Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Bonus part5


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Tidak lama waktu yang mereka butuhkan untuk mengudara menuju Bali. Terlihat Anak-anak Mario yang tengah asik bermain di pantai.


Tadi sesampainya mereka di Bali, Brio dan Brina langsung mengamuk meminta ke pantai, tanpa perduli jika mereka lelah akibat perjalanan yang cukup melelahkan.


Dan karna Mario adalah orang yang paling tidak menyukai anak-anaknya menangis.


"Ayo ke pantai sama Daddy," ajak Mario tadi ketika melihat Brio mulai melemparkan barang-barang di sekelilingnya.


Sedangkan Brina sejak tadi hanya bersuara dengan imutnya, "Daddy we go beach yes?" Tanyanya sedari tadi di ulang-ulang.


"Yes,,yes, kita pergi ke pantai," jawab Mario yang sudah merasa jenuh dengan tingkah laku dua kurcacinya ini.


Mario dan Eden pergi membawa Brio dan Brina untuk bermain di pantai, tak lupa dia membawa pengasuh Anaknya yang akan menjaga dan mengawasi mereka berdua nantinya.


Ketika anak-anak tengah bermain dengan pengasuh mereka, Mario terlihat memeluk tubuh Eden dengan tangan yang mulai nakal naik di atas dada istrinya, "saaaayaaanggg," pangill Mario dengan nada sensualnya.


"Hemmm,,," jawab Eden dengan terus fokus ke layar ponselnya dan membiarkan tangan Mario merayap di tubuhnya, karna posisi pantai saat ini memanglah sedang sepi.


"Balik Vila yuk, kamu gak liat dia berdiri ini," bisik Mario yang sontak membuat Eden sedikit menjauh dari suaminya.


"Ini masih sore, lagian anak-anak juga di sini, jangan macam-macam deh, kita bukan sedang bulan madu," balas Eden, tak habis pikir dengan suaminya yang benar-benar tidak tau waktu.


Mario mengambil tangan Eden dan mengarahkanya kepada kukubirdrnya, "sayang dia udah tegang, hawanya dingin sih makanya dia bangunkan, masa kamu tega," ucap Mario lagi dengan menuntun tangan istrinya meremas kukubird miliknya.


"Aaahhhhssshh, ayo sayang," ajaknya langsung berdiri dan menarik tangan Eden.


Tak lupa dia memanggil anak-anaknya untuk pulang, "Brio Brina, ayo balik! Sudah mau malam," panggil Mario dengan sedikit berteriak.


Brio langsung menoleh ke arah Daddynya, "ha balik? Cepatnya, baru juga datang," protesenya yang merasa jika dia belum ada satu jam bermain air.

__ADS_1


"Iya balik, kalian bisa lanjut berenang di kolam Vila nanti," jawab Mario, dan mulai melangkahkan kakinya pulang ke Vila, dengan megandeng tangan istrinya dan menggendong tubuh Brina.


Sedangkan Brio kini berjalan sendiri dengan di ikuti dua pengasuh di belakangnya.


Sesampainya di Vila, Brio dan Brina kembali berenang dengan di dampingi oleh pengasuh-pengasuh mereka masing-masing.


Namun berbeda dengan Mario yang langsung menarik Eden masuk ke dalam kamar melanjutkan adegan yang tadi.


"Mario bisa di tunda malam gak sih? Aku gak enak sama yang lainya," ujar Eden yang sebenarnya malas melayani nafsu Mario yang sekali main bisa berjam-jam lamanya.


Mario mulai mengusap lembut tubuh istrinya dan membuka seluruh pakaian Eden hingga tak sehelai benangpun di tubuhnya, "aaassshhh engghh tidak bisa sayang, kamu taukan jika aku menginginkanya maka kapanpun dan dimanapun aku tidak bisa menahanya," balasnya dengan suara yang sudah tidak karuan.


"Tap-aasshhhhh," Eden ingin kembali membuka suara, namun terhenti karna rasa nikmat yang di berikan oleh Mario ketika dia mengem**ut ujung gunung kembar miliknya.


"Eennngghhh Kenapa kamu selalu saja seperti bayi ssshhh," rancau Eden yang mulai terbawa suasana kenikmatan tiada tara yang selalu di berikan suaminya ini.


