
π©π»βπ» Happy Reading π
"Siapa mereka Dad?" Tanyanya dengan nada jutex kepada Daddynya.
"Hanya segerombolan sampah yang tidak berharga sayang." Jawabnya dengan senyum pada putrinya.
"Tapi tadi Briell dengar dia memanggil Daddy juga dengan sebutan Daddy, apakah Daddy juga Daddynya? Tanya Briell dengan wajah yang kesal.
Dia benar-benar akan sangat marah pada Mario jika itu semua benar, "jika Daddy juga adalah Daddynya, maka jangan pernah temuin Briell lagi. Dan jangan pernah menganggao Briell sebagai Anak Daddy," bentaknya langsung berdiri menampilkan wajahny yang penuh emosi, membuat Mario terperanggah melihat Briell yang sudah bisa mengeluarkan amarah sebesar itu. Sampai-sampai dia terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaan putrinya.
Briell yang tidak kujung mendapatkan jawaban dari Mario, akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa berbicara apapun, dan sontak membuat Mario langsung tersadar dan mengejar putrinya.
"Briell jangan gitu dong sayang, dia itu hanya mengaku-ngaku saja, dia bukan anak Daddy, karna anak Daddy hanya satu yaitu Briell, tidank akan ada yang lain lagi." Kata Mario berusaha menjelaskan pada putrinya.
Namun putrinya itu hanya diam saja tanpa menjawab apapun, membuat Mario ketakutan jika Briell benar-benar tidak mau menemuinya kembali. "Hey Briell, anak Daddy, percaya sama Daddy dong sayang, anak Daddy cumn Briell saja, tidak ada yang lain. Daddy harus bagaimana agar putri Daddy ini percaya." Mario berusaha keras membujuk putrinya yang sama seperti kedua orang tuanya keras kepala.
__ADS_1
"Buang mereka jauh-jauh Dad, Briell tidak mau melihat wajah mereka ada disekitaran Briell lagi," titahnya tegas pada Mario, membuat Mario semakin menatap kagum kepada putrinya.
Di usianya yang masih 10 tahun, Briell benar-benar sudah menunjukan jiwa kepemimpinan yang tegas, bahkan sorot matanya itu lebih tajam dari pada Mario sendiri.
"Baiklah sayang, Daddy akan membuang mereka sejauh mungkin dari negera ini, agar kamu tidak melihat mereka dan terganggu oleh mereka." Balasnya penuh dengan keyakinan.
"Daddy janji?" Tanya Briell ragu dengan jawaban yang Mario berikan.
"Janji sayang," balasnya dengan sungguh-sungguh. "Sekarang ayo kita makan dulu, dan setelah itu baru kita akan pergi berbelanja.
Mario sendiri sedari tadi sudah berjanji kepada dirinya sendiri, bahwa apapun yang di inginkan oleh putrinya, sebisa mungkin dia akan kabulkan, karna baginya hidupnya sekarang hanya tentang putri kecilnya saja.
Dulu Tuhan nyaris mengambilnya karna kesalahannya pada Eden. Dan kali ini dia tidak mau berbuat kesalahan lagi yang akan menyebabkan putrinya atau bahkan Eden semakin menjauh darinya. Sungguh Momen inilah yang dia tunggu selama 10 tahun ini, dia tidak mau penantianya akan berakhir sia-sia hanya lantaran kesalahpahaman seperti ini.
Seperti hari ini, selepas makan siang tadi Mario langsung menemani Putrinya itu untuk Shopping.
__ADS_1
Seperti sedang menemani wanita berbelanja. Bahkan degan sabar Mario mengikuti putrinya dalam memilih Dress miliknya, ada rasa kebanggaan dan kebahagian tersendiri baginya melihat momen dimana saat Briell dengan lincah dan begitu sangat memahami tentang fashion. "Daddy, baju ini bagus banget, Briell ambil Dua ya," izinya antusias pada Mario, membuat Mario langsung terperangah melihat putrinya yang sangat suka memiliki banyak warna padahal satu model. "Tidak boleh, pilih salah satu saja!" Tolaknya dengan halus agar putrinya itu tidan salah paham.
Briell yang mendengar penolakan Mario langsung menjadi kesal. "Oh jadinya Briell dengan Mommy, Daddy harus pilih satu lah," ancamnya dengan wajah yang menantang. Membuat Mario langsung terdiam menelan salivanya kasar. "Ya sudah ambil dua-duanya." Jawabnya pasrah kalah telak dengan putrinya sendiri.
Tanpa memperdulikan ekspresi dari Daddynya, Briell melanjutkan shopping gratisnya menghabiskan uang Daddynya yang tidak akan pernah habis. Bahkan Mario sampai merasa jika saat ini dia sudah mempunyai seorang Gengster Mafia Princess.
Gangster Mafia Princess
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra.