
๐น Happy Reading ๐น
Saat ini terlihat keluarga besar Mario yang tengah menikmati makan malam mereka di sebuah restoran italia ternama di Inggris.
Dari keseluruhan, hanya mereka satu meja yang ribut dari yang lain. Bagaimana tidak Brina yang sangat aktiv memutar-mutari restoran tanpa takut pada orang baru.
"Brina sayang, sini nak makan dulu." Panggil Mario langsung menggendong tubuh Brina yang membrontak tak mau duduk di kursinya.
Eden langsung mengambil alih dengan memberikan Ipad milik Brina. "Engghh huaaa,,enggh," tangis Brina yang menggelegar di ruang restoran.
Namun siapapun tidak ada yang berani menegur keluarga mereka, mau mereka menghancurkan restoran ini pun, yang lain hanya akan diam saja. Apa lagi melihat Mario yang sedang pusing. Maka jangan pernah ada yang menggangunya.
"Brina sini, nanti ada Uncle yang tangkap kamu," panggil Eden lagi.
Mereka merasa pusing karna kali ini tidak ada baby sister yang menemani mereka liburan. Hingga sekarang mereka sedikit merasa kewalahan dengan tingkah Brina yang sangat aktiv ini.
Dan kali ini Brina kembali tidak mengindahkan panggilan Mommynya, hingga dia terjatuh di pojok ruangan karna berlari.
"Brinaa," teriak Eden melihat putrinya yang jatuh.
"Daddy, Brina," seru Eden meminta Mario yang bergerak.
Mario langsung berdiri dan menggendong putrinya yang terjatuh, "sakit gak ? Mana yang sakit sayang?" Tanya Mario dengan khawtir.
__ADS_1
Dan lalu dia melihat lutut putrinya yang berdarah akibat terjatuh. Sebenarnya Mario sangat ingin marah, namun siapa yang bisa dia salahkan. Karna ini asalah kesalahn Brina sendiri.
"Mommy, ayo kita pulang saja ke Rumah, nanti makanya di bungkus saja," titah Mario yang langsung membawa Brina keluar dari restoran.
Brina dan Brio yang baru saja menikmati makan mereka kini hanya bisa mengedus kesal, karna setiap mereka pergi keluar pasti tidak pernah tenang. Salah satu dari mereka pasti akan membuat ulah.
Entah itu Brina atau Brio pasti akan membuat keonaran. Yang membuat mereka menjadi pusat perhatian masyarakat karna keributan mereka.
"Huaaa,,huaa,.Hisskk,,hissk,,huaa," tangis Brina menggelegar di dalam mobil.
"Brina diam ya, tadikan Mommy sudah bilang jangan lari." Ucap Eden yang terlihat menenangkan putrinya.
Namun tak selang beberapa lama Brina akhirnya tertidur karna letih menangis, dan Eden juga melirik ke belakang melihat Briell dan Brio yang juga tertidur karna kecapean.
Eden tersenyum mendengar ucapan suaminya, dan kini mengalihkan tanganya mengelus pipi suaminya yang sedang menyetir. Cuupp Mario mengecup punggung tangan istrinya dengan lembut. "Aku bahagia Tuhan mempertemukan kita, walaupun dalam satu kesalahan yang pernah aku lakukan dan membuat kita nyaris berpisah lama, tapi pada saat iyu aku percaya, apa yang aku perjuangkan tidak mungkin bisa aku lepaskan, dan akhirnya kebahagiaan itu datang melewati 3 malaikat yang kini sudah bersama kita, sebagai pelengkap dan pewarna hari-hari kita ini sayang," ucapnya lagi, yang tidak tau dengan cara apa lagi dia harus mengucapkan rasa syukurnya kepada Tuhan yang telah mengirimkan malaikat-malaikat terindah untuknya.
"Yang lalu biarlah berlalu, sekarang adalah saatnya kita mendidik anak-anak menjadi orang yang berguna untuk masa depan. Apa yang terjadi dengan kita di masa lalu, jika bisa jangan terjadi lagi pada putri kita di kemudian hari," balas Eden dengan tersenyum menatap ke arah wajah kurcacinya.
"Itu pasti sayang," balas Mario juga dengan penuh kelembutan.
Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya telah sampai di Rumah mewah Mario di Inggiris.
"Daddy gendong Brio ya," ucapnya pada Eden.
__ADS_1
"Ehm, biar Mommy bawa Brina, soalnya nanti dia bangun kalo di pindahkan lagi, Kakak di bangunkan saja," sahut Eden dengan mengarah mebangunkan putri sulungnya.
"Sayang, Kakak bangun nak, sudah sampai," bisiknya pelan membangunkan putrinya.
Dengan perlahan Briell membuka matanya, membiaskan pandanganya yang masih redup. "Ehm, okey mom," balasnya dengan pelan, dan dengan lesuh dia mulai beranjak dari tidurnya untuk masuk ke dalam Rumah.
Selepas mereka menidurkan anak-anak, Mario, Eden dan Briell kini sedang duduk bersama di ruang tamu sambil menonton Tv bersama.
"Kakak sayang, besok Mommy dan Daddy sudah harus pulang ke Paris, dan meninggalkan kakak sendiri di sini, apa Kakak sudah siap ?" Tanya Mario yang ingin memastikan keamanan putrinya.
"Iyah Dad, Kakak siap," balasnya penuh keyakinan.
Eden tersenyum mendengar jawaban putrinya," kakak, Mommy sudah mengajarkan keadamu tentang mana yang baik dan tidak baik untuk di lakukan, Mommy mau kakak tidak salah jalan dalam memilih langkah di masa muda, bertemanlah dengan mereka yang bisa membuatmu menjadi orang baik, dan jangan yang menjerumuskan, paham," petuah dari Eden dan Mario kini telah berkumandang, memberikan nasehat pada putrinya yang sudah bertumbuh dewasa.
"Briell janji akan berusaha sebisa mungkin untuk menjaga diri dan tidak akan berhubungn dengan pergaulan bebqs Mom, Dad," janjinya dengan bersungguh-sungguh.
"Daddy dan Mommy akan pegang janjimu nak," balas Mario dengan memberikan kepercayaan penuh pada putrinya.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐*
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra