
π©π»βπ» Happy Reading π
Setelah memastikan Max masih hidup, dan sudah di tangani oleh anak buahnya untuk membawa Max mendapatkan pertolongan secepatnya.
Mario dengan segera mengarahkan mobilnya ke rumah sakit tempat Eden di rawat. Dengan terburu-buru dia memarkirkan mobilnya asal di halaman rumah sakit, dan tidak akan ada yang berani menegurnya, meskipun dia memarkirkanya dengan memblok jalan keluar.
Dia langsung berlari masuk ke dalam ruangan Eden, dan melihat wanitanya yang tengah tebaring lemah, "bagaimana keadaanya Dok?" Tanyanya pada Dokter yang sengaja di hadirkan di situ oleh Billy, karna dia tau jika Tuanya tidak mau repot bolak balik masuk ke dalam ruangan Dokter.
Dokter Isaac menjelaskan dengan tenang. "Dia masih kritis Tuan, akibat pembengakakan di otaknya, membuatnya mengalami Koma yang entah sampai kapan, dan juga-" ucapnya terhenti dan menarik nafasnya sejenak, membuat Mario jadi tidak sabar mendengarnya.
"Lalu apa?" Tanyanya dengan membentak Dokter Isaac yang menurutnya sangat lambat.
"Ini baru perkiraan sementara Tuan, karna pembengkakan dia otaknya yang menyumbat saraf-saraf penting dalam tubuhnya, serta terjepitnya saraf yang berada di tulang belakangnya, membuatnya mengalami kelumpuhan Tuan." Dokter Isaac menjelaskanya dengan tenang, agar Mario tidak terbawa emosi mendengar keadaan wanitanya.
Mario langsung mendadak lemas, bahkan tak mampu menopang kedua kakinya untuk berdiri tegak, "tidak, ini tidak mungkin terjadi, Edenku tidak mungkin lumpuh." Serunya dengan mulai meneteskan air matanya.
Jika tadi dia terlihat seperti seorang malaikat maut, maka sekarang dia telah berubah menjadi sosok kelinci yang lemah, "Tuan tenangkan diri anda Tuan." Ucap dokter Isaac dengan lembut. Yang langsung mendapatkan sebuah tatapan tajam dari Mario.
Mario langsung menarik kera baju milik dokter Isaac. "Tenang! Kamu pikir jika yang koma dan lumpuh adalah istri kamu, apakah kamu bisa temang ha." Teriaknya nyaring di depan telinga Dokter itu hingga membuat telinga dokter itu berdengung dengan keras.
"Ma-ma-maaf Tuan, bukan maksud saya-." Jawabnya terbata dan mulai ketakutan melihat sorot mata Mario yang benar-benar terlihat seperti seorang malaikat maut.
"Aaarrgghhh tak berguna." Bentaknya langsung mendorong tubuh dokter itu hingga terbentur dinding dengan sangat keras, tanpa memperdulikan jeritan kesakitan dokter itu.
__ADS_1
Mario mengalihkan pandanganya pada Billy yang sedari tadi ada di belakangnya. "Billy! Pembalasan dendam akan segera dimulai, pastikan kamu membawa Eden dan sembunyikan keluarga ku di tempat yang aman! Daniel sudah semakin menggila, dengan melibatkan orang-orang yang aku sayangi." Perintahnya pada Billy dengan muali mengatur strategi untuk melawan Daniel.
"Tuan, apakah ini pertanda jika peperangan antara anda dan masa lalu anda akan dimulai?" Tanya Billy yang mengetahui pasti, jika permasalahan ini sudah ada semenjak 13 tahun yang lalu, dua tahun sebelum Mario bertemu dengan Eden.
Mario terlihat berusaha menenangkan dirinya dengan cara mengatur nafasnya yang sedari tadi sudah naik turun dengan cepat. "Aku sudah tidak bisa menghindari Daniel lagi, dia terlalu berbahaya jika di biarkan terus menerus berada disekeliling keluargaku, terutama Eden," ucapnya menatap ke arah wajah wanita yang sangat dicintainya.
"Anda benar Tuan, Dendam itu harus segera di selesaikan, jika tidak akan memakan lebih banyak korban lagi." Sahut Billy yang setuju dengan tindakan Mario saat ini.
"Sekarang kamu bawalah Eden ke Indonesia, aku sudah menghubungi Lucas untuk memberikan perlindungan pada keluarga ku, dan pastikan, dia mendapatkan perawataan terbaik di rumah sakit Stella." Perintahnya pada Billy dengan mengatur strategi dengan sebaik mungkin.
"Baik Tuan, saya akan menyiapkan jet milik Tuan Arvan, agar Daniel tidak mengetahui pergerakan anda." Jawab Billy yang di anggukan kepala oleh Mario, yang sedari tadi terlihat menatap wajah Eden sedari dekat.
Billy langsung melangkahkan kakinya keluar untuk mempersiapkan segalanya, tak lupa dia membuat rumah sakit itu menjadi seperti pasar malam yang sangat ramai, agar memudahkanya untuk melangkah tanpa ada yang mengetahui setiap pergerakaanya.
Mario dan Lucas adalah sahabat dari kecil bersama dengan Arvan, namun hanya Arvanlah yang tidak mempunyai jiwa Psychopat, sedangkan Dari mereka bertiga memang Lucaslah yang paling tidak memiliki hati, sehingga dia menganggap nyawa manusia tidak pernah berharga.
Hubungan dekat merekalah yang membuat Mario yakin untuk menitipkan keluarga Charlotte kepadanya, karna dia yakin Lucas masih bisa menghargai arti sahabat hingga tidak mungkin baginya menyakiti istri dari sahabtanya.
Mario terus menatap kearah wajah Eden dan perlahan mengelusnya dengan lembut. "Kita pasti akab bersatu sayang." Lirihnya lembut tanpa sadar air matanya kembali menetes.
Dan beberapa menit kemudian, Datanglah Billy dengan memakai pakaian dokter lengkap dengan masker Dan lain-lain, serta beberapa staf Suster yang siap membantunya. "Tuan sudah waktunya." Ucap Billy membuyarkan lamunan Mario yang terus menerus menatap wajah Eden.
"Baiklah kalian bisa membawanya sekarang, dan aku akan pindah ke ruangan sebelah untuk mengalihkan perhatian mereka." Jawab Mario sambil mengelus lembut wajah wanitanya sebelum berpisah.
__ADS_1
Dengan segara beberapa suster itu langsung melepaskan alat-alat yang berada di Tubuh Eden, lalu menutupnya dengan selimut layaknya orang mati. Agar musuh tidak mengetahui jika itu adalah Eden melainkan orang lain.
Dengan mengendap-endap Mario melangkah keluar dengan berganti ke ruangan sebelahnya, karna Daniel juga belum tau jelas di mana ruangan Eden di rawat. Karna Daniel meninggalkan Eden disaat masih di ruang tindakan.
Tak lama setelah Mario berpindah ruangan, Billy yang sedang menyamar dengan di bantu para staf suster yang lain, langsung mendorong ranjang Eden menuju ruangan rahasia yang sudah di sulap menjadi ruangan mayat.
Dan dari situlah nanti Eden langsung di masukan ke dalam Jet pribadi milik Arvan yang tidak di ketahui oleh siapapun.
Haredang ih Mimin siang" makan roti sobek sendiri, Mimin bagi deh roti sobek PACAR MiMin. Harap bersabar ya π ini ujian ππ
Segitu dulu ya gengs, Mimin mau pacaran sama bang Mario duluππ nanti kalo udah puas, kita berdua muncul lagiππ
Oh ya buat kalian yang mau gabung di Grup Chat Mimin, bisa langsung masuk ya, untuk bercengkrama langsung bersama Mimin yang cantik ini ππππ bye" semuanya jangan lupa makan siang dan beristirahat.ππ
Jika bertanya masalah novel Mr Psychopat punya Lucas di lanjut atau enggak, jawabanya Akan Mimin lanjut nanti, karna Mimin harus mengadakan revisi besar-besaran terlebih dahulu ππ»ππ» jadi mohon bersabar untuk menunggu ya semua kesayangan Miminππ
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra