
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke π₯°
Jangan sinder ππ
πΉ Happy Reading πΉ
"Sayang, aku lapar loh tadi kan aku belum makan banyak," keluh Briell pada Aiden yang terlihat tengah sibuk dengan Laptopnya.
Aiden menoleh sekilas menatap Briell yang menampilkan wajah cemberutnya, "pesan online ya, aku juga gak bisa masak soalnya sayang," balasanya singkat, dan lalu kembali lagi fokus dengan Laptopnya.
Briell yang merasa di abaikan oleh Aiden kini merasa kesal dan mulai mencari cara agar Aiden kembali memperhatikanya.
Dia tak henti-hentinya keluar masuk kamar di depan Aiden seakan-akan mencari kenyamanan.
Aiden sesekali melirik dan menatap langkah Briell yang tidak berhenti-berhenti itu.
Lalu seakan mengerti, Aiden langsung mengetikan sebuah pesan di ponselnya menyuruh anak buahnya membeli makanan di restoran terfavorite.
Selang setengau jam, dengan mode ngebut anak buahnya itu berhasip mengantarkanya makanan.
Ting tong, bel apartemen Briell berbunyi membuat mereka bersamaan menatap ke arah pintu.
"Bukalah," sinisnya melirik ke arah Aiden.
Dan dengan langkah pasrah Aiden berjalan membuka pintu untuk mengambil makanan itu.
"Tuan ini-," ucap penagawalnya terhenti ketika Aiden menaikan salah satu tanganya untuk menyuruhnya berhenti berbicara.
Tanpa berbicara, Aiden langsung mengambil makanan itu dan segera menutup pintu itu lagi.
__ADS_1
Dia melangkah kembali mendekat ke arah kekasihnya yang sedang berbaring memainkan game online di ponselnya.
"Sayang ini makanan mu," ucapnya lembut dengan mengusap lembut kepala Briell dan mengucup keningnya singkat.
Lalu Aiden kembali melanjutkan pekerjaanya yang sangat menumpuk tanpa memperdulikan Briell kembali.
"Malam ini kamu tidur di sini kan," seru Briell dengan sedikit nada kesalnya.
Aiden kembali melirik sekilas ke arah Briell yang sedang berbaring tanpa melirik ke arahnya.
"Belum tau sayang, mungkin tidak," jawab Aiden.
"Kenapa?" tanyanya dengan nada tidak terima.
"Aku masih banyak pekerjaan sayang, dan malam ini aku masih harus-,"
"Harus apa, harus menyelesaikan misi Mafiamu itu," sindir Briell lagi yang sudah dapat membaca pergerakan Aiden.
"Oke fine aku tidur di sini," jawabnya pasrah karna tidak ingin berdebat saat ini.
Briell yang merasa menang kali ini langsung tersenyum penuh kebanggaan, karna mampu mengendalikan Aiden di gengamanya.
Dia sangat tau jika Aiden adalah pria yang paling di kagumi para wanita di luaran sana, dan bahkan Aiden adalah sosok yang paling tidak bisa di sentuh oleh wanita lain selain keluarganya.
Dan dia merasa bangga karna bisa memiliki Aiden sebagai kekasihnya, apa lagi Aiden berhasil dia kendalikan, itu menjadikanya semakin bangga menjadi wanita yang beruntung.
"Sayang kamu mau tidur di sini bersama ku atau bersama laptop mu itu," sindir Briell lagi dengan suara yang keras.
Aiden kembali menghela nafasnya kasar, dan menutup laptopnya dengan kasar, bahkan saat ini dia membanting apapun yang berada di dekatnya menahan segala amarahnya.
__ADS_1
Namun bukannya takut, Briell hanya tertawa cengigisan, dan merasa puas dengan tindakanya.
Bahkan dengan santainya dia membuka makanan yang tadi di pesan oleh Aiden, sambil kembali memainkan gamenya.
Aiden yang tidak ingin memuncak saat ini langsung masuk ke dalam kamar untuk mengistirahatkan pikiranya, meninggalkan Briell yang masih sibuk dengan makananya.
"Marah aja sana, yang penting kamu gak pergi," gumamnya pelan, membiarkan Aiden dengan kemarahanya.
Beginilah cara Briell mengendalikan Aiden dengan segala kemarahaanya. Dia lebih baik membiarkan Aiden dengan 1000 kemarahaanya, karna dia tau nantinya mood Aiden akan kembali lagi.
Dan di saat dia tengah asik memainkan ponselnya, dari dalam terdengar seperti pintu yang sedang di banting, dan sudah jelas jika pelakunya adalah Aiden yang masih mode On karna Briell terus menggangunya.
"It's okay Aiden, banting saja. Setelah ini aku akan mendapatkan pintu baru," teriak Briell yang semakin memancing kemarahaan Aiden.
Braakkk,,braaakk, lagi-lagi Aiden membanting sesuatu di dalam dan itu semakin membuat Briell ingin tertawa.
"Thanks Darling untuk pintu barunya, aku akan membeli pintu yang lebih bagus lagi, makasih ya sayang," godanya dengan berteriak.
Dan tak lama kemudian suasana menjadi hening, pertanda jika Aiden sudah tenang dan mungkin sudah tertidur.
Dengan cepat Briell langsung melangkahkan kakinya untuk memeriksa apa yang di lakukan Aiden di dalam.
"Kan ku bilang juga apa, dia capek sendiri," batin Briell yang melihat Aiden sudah tertidur dengan nyaman.
Briell memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu memakai piyama tidurnya. Dan setelah itu Briell langsung naik ke tempat tidur dan membelakangi Aiden dengan memeluk gulingnya nyaman, untuk segera pergi ke alam mimpi.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**ππ*
__ADS_1
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra