Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Bonus part 12


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke πŸ₯°


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Ketika Briell telah sampai di Apartemenya, dia langsung mencuci mukanya menatap cermin yang berada di hadapnya.


Terlihat dirinya yang berulang kali menarik hembuskan nafasnya dengan kasar, dia masih tidak bisa terima jika Aiden adalah seorang Mafia yang gemar membunuh.


Pasalnya dia selalu menolak jika Daddnya melakukan hal seperti itu dulu, terlebih lagi semenjak menikah Daddynya itu memang sudah tidak pernah memperlihatkan hal-hal kekerasan padanya.


Dan semua ini sangat menbuatnya bingung antara menerima atau tidak kehadiran Aiden di hatinya.


Di saat Briell sibuk dengan pemikiraanya, tiba-tiba saja bel apartemenya berbunyi.


"Siapa?" Sahut Briell, dan lalu dia melihat ke arah layar Cctv khusus untuk melihat siapa yang mendatangi Apartnya malam-malam.


Dia kembali menghembuskan nafasnya kasar melihat siapa yang datang, dan dengan malas dia membukakan pintu untuk Aiden.


Melihat Briell yang Membukakan pintu untuknya, dengan cepat Aiden langsung memeluknya dengan perasaan yang sangat khawatir.


"Untuk apa kamu kesini?" tanya Briell dengan serius.

__ADS_1


Dan sontak saja, pertanyaanya itu membuat Aiden melepaskan pelukanya, lalu menatap wajah Briell dengan lekat.


"Apa maksudnya sayang? Ya tentu saja aku mengkhawatirkan kamu lah, apa lagi coba," jawab Aiden yang bingung melihat tatapan Briell yang tidak biasa kepadanya.


Bahkan saat ini Briell terlihat menangis menatap Aiden.


"Sayang are you okay?" Tanya Aiden dengan raut wajah yang sangat khawatir dengan kekasihnya. Namun Briell hanya diam tanpa menjawab sama sekali, dan terus saja menangis.


"Sayang apa kamu takut dengan kejadian tadi?" Tanyanya lagi yang masih belum mendapatkan jawabanya.


Briell menatap mata Aiden dengan lekat, "iya aku takut, bahkan sangat takut, Aiden." Jawabnya dengan sedikit membentak.


"Tapi aku lebih takut sama kamu," sambungnya lagi membuat Aiden terdiam mendegarnya.


"Lepasin aku! Sekarang kamu lebih baik pulang aja deh, kasih aku ruang sedikit untuk bernafas dan memikirkan semua ini, aku bingung dengan langkah apa yang harus aku ambil ke depanya nanti," lirihnya pelan, dan sontak membuat Aiden membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja Briell katakan.


"Apa maksdumu sayang, aku tidak mengerti kamu tuh sebenarnya kenapa? Apa aku melakukan kesalahan? Kenapa kamu marah seperti ini?" Bentak Aiden di luar kendali.


Briell tersenyum sinis menatap ke arah Aiden yang sudah berani membentaknya, "kamu jangan pikir aku bodoh Aiden! Kamu dulu bilang apa? Kamu bukanlah seorang pembunuh, tapi sekarang nyatanya apa? Bahkan kamu ketuanya kan, kamu bohong sama aku," bentak Briell tak kalah tegas menantang Aiden.


Mendengar ucapan Briell, sontak saja Aiden langsung terdiam tanpa menjawab apapun, karna dia ingin mengelak lagi pun sudah tidak bisa, Briell bukanlah wanita bodoh yang gampang di bohongi.


"Kenapa diam? Bisu gak bisa jawab? Atau kamu lagi berpikir tentang bagaiamna lagi caranya bohong menutupi seluruh kesalahanmu, iya begitu Aiden," sinisnya pada kekasihnya itu.

__ADS_1


Bugghhh Aiden memilih untuk berlutut di kaki Briell memohon pengampunan, "maafkan aku sayang, please. Sungguh ini hanyalah sebuah kewajiban ku melanjutakn bisnis dari Uncle Lucas dan Uncle Arvan, tapi aku janji tidak akan pernah kasar sama kamu aku janji please jangan tinggalkan aku," mohonya di kaki Briell memohon pengampunan dari kekasihnya ini.


Briell terdiam menatap ke lain arah, sungguh bukan ini yang dia inginkan, dia hanya ingin Aiden berhenti dari kegiatanya yang sangat tidak pantas itu, tapi bagaimana cara mengatakanya, tentu saja Aiden akan menolak permintaanya itu.


Dengan memberanikan dirinya, Briell menatap Aiden dengan lekat, dan menyuruhnya untuk berdiri, "ayo bangun, aku tidak menyukai kamu yang seperti ini, please, berubahlah demi aku! Jangan membunuh lagi, bisakan," pinta Briell serius kepada Aiden.


Aiden terdiam mendengar permintaan itu, dia bingung harus menjawab apa.


"Ahh tidak aku tau kamu tidak bisa berhenti, namun setidaknya menguranginya bisa kan? Jika memang masih bisa di berikan hukaman lain, maka berikan saja tapi jangan membunuhnya," serunya lagi yang kini di jawab anggukan kepala oleh Aiden.


Dia sendiri sebenarnya tidak yakin jika Aiden akan benar-benar melakukanya, namun tidak ada salahnya di coba.


Mungkin saja dengan kehadiranya itu Aiden akan berubah. "Terima kasih sayang," lirih Briell mendekap erat tubuh Aiden untuk menyalurkan segala rasa takutnya.


"Aku yang harusnya berterima kasih karna kamu tidak jadi meninggalkanku," balas Aiden dengan lembut, sambil mengusap puncak kepala Briell.


Baginya lebih baik mengiyakan dulu permintaan Briell, namun kedepanya dia harus lebih berhati-hati agar kegiatanya tidak ketahuan lagi oleh Briell.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2