
π©π»βπ» Happy Reading π
Mario langsung menggendong tubuh Eden dengan penuh kelembutan, membawanya duduk di sofa dengan mendudukan dipangkuanya dan memeluknya dari belakang. "Menikahlah denganku sayang, aku mohon aku sangat mencintaimu, demi putri dan calon bayi kita sayang pleas." Ucap Mario dengan penuh kelembutan.
Eden hanya menagis tanpa bisa menjawab ucapan dari Mario, hatinya benar-benar hancur saat ini. Sekali lagi Mario dengan mudahnya menghancurkan kehidupanya yang sudah lama di bangun dan di tata dalam rasa sakit yang sangat mendalam.
Perlahan dengan penuh kelembutan, Mario menangkup wajah Eden, dan mengarahkanya hingga bertatapan denganya. "Liat kedalam mataku,!!" Perintahnya dengan suara yang lembut namun tegas. Dan dengan rasa diselimuti rasa takut Eden mencoba menatap wajah Mario yang selama ini enggan untuk dilihatnya. "Aku bisa mengatakan cinta ini dengan tulus kepadamu, I LOVE YOU, aku bisa benar-benar mengatakanya dengan menatap kedalam matamu, karna aku benar-benar mencintaimu, kenapa kamu sama sekali tidak bisa melihat cinta yang begitu nyata ini, apakah waktu sepuluh tahun belum cukup untuk kamu menghukum ku, kasih tau aku apa yang harus aku lakukan saat ini ?" Tanyanya penuh dengan kelembutan.
Namun bukanya mencair, Eden malah semakin mengeraskan hatinya, dia berdiri dengan paksa disaat dekapan Mario itu sudah melonggar dari pinggangnya. "Sampai kapanpun aku tidak aian pernah mau menikah dengan kamu,dan aku akan tetap memperjuangkan hak asuh putriku, meski dengan nyawaku sekalian." Pekiknya keras, dan setelah itu dia berlari keluar dari kantor milik Mario.
Sedangkan Mario langsung terdiam sambil mencerna semua kata-kata yang keluar dari mulut Eden. "Sebegitu susahnya kah bagimu untuk menerima ku sebagai suamimu? Apa yang harus aku lakukan jika dia benar-benar tidak perduli dengan adanya Briell di tanganku, aku tidak mau sampai dia pergi dan bersama pria lain karna dia milik ku, dia istriku, dia ibu dari anak-anak ku, semua harus berjalan sesuai rencana, aku pasti akan menang dalam memperebutkan hak asuh anak, dan mau tidak mau Eden harus menikah dengan ku kalo tidak aku akan membawa putriku pergi jauh," seringainya mengatur rencana demi rencana di kepalanya.
__ADS_1
Sedangkan diluar kantor, lagi-lagi Eden terduduk lemah menangis di pinggir jalan.
Dia masih tidak menyangka jika Mario begitu teganya mengambil putrinya dengan cara paksa seperti ini. Sungguh Mario sudah benar-benar menggila, bahkan tanpa berpikir panjang dia menarik semua kontrak yang dipunya dan diperjuangkan oleh Eden selama ini.
Eden berjuang pagi hingga malam demi mendapatkan kontrak-kontrak pekerjaan yang besar, namun begitu mudahnya Mario menghancurkan semua mimpinya, dan ini semakin membuat Eden membenci sosok Mario.
Cinta siapa yang percaya jika Mario mencintainya dengan tulus. Yang ada selama ini Mario hanyalah menyimpan sebuah obsesi semata. Cinta pandangan pertama bagi Eden itu hanyalah sebuah omong kosong yang tidak pernah satupun orang membuktikanya. Apalagi untuk Mario yang sudah mempunyai predikat playboy cap kadal, rasanya sangat mustahil bahi Eden untuk menerima dan mempercayai bahwa cinta itu benar-benar tumbuh di hati dan pikiran Mario.
"Nah hapus air matamu, wanita tak baik menangis seperti itu."
Aduh gengs Mimin tau kok kalian tuh suka banget roti sobek. Sama Mimin juga suka soalnya. Jadi Mimin suka aja bagi-bagi rezeki mubazir soalnya kalo Mimin makan sendiri.
__ADS_1
Jadi Mimin bagi dengan ikhlas. Hahaha jangan ngiler ya pagi-pagi, dan ingat jangan di bandingkan dengan yang dirumah.
Nanti terlalu baper jadi yang dirumah kan cemburu barabe urusan dahπ€€π€€π€€
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra