Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 24


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


Sesampainya dirumah sakit Mario langsung menggendong tubuh Eden yang sudah semakin melemah itu masuk. "Dokter tolong istri saya Dok, dia sedang hami," ucapnya dengan kepanikan menemui dokter wanita yang tengah berjaga.


Dokter itu langsung cepat memanggil beberapa staf rumah sakit untuk membawa Eden masuk ke ruang tindakan. Mario yang panik terus mengikuti langkah Dokter itu yang membawa Eden dengan memegang erat jemari wanita yang tengah kesakitan itu, "sakit, hikss..hikss." Tangisnya menahan sakit yang teramat di perutnya.


"sayang ku mohon bertahanlah, demi bayi kita, maafkan aku." Mario terlihat meneteskan air matanya, dia sangat menyesal, karna perbuataanya membuat Eden jadi seperti ini.


Eden melihat itu, meskipun dia tengah menahan rasa sakitnya, namun dia tau jika Mario teramat menyesali perbuatanya, terbukti dia melihat seorang Mario yang terlihat dingin dan Psycho bisa menangis melihat kesakitaanya.


"Maaf Tuan, silahkan tunggu diluar ! Kami akan memeriksa keadaan istri anda terlebih dahulu." Ujar Suster dengan kalimat penekanan.


"Suster selamatkan istri dan bayi saya." Mohonya pada suster itu.


"Baik pak, kami akan berusaha." Balasnya

__ADS_1


sambil menutup pintu ruangan itu.


Mario yang melihat pintu itu tertutup langsung terduduk menyesali perbuataanya. "Aaarrgghhh Bodoh kamu Mario, kenapa kamu membuatnya stress hingga seprti itu," emosinya sambil mengacak rambutnya sendiri.


Dia menganggap bahwa Eden stress karna tekanan darinya tadi, dia tidak tau jika Eden mengalami tekanan batin saat ini akibat kepergian Papahnya.


Dan tak lama kemudian datang sesosok pria yang terlihat sangat emosi, dan langsung memberikan pukulan yang sangat keras di wajah Mario.


Buuuggghhhhh..bugghhh Arvan memberikan pukulan bertubi-tubi kepada Mario. "Sudah aku bilang sama kamu! Jangan pernah kamu menggangu keluarga mereka! Tapi kamu dengan bodohnya malah membuat papahnya meninggal. Buggghhhh." Emosi Arvan memuncak dan memukul Mario bertubi-tubi, namun tak ada balasan dari Mario.


Lalu Arvan dengan cepat mengeluarkan Pistol pribadi khususnya yang sangat mematikan dan menodongkanya ke kepala Mario. "Jawab aku kenapa kamu membunuh Papah Eden jika kamu mencintainya!" Bentak Arvan yang mulai hilang kesabaran menghadapi temanya yang gila ini.


"Jika bukan kamu siapa, bukankah kamu yang merencanakan akan menghancurkan keluarga Charlotte." Bentaknya dan mulai mengeker Pistolnya bersiap untuk menembak.


Mario hanya menampilkan senyuman sinisnya. "Yang aku rencanakan itu menggoyahkan kedudukanya di perusahaanmu, bukan menghancurkan keluarganya dengan tuduhan murahan seperti itu, bahkan jika kamu tidak bilang detik ini Papahnya dia meninggal. Aku tidak akan pernah mengetahuinya." Jawabnya jujur menatap mata Arvan, dan Siapapun bisa melihat kejujuran itu.

__ADS_1


Arvan sebenarnya sangat mengetahui jika temannya itu tidak akan pernah berani menyakiti orang-orang yang dia sayangi, meskipun dia akan berbuat hal-hal gila, tetapi dia tidak pernah berani menghilangkan nyawa seseorang dengan kelicikannya itu.


"Lalu yang terjadi pada Eden saat ini?" Tanya lagi namun dengan suara yang tidak setinggi tadi.


Mario langsung mengehembuskan nafasnya kasar, "ini semua karana keegoisan ku yang memaksanya untuk tetap bersama ku di dalam hotel." Jawabnya pelan dengan menundukan kepalanya.


Arvan langsung menaikan alisnya satu menyiratkan ekspersi kebingungan. "Hotel? Bagaimana Eden bisa bersamamu di Hotel?" Tanya dengan serius.


"Itu karna sebuah pesan yang aku kirimkan kepada Jones Charlotte semalam, untuk sebuah penawaran kebebasnya." Jawabnya dengan singkat.


"Bodoh."


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*

__ADS_1


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra.


__ADS_2