,no,,no sayang, kamu sudah membiarkan ku berpuasa lama, sudah saatnya kita memiliki anak kedua sayang." Ucapnya dengan lembut dan tanpa basa basi membawa Eden untuk menginap hotel menikmati sensasi pengantin baru seperti kebanyakan lainya.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
__ADS_1
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra