Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 58


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


Setelah sampai di Rumah sakit, beberapa staf langsung cepat membawa Eden ke ruangan tindakan.


Excel dan dua orang saksi tadi masih setia menunggu di depan ruangan tindakan.


Excel terlihat sangat cemas, tetapi bukan karna mencemaskan keadaan wanita yang di tabraknya, melainkan dia cemas takut pada kakaknya dan menyita mobilnya.


"Bagaimana keadaan wanita itu." Suara bariton yang berat tiba-tiba mengejutkan mereka. Membuat Excel langsung menelan salivanya kasar.


"Tamatlah riwayat ku." Ucapnya dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya.


"Masih di periksa di dalam pak, kami juga belum mengetahui pastinya." Sahut salah satu saksi tersebut yang di jawab anggukan kepala oleh Daniel.


Lalu dia mengalihkan pandanganya ke arah adiknya Excel, "aku gak urus." Ucapnya dengan santai. Menandakan masalah besar yang akan menghampiri adiknya.


Excel langsung menangis memeluk kaki kakaknya, "kak Daniel, jangan begitu dong kak, nanti adik kakak yang paling ganteng ini akan hilang. Hhuuaa..huaaa." Teriaknya histeris membuat semua orang menatap jijik ke arah Excel dan Daniel.


"Maaf..maaf..maaf." Ucap Daniel menangkupkan kedua tanganya tersenyum kikuk kepada seluruh pengunjung rumah sakit yang melihatnya.


Dengan cepat Daniel langsung membungkam mulut adiknya itu. "Kalo kamu masih nangis nih kaos kaki ku yang belum aku cuci seminggu, aku masukin kedalam mulutmu." Ancamnya yang langsung membuat Excel menghentikan tangisnya.


"Nah gitu, bikin wibawaku hilang aja." Ucapnya merapikan penampilanya.


"Idih emangnya situ punya wibawa?" Tanyanya lupa jika sedang menjaga sikap.


"Oooo Soory, tadi kelepasaan." Ucapnya menyadari kalimatnya yang membuatnya langsung mendapatkan tatapan tajam dari kakaknya.

__ADS_1


Tak lama kemudian keluarlah Dokter dari ruang tindakan itu, dengan wajah yang terlihat sangat cemas. "Keluarga pasien kecelakaan." Serunya memanggil keluarga Eden.


"Kami Dok." Sahut Daniel yang belum mengetahui jelas siapa yang di tabrak adiknya itu.


"Jadi begini Tuan, pasien saat ini sedang kristis, dia kehilangan banyak darah dan benar-benar harus melakukan trasfutasi darah secepatnya," ujar sang dokter dengan begitu khawtir.


"Kalo boleh tau apa golongan darah pasien dok?" Tanya Daniel yang juga mulai merasakan kepanikan yang hakiki.


"Pasien memerlukan golongan darah AB+ dan stok darah ini sangat langkah sekali pak, tapi kita sangat membutuhkan dalam jumlah banyak." Ucap Dokter itu lagi.


"Oh Dok, kebetulan darah saya dan adik saya juga sama sepertinya," sahut Daniel yang merasakan seperti mendaptkan ilham untuk tergerak membantu wanita itu.


"Kak kok aku sih." Ucap Excel yang tidak terima, golongan darah langkah miliknya di ambil dan di sumbangkan kepada wanita yang baru saja ditabraknya.


Dokter itu langsung menatap keduanya bergantian, "maaf pak, jika memang benar golongan darah kalian sama, maia segeralah batu pasien sebelum terlambat pak." Ujar dokter itu menengahi tatapan permusuhaan antara Daniel dan Excel.


"Baiklah jika begitu ayo pak, kita harus segela melakukanya." Ajak Dokter itu langsung membawa Daniel masuk ke dalam ruangan.


Namun sebelum dia benar-benar masuk dia mengintip keluar . "Kalian berdua tahan tangan adik saya! Jangan sampai dia kabur!" Ancaman Daniel memerintah kedua Saksi yang tadi di bawa oleh Excel.


Dengan sigap keduanya langsung memegang tangan Excel dan memakasanya untuk duduk.


"Jangan main paksa gitu dong." Ucapnya yang langsung berhenti menyambung kalimatnya disaat melihat dua saksi itu melototkan mata kearahnya. "Oke fine." Jawabnya pasrah menghempaskan tubuhnya di kursi tunggu.


Sedangkan didalam ruangan, dengan perlahan Daniel melangkah memasuki ruangan yang penuh dengan Staf yang sedang membantu korban tabrak adiknya.


Dia masih belum bisa melihat jelas korban itu karna masih dikelilingi oleh beberapa suster dan Dokter.

__ADS_1


"Silahkan Tuan." Ucap salah satu suster mengarahkan Daniel untuk duduk di tempat yang di sediakan.


"Dok, identitas pasien sudah teridentifikasi." Seru salah satu Suster yang sedari tadi terlihat sibuk dengan komputernya untuk mengidentifikasi pasien tabrak itu.


"Katakan." Sahut Dokte senior sambil terus fokus menangani pasien itu.


"Namanya Eden Charlotte Dok, berusia 34 tahun." Ucap Suster itu.


DEG


Jantung Daniel berpacu dengan sangat kencang disaat mendengar nama itu.


"Eden." Ucapnya dengan wajah yang terlihat mulai memucat.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Segitu dulu yah gengs, Mimin mau istirahat dulu, nanti Mimin lanjut lagi.


Untuk yang masih bertanya Give Awaynya di nilai dari vote Hadiah ya, di aplikasi baru 😘


Jadi yang belum update versi baru, ayo buruan update.

__ADS_1


Semoga beruntung ya, salam cinta dari MiminπŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2