
Gengs Mimin sengaja bikin judul Bab ini dengan nama LUCASππ»
Kalian pasti taukan jika bersangkutan dengan nama Lucas, berarti bagaimana isi chapternya.
Jadi mohon yang tidak kuat, jangan membaca!!! Kalian bisa skip chapter ini.
π©π»βπ» Happy Reading π
Setelah mengudara selama 30 Jam, saat ini pesawat Jet pribadi Arvan yang membawa Eden dan Billy tiba di Indonesia dengan selamat.
Mereka mendarat di sebuah lapangan terbang milik pribadi keluarga Lesham, orang terkaya nomor dua Dunia di atas Mario.
Billy langsung turun dari pesawat itu dan langsung bertemu dan bertatap wajah dengan sang dewa kematiaan dunia, siapa lagi kalo bukan Lucas.
"Di mana Tuanmu." Tanyanya dengan wajah datarnya.
Billy langsung menelan salivanya kasar, dia benar-benar merinding berada di sekitaran Lucas, dia takut salah bicara maka kepalanya akan lepas dari tempatnya.
"Tuan Mario masih berada di Madrid Tuan," jawabnya singkat, jelas dan padat.
Mario sudah memperingatkan pada Billy, untuk jangan bicara banyak jika terhadap Lucas, pasang telinga baik-baik sebelum dia memotong telinga mu, jangan jawab apa yang tidak dia tanyakan, sebelum dia mengeluarkan lidahmu dari tempatnya.
Lucas langsung menatap tajam ketika melihat Eden yang tak sadarkan diri dengan banyak alat di tubuhnya.
"Kevin." Teriak Lucas memanggil asistenya.
Dengan cepat Kevin yang berada di belakangnya langsung menghadap ke sampingnya.
"Iya saya Bos." Jawabnya dengan wajah yang tertunduk, bahkan Kevin lebih merasakan takut kepada Lucas di bandingkan Arvan yang notabenya adalah orang terkaya nomor satu Dunia.
__ADS_1
"Cepat kamu bawa istri Mario pergi ke rumah sakit Stella, di sana kamu akan bertemu dengan Aleng yang sudah menunggu kedatangan kalian." Perintahnya yang langsung di anggukan kepala oleh Kevin.
Dan tanpa banyak bicara Kevin langsung melangkah pergi dengan menuntun suster yang di bawa oleh Billy dari Spanyol.
Lucas mengalihkan pandanganya menatap tajam ke arah Billt. "Kamu ikutlah denganya !masalah Mario biar aku yang tangani, jaga dan pastikan saja keamanan mereka di sini, terutama Briell, jangan sampai musuh mengetahui keberadaanya," ucap Lucas dengan penuh penekanan di dalamnya.
"Baik Tuan," jawabnya dengan menunduk hormat.
Dor..dor..dor dengan gerakan cepat Lucas melepaskan tembakan kematian kepada tiga suster yang dibawa oleh Billy dari Spanyol tadi.
Billy langsung terbengong menatap Lucas yang membunuh tiga orang sekaligus dalam hitungan detik.
"Apakah dia manusia? Ataukah dia Jin." Tanyan Billy dalam hati, karna ini baru pertama ki dia melihat Lucas melakukan aksinya di depan matanya. Selama ini Lucas hanya diam tanpa banyak berbicara.
Billy tak berani bertanya apa alasan dari Lucas membunuh ketiga Suster wanita itu, karna Mario juga sudah memperingatkan, "jangan pernah bertanya jika kamu melihatnya membunuh tanpa tau alasanya, karna mata dia adalah mata elang, yang bisa melihat kesalahan tanpa orang lain ketahui." Mario terus menerus memberikan peringatan itu kepada Billy.
Sebenarnya Mario takut jika Billy melakukan kesalahan maka tamatlah riwayatnya.
Billy langsung bergedik ngeri di saat mendengar kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulut Lucas.
"Benar-benar tidak waras." Gumam Billy dalam hati, sambil berlalu meninggalkan Lucas yang juga melangkah masuk ke dalam pesawat menuju Spanyol, untuk bertemu dengan Mario.
Sedangkan Billy, di tuntun menuju rumah Lucas, yang menyimpan seribu macam saksi kejahatan Lucas.
"Pak kita mau kemana ya ? Bukanya kita mau ke rumah sakit dulu?" Tanya Billy yang dulu sudah beberapa kali ke rumah sakit milik Stella, namun bukan ini jalan menuju rumah sakit.
"Tuan apa kah Anda melupakan sesuatu?" Tanya pengawal itu serius kepada Billy yang sudah terlihat pucat lagi-lagi mengingat perkataan dari Mario.
"Maaf Billy, Lucas tidak mudah percaya manusia lain begitu saja. Maka kemungkinan besar jika kamu berada di Indonesia, maka di tubuh kamu akan ditanamkan satu bom yang bisa mengakhiri hidupmu kapan pun Lucas menginginkanya." Ucap Mario serius tanpa ada keraguan sedikit pun di wajahnya.
__ADS_1
Awalnya Billy menganggap itu hanyalah sebuah ancaman saja, namun kali ini jika dia bisa berubah menjadi Naruto, maka dia ingin sekali menghilang menggunakan jurus seribu bayangan.
Dia benar-benar pasrah, hingga saat ini dia berada di rumah besar yang penuh dengan misteri di dalamnya.
"Silahkan Tuan." Ucap pengawal itu membukakan pintu mobil untuk Billy dan mempersiapkanya masuk.
Dengan takut Billy terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah besar saksi pembunuhan Tuanya itu.
Dan di saat dia masuk, dia melihat sosok seorang wanita cantik yang tengah duduk santai dengan sebuah majalah di tanganya.
Pengawal yang sedari tadi berada di sampingnya kini berjalan medekat ke arah wanita itu. "Permisi Nyonya, dia adalah pria yang di Maksud oleh Bos." Ucap pengawal itu dengan hormat pada sosok yang tak lain adalah Tenry istri Lucas.
Tenry langsung menoleh sekilas kepada Billy, dan tersenyum canggung. Dia langsung menelpon Lucas untuk menanyakan apa yang akan di lakukan oleh pria ini.
Billy masih setia berdiri dengan kaki yang sudah gemetaran menunggu wanita yang di perkiraakan tidak waras karna mau menikahi seorang malaikat maut seperti Lucas.
Bahkan yang Billy ketahui, dendam yang ada di antara Mario, Lucas dan Daniel, adalah ulah kekejaman dari Lucas yang membunuh seorang wanita sekaligus bayi miliknya sendiri.
Dan sekarang dia melihat sosok wanita yang begitu santainya duduk seperti tidak ada rasa takut sama sekali pada Dajjal itu.
Padahal Billy sama sekali tidak tau bagaimana keadaan Tenry selama ini yang berada di bawah tekanan dan penyikasaan fisik dari Lucas.
Ada yang kangen Lucas gak sih gengs ??
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
__ADS_1
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra