
π©π»βπ» Happy Reading π
Di sisi lain, Daniel baru saja keluar dari ruangan Eden, dengan wajah yang lesu.
Dia mengingat jika tadi Dokter bilang bahwa Eden mengalami koma yang entah sampai kapan. "Kenapa kamu mengambil semua wanita yang aku cintai Tuhan." Gumamnya dalam hati tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipinya.
Excel yang melihat kakaknya menangis langsung segera menghampirinya, "kakak kenapa kak? Bagaimana keadaan wanita itu?" Tanya dengan khawatir, karna jika sampai Eden meninggal, maka tamatlah juga riwayatnya.
Daniel langsung tersadar dan penuh emosi memberi bogeman untuk adiknya.
Bugghh..bughhh Daniel memukul Excel dengan keras. "Bodoh, kenapa kamu tidak bisa menghentikan mobilmu sebelum kamu menabraknya." Bentak Daniel yang tersulut emosi karna mendengar kondisi wanita yang di cintainya sedari dulu, bahkan disaat dia menikah. Cintanya itu masih tetap stuck kepada Eden.
Excel yang takut dengan kakaknya, langsung segera berlari keluar menuju mobilnya. Daniel juga tak tinggal diam, dia mengikuti langkah Excel dan juga memasuki mobilnya untuk mengejar Excel yang sudah mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
Namun naas, langkah mereka terhalang oleh kedatangan Mario.
Mario dan Max langsung segera mengejar mobil Excel dan Daniel, sedangkan Billy langsung mengarah ke rumah sakit dan melihat keadaan Wanita Tuanya itu.
Dia harus segera memindahkan Eden, sebelum terjadi masalah yang lebih besar lagi.
Daniel dan Excel menyadari jika saat ini mereka tengah di kejad oleh seseorang yang membabi buta.
__ADS_1
Daniel melihat Excel yang seperti ketakutan, langsung menelpon adiknya. "Tetap santai, jangan gugup, terus berada di depan kakak." Ucapnya dengan lembut, disaat panggilan itu sudah terhubung.
Max yang sedari tadi berada di belakang Mario, kini mensejajarkan mobil mereka, dan langsung mendapatkan Kode dari Mario untuk mengejar mobil Excel, hingga momen saling kejar pun terjadi dijalan raya besar.
Sedangkan Mario menambah kecepatan mobilnya dan langsung menabrak mobil Daniel dari belakang, serta mengeluarkan senjata apinya dan mengarahkan ke arah Daniel.
Mario menambah kecepatanya, hingga saat ini mobilnya langsung berada di hadapan mobil Daniel dengan arah yang terbalik, karna dia benar-benar menghadapkan mobil itu agar memudahkanya menembak.
Dorr..dorr dua peluru di lepaskanya, namun lolos, Daniel dengan gesit menghindarinya hingga peluru itu meleset mengenai kaca-kaca mobilnya.
Tidak ingin terjepit, Daniel langsung menabrak mobil depan Mario, dan melajukan mobilnya meninggalkan Mario.
Excel dengan rasa takut menabrak mobil Max agar bisa berlawanan arah dengan mobil lainya.
Mario yang melihat Max terjepit langsung menabrak mobil Excel, sehingga mobil excel di apit oleh Mario dan Max. Daniel yang melihat adiknya dalam bahaya, langsung memundurkan mobilnya ke arah Max.
Max yang terkejut dengan serangan tiba-tiba langsung membanting Stirnya asal. Brruuuuggghh.. brugghhh..brugghh mobil Max hancur tak tersisa, karna dia membanting stir kearah berlawanan arah yang membuatnya di sambar mobil dari depan hingga terseret kearah arus sebelahnya, hingga tabrakan beruntun itu terjadi.
Mario yang melihat Max seperti sudah tidak bernyawa, semakin meluapkan emosinya, dia segera melajukan mobilnya untuk mengejar dua kakak beradik itu, tanpa memperdulikan Max yang nasibnya sudah tidak tau seperti apa.
Dorr..dorr..dorr, Mario menembakin Mobil Excel terus menerus, dan Excel yang ketakutan terus melajukan mobilnya, tanpa tau jika dia menerobos lampu merah.
__ADS_1
Bruggghhhh. Lagi-lagi tabrakan itu terjadi.
Namun Naas, keadaan Excel jauh lebih parah di bandingkan Max tadi. Karna saat ini Excel benar-benar di tabrak dari 4 arah sekaligus, dan terakhir dia di tabrak oleh sebuah Truk besar hingga mobilnya terguling-guling, dan hancur tak tersisa. Hingga posisi mobil itu terbalik di sisi jalan raya.
Terlihat jelas jika Excel berusaha keluar, dengan mata yang nyaris tertutup. Daniel yang melihat adiknya seperti itu, langsung menghentikan mobilnya, dan berlari menyelamatkan adiknya Excel.
Boooommmm, mobil itu meledak dengan sangat kencang, membakar habis mobil beserta korbanya sekaligus. Daniel langsung berlutut lemah melihat adiknya yang mati dengan cara seperti itu. "Aaaarrrgghhhh Excell." Teriaknya sejadi-jadinya dengan tangisan histerisnya. Dia benar-benar hancur, merasa tidak berguna bagi adiknya saat ini. Teringat jelas, bagaimana dia memukul adiknya tadi berulang-ulang.
Hingga menyebabkan Excel berlari ketakutan dan membuatnya melajukan mobilnya yang membuatnya berakhir seperti ini.
"Daniel maafin kakak,. Kakak tidak becus menjagamu." Tangisnya menunggu polisi untuk membantunya serta pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang membakar mobil serta tubuh adiknya.
Sedangkan Mario yang sudah memastikan, pelaku penabrak itu mati, langsung segera meninggalkan lokasi kejadian, dia harus melihat keadaan Max setelah ini.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1