Tidak sampai di situ, Mario kembali mengabsen setiap jengkal tubuh istrinya dengan lidah miliknya, menjil**ati leher Eden hingga ke apom miliknya.


"Desahakan namaku Baby," bisik Mario yang semakin merasa panas ketika mendengar suara sensual serta desahan manja istrinya ketika menyebutkan namanya.


"Ahhhssss,,Marioo,,aaahhhsa eenggguhhh,mau keluarr aaahhhh," jeritnya ketika merasakan akan melakukan pelepasaaan.


Dan seperti biasa Mario malah akan semakin lincah memainkan lidahnya untuk mengobrak-abrik surga milik istrinya. Hingga, Eden mengerang menandakan pelepasanya, Mario menghis***ap habis seluruh cairan kental milik istrinya.


"Husshh,hufftt," Mario dan Eden kembali tersenyum nakal saat ini, Cuupp Mario mencium bibir istrinya dan Mel**matnya sedikit.


Lalu dia mengeluarkan kukubird miliknya agar bisa di mainkan oleh Eden. Dan gantian kini Eden yang memberikan kenikmatan pada Mario dengan memakanya bagaikan eskrim.


"Aaahhhhssshh yeess baby,,aahh uhhmmm,,shittt!! Moree Faster," rancaunya tidak karuan menggengam di sekelilingnya ketika merasa dia ingin keluar.


Eden semakin mempercepat gerakan tangan dan mulutnya di kukubird milik suaminya. "Aaahhhhhggghhh eeehhmm shitttt," erang Mario menyemprotkan cairanya yang di minum oleh Eden.

__ADS_1


Mereka memang selalu seperti itu, karna menurut mereka rasanya akan sangat nikmat sekali, tidak akan lengkap hubungan mereka jika tidak sama-sama meminum cairan milik masing-masing.


Mario yang sudah tidak sabar, langsung mendorong tubuh Eden membentur ke dinding, dan mengangkat satu kakinya, "aahggghhh pelan,," ucap Eden ketika kukubird suaminya itu mulai menancap di apom miliknya.


"Aaahhssshh, kamu memang gak pernah berubah, padahal kita sudah tua,aaahhsss," ucap Eden yang merasa jika Mario selalu kuat dalam masalah seperti ini.


Mario terus menggerakan pinggulnya dengan kasar dan cepat, hingga membuat suara setiap hentaknya, "plllookkkk,,plookkkk,pllookk," bunyi adegan penyatuan mereka.


"Emhhssshh aku tidak tua sayang, aku masih bisa menghamilimu jika kamu mau," balasnya dengan menarik tubuh Eden dan menggantikan posisinya, dengan menggendong tubuh kecil Eden bagaikan anak Koala, dan mulai menghentaknya lagi.


"Aaahhhgghh, tidak perlu tuan mesum, tanpa aku hamil kamu memang yang paling hyper," ucap Eden yang semakin membuat Mario menguatkan hentakanya dan semakin dalam menancapkanya.


Setelah melakukan permainan satu jam lamanya, baru Mario ingin merasakan pelepasanya kembali, padahal Eden sudah melepaskanya sebanyak 6 kali.


"Aaahhhhhhhsshh sayang, aku mau keluar,,aahhhhh,," rancau Mario dan Eden mengerang keenakanya di saat cairan itu menyembur ke dalam rahim milik Eden.


"Ahhhssshh huufftt," nafas keduanya yang masih terlihat berburu, cuuuppp,,cuupp,,cuupp,,cuppp Mario kembali menciumi wajah istrinya dengan gemas. "Makasih ya sayang," ucapnya lembut, dan membaringkan tubuhnya di samping Eden.


Namun tidak membiarkan Eden tidur tenang, Mario kembali menyusu di gunung kembar istrinya untuk meminta asi yang sudah tidak kelur.


Eden membelai kepala Mario yang sedang menyusu padahya bagaikan bayi besar. Hingga akhirnya Mario tertidur seperti kekeyangan hingga dia melepaskan sendiri gunung itu, namun tak berpindah posisi, Eden yang merasa tubuhnya nyaris remuk, kini ikut memejamkan matanya, melewatkan makan malam bersama dengan anak-anak mereka, untuk berbulan madu sejenak.


Mommy Eden yang sexy 😘😘



To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2