
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Saat ini Briell tengah duduk dengan wajah yang menahan rasa kesal karna dia kalah dalam tantanganya melawan Alson yang merupakan musuh bubuyutanya.
"Seperti perjanjian dari awal, siapa yang kalah dia akan mengikuti apapun yang di minta oleh pemenang, dan sekarang permintaanku hanya 1 yaitu kamu pulang ke Apartemenmu sendiri sebelum aku memutilasimu," ancam Alson, agar Briell takut kepadanya.
"Hahahhahahahahhahah," tawa Briell yang terdengar sangat kencang, membuat Alson menatapnya bingung.
"Kamu mau memutilasiku ?" tanyanya dengan mengejek.
Alson yang tidak ingin di anggap remeh, langsung menganggukan kepalanya yakin, tanpa dia tau siapa Briell sebenarnya dan apa bagaimana silsila kehidupan wanita di hadapanya ini.
"Kayanya dalam beberapa tahun ini, sepertinya kamu lupa nama belakang aku dan silsila keluarga aku ya," tanya Briell dengan ekspresi yang sulit di mengerti.
Alson terlihat berpikir sejenak mengingat-ingat nama panjang dari Briell, "entahlah, aku lupa karna dulu kita gak berteman, soalnya kamu bar-bar," jawab Alson cuek.
Plaakkk, Briell memukul lengan Alson keras. "Awwwww, sakit tau," keluh Alson.
"Emang ya, gak berubah kamu masih suka aja bully aku," sahut Briell.
"Aku gak bully, emang kenytaanya tuh kamu bar-bar, masa iya cewek gak ada sisi kalemnya sedikit, kayanya kamu tuh harusnya lahir jadi laki-laki, ketuker nih," balas Alson dengan asal.
Membuat Briell langsung mengeluarkan tanduknya harimaunya, "oh jadi menurut kamu aku bar-bar, gitu ha,-" bentak Briell penuh emosi.
"Iya kenapa gak terima pulang sana!" usir Alson.
"Eh bagus aku bar-bar, lah kamu cowok tapi tukang bully, yaaaa lahir jadi cewek aja kamu gak usah jadi cowok, coba cek deh mana tau kukubirdmu itu gak berdiri, dan kamu tau di Indonsia itu ada yang namanya Lucinta Luna, dan sepertinya aku akan menikahkan kalian berdua," balas Briell kesal.
"Aku tukang bully, karna emang kamu pantas di Bully, lagian aku kalem itu karna aku tuh berwibawa," jelasnya panjang lebar.
__ADS_1
Briell mengolok-olok ekspresi Alson yang menurutnya terlalu lebay, "udah bicaranya belum, brisik kamu tuh, aku mau tidur," balas Briell. Dan ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Alson.
"Ehh ingat ini tempat siapa, tau diri dong, nanri pacar aku datang, dan bisa ngamuk dia," lirih Alson bohong, padahal dia gak mempunyai kekasih sama sekali.
"Loh, kamu kok punya pacar? Ingat ya ! Kamu harus nikah sama aku!" sahutnya.
"Emangnya kamu siapa berani menentukan kehidupan dan jodoh aku," balasnya sombong.
Briell yang tidak pernah mendapatkan penolakan, kini langsung berjalan kembali duduk santai di sofa, dan mengutak-atik ponselnya.
"Hallo, Daddy, Briell mau Daddy datang ke Spanyol sekarang karna ada yang ingin Briell bicarakan saat ini dan penting." ucapnya membuat Alson mendadak panik, namun berusaha menutupinya agar Briell tidak melihatnya.
Alson yang sudah tidak tau mau berkata apa lagi, kini langsung pergi meninggalkan Briell begitu saja, melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kerjanya dan membiarkan saja apa yang mau di lakukan oleh Briell di apartemennya. Sejujurnya nyalinya memang menciut mendengar Briell yang menelpon orang tuanya.
Karna dia tau jika sampai bawa-bawa orang tua, pasti masalahnya tidak akan pernah selesai. Dan itu juga dia akan terpaksa menyerahkan hidupnya demi sebuah pembalasaan dendam masa lalu.
Alson yang merasa pusing serta lelah, kini memilih untuk tidur di dalam ruang kerjanya. Hingga tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat, hingga 2 jam kemudian dia mendengar suara ketukan di pintu.
Tokkk,,tokkk, "Alson keluar!! Di sini ada daddy aku ! Nanti kamu di tembak mati loh,buuggh,,buggh," Briell terus menggedor pintu ruangan Alson hingga dia membuka pintunya.
Ckleeekkkk, "iya aku keluar, dasar pengaduan," gumamnya pelan, Briell yang mendengar itu masih tetap berusaha acuh dan tak perduli.
Alson melangkahkan kakinya ke ruang tamu, dan melihat sosok Daddy dari Briell yang sedang duduk tenang di sofa.
"Selamat malam Uncle," sapa Alson dengan seramah mungkin.
"Malam," jawab Mario hanya dengan sebuah suara beratnya. Membuat Alson dan Briell tersenyum kikuk menghadapinya.
"Langsung to the point saja Sayang, ada apa Briell memanggil Papah ke sini ?" tanya Mario, menatap Alson dan Briell secara bergantian.
Briell terdim sejenak, untuk memikirkan baik-baik jawaban apa yang akan di berikan ke Daddnya ini. "Ehhmm jadi begini Dad," Briell mulai menjelaskan duduk awal pertemuanya dengan Alson hingga kasus pembullyan dan juga keingannya jika Alson harus menikah denganya.
Awalnya Mario merasa pusing dengan permintaan putrinya ini, hanya saja karna dia tidak mau putrinya yang sudah bisa melupakan masalah dengan Aiden ini akan teringat lagi. Jadi dia memutuskan untuk mengizinkan dan meminta Alson melakukan apapun yang putrinya inginkan.
__ADS_1
Alson yang tidak mempunyai pilihan lain, hanya bisa mengiyakan dan menyetujui semuanya, bahkan Mario meminta Alson untuk setia yang membuatnya bingung, bagaimana caranya orang setia jika tidak mempunyai ikatan apapun.
Namun sebelum Alson menanyakan hal itu, Mario sudah memberika sebuah jawban jika ketika Briell lulus nanti, Alson harus menikahi Briell kapanpun putrinya menginginkan itu.
**********
Setelah kejadian itu, Alson dan Briell terus menerus bersama, membuat kedunya terbiasa dengan keadaan ini, bahkan Briell pribadi kini perlahan mulai jatuh cinta oleh pesona Alson yang lemah lembut dam juga perhatiaan. Karakter yang dia mimpikan selama ini untuk mejadi pasanganya, dan menurutnya Alson adalah sosok paling sempurna. Hingga dia ingin pernikahaan yang terjadi di antara mereka adalah pernikahaan murni tanpa ada pakasaan atau ancaman sama sekali.
Seiring berjalanya waktu Alsonpun dengan terang-terangan mengungkapkan perasaanya pada Briell, membuat keduanya menjalin kasih yang serius dengan rasa cinta dari hati keduanya.
Alson yang terlihat sangat mencintai Briell itu selalu berusaha mengikuti apapun yang di inginkan kekasihnya, begituhpun dengan Briell yang dengan ajaib merubah prilakunya 80% lebih baik dari sebelumnya. Membuat Hubungan mereka benar-benar menjadi hubungan yang indah dan penuh energi positif di dalamnya.
Hingga hari kelulusan Briell tiba, bersamaan dengan Alson yang melamar dirinya.
Alson berlutut di hadapan Briell dengan membawa sebuah bucket bunga besar, dan memberikanya pada kekasihnya. "Thank you," ucap Briell setelah menerima bunga itu.
Dan kemudian, Alson langsung berlutut di depan Briell dengan mengeluarkan sebuah cincin berlian termahal di dunia, yang berhasil dia dapatkan setelah bertahun-tahun menunggunya. "Dua tahun kita bersama dan saling mengenal untuk mengetahui sifat-sifat masing-masing dari kita. dan satu tahun lagi aku memantapkan hatiku bahwa ini saatnya untuk tidak bermain-main dalam sebuah hubungan, Will you Merry Me ? tanya Alson dengan memakaikan cincin itu langsung di jari manis Briell.
"Kok udah di pasang padahal aku blm jawab," seru Briell mengejek Alson.
"Aku tau jawaban kamu adalah Yes, jadi gak akan ada penolakaam lagi," jawab Alson yakin.
Briell tersenyum mendengar jawaban kekasihnya, "Yes,I will merry you)" teriaknya kencang menandakan kebahagiaanya yang sempurna.
Bahkan di hari itu mereka memang benar-benar sangat bahagia tanpa mereka sadaru bahwa ada semasang mata tengah memperhatiakan mereka. Dan mengancam kehidupan mereka secara terang-terangan.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