
π©π»βπ» Happy Reading π
Mario harus melakukan ini kembali, karna jika tidak Eden akan selamanya menolak kehadiaranya. "Kamu milik ku Eden, kamu milik ku, dan aku harus secepatnya menanamkan kembali benihku ini, agar ketika kamu hamil, Briell akan membela ku dan memaksamu untuk menikah denganku." Batinya tersenyum penuh kemenangan menatap botol di tanganya.
Eden bisa membaca semua itu, dia tau jika Air yang di bawa Mario itu adalah air yang tidak beres.
Mario tau jika Eden bukanlah wanita bodoh yang bisa diklabui begitu saja, dia pasti tau jika air itu mengandung obat pembangkit gairah yang sengaja dimasukanya kedalam air itu dengan bantuan Billy.
Mario menarik tengkuk Eden dan mendekatkan minuman yan di lenggangnya ke mulut Eden, Mario memastikan minuman itu benar-benar masuk ke mulut Eden dan terminum. "Uhuk...uhukk... Mario kamu!" Mario merasa puas karena minuman itu berhasil masuk ke dalam tubuh Eden, kini dia hanya tinggal menunggu.
Dan beberapa menit kemudian, tubuh keduanya langsung merasakan panas bersamaan, merasa masih ada kesempatan, Mario memaksa Eden menghabiskan air di dalam botol itu hingga tak tersisa, karena dia mau malam ini menghukum Eden dengan hukuman yang paling indah, yang selama sepuluh tahun ini sudah ditahannya dan lebih memilih bersolo di kamar mandi, dari pada memanggil wanita bayaran untuk melayaninya, dan membuat Eden murka nantinya.
Disaat Eden sudah merasakan panas dan efek dari obat itu, Mario yang sebenarnya juga sudah merasakan hal yang sama, namun masih bisa menahanya.
Dia membiarkan Eden terlebih dahulu, lalu dia melangkah ke kamar mandi untuk mengganti pakaianya dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, setelah itu baru dia keluar dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya.
Hingga membuat Eden menelan salivanya dengan kasar, menahan gairahnya yang bergejolak saat melihat Mario yang berpenampilan seperti itu dihadapanya.
Mario menatap kearah Eden yang sedang menatap kearah dada Bidang berbentuk Abs roti sobek miliknya. "Eden." Panggilnya dengan suara yang sensasional. Membuat Eden menoleh kepadanya.
__ADS_1
"hem." Sahut Eden berusaha menahan gejolakan obat yang sudah masuk ke dalam tubuhnya itu.
Namun sepertinya obat itu benar-benar masuk dalam tingkat maximum, sehingga membuat Eden benar-benar yang akan mencari kepuasaan untuk memberhentikan gejolak di dalam tubuhnya.
"Jangan disembunyikan." Ucap Mario menatap Eden dengan intens.
"Aahhkkh,shit!" Umpat Eden disaat Mario menyelipkan tanganya di leher miliknya, Mario tersenyum puas dengan itu, lalu dia mencoba membawa Eden lebih dalam lagi dengan cara mengusap lembut daun telinga Eden dengan ibu jarinya.
Namun karna pengaruh obat, Eden tidak memberontak sama sekali, dia malah tersenyum miring merespon tingkah Mario yang mulai memancingnya, lalu dengan lembut dia menggegam pergelangan tangan Mario dan perlahan menurunkan tangan Mario tepat di bukit kembarnya.! Tepat di kedua gundukan kenyal.
Sontak Mario langsung menampilkan ekspresi terkejut yang tertahan di wajahnya, akan tetapi dengan bangga dia tidak mau menyingkirkan tanganya.
desahan mulai terdengar dari mulutnya wanita itu.
Gerakan keduanya masih berlanjut, Eden dengan penuh gairah meraba dada Mario dan bermain di ujungnya. Hingga akhirnya dengan nakal karna pengaruh obat yang tinggi. Eden menurunkan tanganya mencari titik di mana handuk Mario terkait, dan ingin segera membukanya.
Namun Mario langsung menahan tangan Eden, dan membuat Eden menampilakan wajah Emosinya.
Dengan kasar Eden langsung melepaskan Tautan bibir mereka, lalu menatap Mario dengan kesal.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak sabaran seperti ini sayang?" Tanyanya menggoda Eden.
Namun karna pengaruh obat Eden tidak bisa membuat otaknya berkerja dengan baik, tetapi malah sebaliknya dia menjadi wanita buas.
Mario tersenyum sinis. Mengambil Tangan Eden dan meletakanya di atas kepemilikannya yang sudah mengeras dan Eden bisa merasakanya dan menyentuhnya meskipun masih terhalang Handuk yang menutupinya. Lalu Mario kembali melahap bibir Eden hingga turun di leher jenjangnya.
Cup!
"Engh..."
Tanpa sadar Eden menengokan kepalanya keatas memberikan Mario akses di lehernya, sambil masih meraba kukubird milik Mario yang semakin meneggang. Tidak bisa dibayangkan seberapa besar ukuranya. Yang jelasnya, ini pasti akan sangat memuaskan.
Mario menatap kearah Eden yang sedang mendongakan kepalanya keatas dan sesekali menutup matanya menikmati sentuhan di leher Eden. Lalu dia menarik dagu milik Eden agar bisa menatap matanya itu. "More?" Tanyanya serius dan di jawab anggukan kepala oleh Eden,
Dada Abs roti sobek lagi gengs. Mimin kasih buat menambah geregetnya berimajinasi.
To be continue.
Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs ππ»π
__ADS_1
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra.