
π©π»βπ» Happy Reading π
Saat ini Mario dan Eden tengah berada di dalam ruangan Dr. Kenneth, dokter ahli bedah saraf yang terbaik di Russia.
"Jadi bagaimana Dok? istri saya masih bisa sembuh kan Dok?" Tanya Mario dengan rasa khawatir sambil menggengam jemari istrinya menyalurkan kekuatanya.
Terlihat Dokter sedang menperhatikan berkas riwayat penyakit yang di derita oleh Eden. "Pada beberapa kasus kerusakan syaraf yang ringan, penderita akhirnya masih bisa sembuh dan dapat beraktivitas normal kembali. Namun bila kerusakan syaraf total, kemungkinan besar memang tidak dapat disembuhkan." Jelasnya dengan serius.
"Kami akan melakukan penanaman perangkat elektronik kecil di tulang belakang istri Anda, penanaman Implan yang dioperasikan secara nirkabel tersebut menghasilkan dorongan listrik untuk menstimulasi saraf setelah ia terputus secara permanen dari otak." Ucap Dokter itu pada Mario.
Mario langsung menatap ke arah Eden meminta persetujuan untuk langkah yang akan di ambil. "Bagaimana sayang? Apa kamu mau menjalani operasi itu ?" Tanya Mario dengan lembut.
Terlihat Eden yang tengah meneteskan air matanya sedih, "sayang kamu kenapa ? Ada yang sakit ? Kasih tau aku sayang, " Mario terlihat khawatir melihat istrinya menangis seperti itu.
"Aku takut Rio, aku takut kalo nanti operasinya gagal gimana, kalo nanti-" Ucapnya terputus karna Mario langsung membawanya ke dalam dekapan erat dan nyamanya itu.
"Sayang kita bukan Tuhan yang mampu menentukan nasib dan umur seseorang, kamu jangan pernah berfikir negatif tentang apa yang akan terjadi nanti, kita harus berusaha namun biar Tuhan yang menetukan hasilnya." Tandasnya lalu melepaskan pelukanya dan menangkup wajah Eden. "Lihat ke dalam mata ku!" Perintahnya yang langsung di patuhi oleh Eden, dan saat ini keduanya saling bertautan. "Kamu harus yakin jika semuanya akan baik-baik saja." Tegasnya yang di anggukan lemah oleh Eden. Cup kecupan di berikan oleh Mario di bibir Eden Lalu Mario kembali membawa Eden ke dalam pelukanya.
"Aku sayang kamu." Serunya sambil menciumi dan mengelus puncak kepala Eden.
"Jadi bagaimana Tuan Mario." Tanya Dokter itu yang sedari tadi merasa sesak melihat kemesraan dua insan manusia tidak tau tempat itu.
__ADS_1
"Lakukanlah yang terbaik dok, apa pun yang menurut anda baik, saya mau istri saya sembuh dan kembali bisa berjalan." Ucapnya tegas.
"Baik Tuan, kami akan mengatur jadwal oprasi untuk Istri anda." Jawab Dr. Kenneth dengan sopan.
"Pastikan semunya akan berjalan baik, dan sampai terjadi sesuatu hal yang buruk pada istri saya, maka siapkan dirimu untuk menggantikan posisi istriku!" Ancamnya yang membuat siapapu pasti akan menciut. Apa lagi tatapan mematikan yang di lontarkan saat ini. Hanya akan membaut siapa pun merinding ketakutan.
"Rio." Ucap Eden lembut menegur Mario untuk tidak mengamcam seseorang sembarangan.
Namun Mario bukanlah seseorang yang takut pada apa pun, meskipun dia selalu mengikuti kata-kata Eden, tapi dia adalah sosok yang tegas yang setiap tindakanya selalu saja dengan pemikiran kedudukanya. Sehingga sosoknya sebagai kepala keluarga tidak tergantikan oleh titah dan perintah istrinya.
Baginya mencintai boleh saja, namun bukan berarti kita harus tunduk dan patuh pada semua perintah dan keinginanaya, dia tidak mau kehilangan harga diri sebagai seorang pria jika terlalu menjadi budak cinta yang manja pada istrinya.
++++++++++++++++
3 hari kemudian.
Hari ini adalah jadwal di mana oprasi yang akan di lakukan Eden.
Dan terlihat Eden yang tengah berbaring di atas tempat tidur dengan menggunakan baju rumah sakit dengan Mario yang selalu ada di sisinya, karna Mario sedetik saja tidak pernah meninggalkan Eden.
"Sayang semuanya akan baik-baik saja." Ucapnya mungkin sudah yang ke 98 kali dalam pagi ini.
__ADS_1
Dia terus mengucapkan itu agar Eden tidak terlihat tegang dan gugup seperti saat ini.
Hingga akhirnya tiba beberapa suster datang menghampiri mereka. "Permisi Tuan, sudah waktunya." Seru salah satu suster itu dengan ramah.
Mario langsung menganggukan kepalanya singkat lalu memeluk tubuh istrinya. "Mari kita berjuang sama-sama, yakin jika kamu harus sembuh untuk ku dan juga putri kita." Ucapnya memberikan kekuatan pada istrinya.
Cupp, cupp,,cupp Mario memberikan Kecupan bertubi-tubi di wajah Eden. "I Love You so much Eden." Kalimatnya yang mampu menguatkan seorang wanita lemah seperti Eden.
"I Love you More Mario." Jawabnya dengan senyum indah.
Dan detik selanjutnya Beberapa suster itu langsung mendorong ranjang Eden untuk masuk ke dalam ruang operasi, dengan Mario yang mengikutinya. Hingga Eden masuk ke dalam dan lampu penanda Operasi akan di mulai itu hidup.
"Allah yang Mahakuasa, Engkau mengenali lubuk hatiku yang terdalam, segala rahasia tubuh dan jiwaku. Engkau Penuhi hatiku dengan kepercayaan, namun sementara aku takut. Berkatilah para dokter dan perawat serta mereka semua yang bekerja demi menolong istriku, dengan rahmat penyembuhan dan perawatan. Beradalah di dekatnya, Tuhan topang dan dukunglah istriku dengan lembut, Amin."
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1