Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 49


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


"Ingat Mario jika kamu tidak bisa melakukan apa yang aku minta, maka kamu akan aku nyatakan dalam misi. Dan jika kamu gagal dalam misi, maka aku akan menikah dengan Billy." Ucapnya yang baru pertama kali Mario mendengarnya berbicara sebanyak itu.


Karna biasanya Eden hanya mengatakan hal-hal secara singkat saja. Berbeda dengan hari ini, dia sudah berbicara seperti orang biasa pada umumnnya.


Sedangkan Billy yang mendengar penuturuan nyonyanya yang memasukanya ke daftar calon riwayar kematian, langsung merasakan sesak di dadanya, "nyonya kenapa harus menikahi saya nyonya?" Tanya Billy dengan gugup.


Karna baginya lebih baik tanya sekarang daripada akhir bosnya ini memasukanya di kandang Singa jika benar-benar berani menikahi istrinya.


Eden memaksakan dirinya untuk menerima Mario, karna dia tau jika dia tidak akan pernah menang dalam merebut hak asuh pada Briell, tadi disaat dia mengingat betapa kerasanya perjuanganya melahirkan Briell kalla itu, rasanya sangat tidak adil jika dia memberikan Briell begitu saja pada Mario, dia mengakui kesalahanya yang terlalu sibuk tanpa memperdulikan putrinya, hingga putrinya tumbuh menjadi sosok yang menakutkan seperti di sekolah.


Bahkan Mario sendiri sangat terkejut dengan kalimat dari Eden yang tiba-tiba mau memberikan kesempatan kepadanya untuk membuktikan bahwa dirinya memang pantas untuk bersanding dengan Eden, wanita yang selama ini sudah bertahta dengan nyaman di hatinya. "Permainan apa yang sebenarnya sedang kamu permainkan Eden?" Tanya Mario dengan pandangan menyelidiki.

__ADS_1


Eden yang di tatap seperti itu oleh Mario langsung mengalihkan pandanganya menatap lurus ke depan.


Dan lagi-lagi Billy dan Max yang menyadari suasana canggung di dalam mobil, memilih keluar lagi untuk memberikan akses privasi kepada Mario dan Eden.


Setelah Billy dan Max keluar, Eden membranikan diri untuk menatap kedalam Mata Mario mencari semua jawaban atas cinta yang selalu dia katakan.


"Kamu tidak akan pernah tau, bagaimana perjuanganku untuk melahirkan Briell ke dunia ini, aku sangat menyayanginya. Namun aku akui memanng aku salah dalam mendidiknya, aku terlalu sibuk dengan semua pekerjaan ku hingga akhirnya dia membenciku seperti saat ini." Ucapnya dengan kristal-kristal lembut yang perlahan mulai jatuh dari mata indahnya.


Dia langsung mengusap air mata itu perlahan, dan mengalihkan pandanganya ke jendela yang berada disisi sebelahnya.


"Cukup Mario, aku lelah, aku lelah selalu melarikan diri dari kejaraan mu, aku lelah selalu mendapatkan kalimat kasar dari putriku sendiri, aku lelah dengan semua tindakan gila mu itu, dan sekarang kamu datang seenaknya ingin mengambil hak asuh atas Briell. Sejahat-jahatnya seorang ibu, bahkan tidak akan pernah rela jika Putrinya di ambil secara paksa darinya." Tangisnya pecah mengingat semua sakit hatinya dan kejadian-kejadian yang menghancurkan hidupnya di saat bertemu Mario.


"Sebelum kamu datang kedalam kehidupanku dan memperkosa ku, senyum dan kepercayaaan diri ku begitu tinggi, aku bangga dengan diriku sendiri. Aku bisa membahagiakan kedua orang tua ku dengan semua prestasiku." Tangisnya lagi-lagi yang membuat hati Mario rasanya seperti teriris pisau dagingnya penjual di pasar.

__ADS_1


"Saaayaang, maafin aku." Ucapnya pelan tanpa sadar juga mulai meneteskan air matanya perlahan.


"Semenjak hari itu, kamu mengambil semunya dari ku, senyuman, harga diri, kebanggaanku, bahkan kebebasaanku semua kamu rampas dengan paksa dariku. Hingga Papah meninggalkan kami hanya karna kebodohan kami yang ingin menghindar dan bersembunyi darimu, yang membuat kami lari ke Canada. Tapi siapa sangka teman bisnis di sana menggunakan cara licik untuk menyingkirkan Papah. Dan aku kehilanganya, itu semua karna kamu yang hadir membawa bencana besar kedalam kehidupanku. Dan sekarang apa? Kamu lagi-lagi mengambil Briell yang kamu tau jelas adalah kehidupanku," tangisnya kembali mengalihkan tatapanya ke wajah Mario. Dan dia sedikit terkejut melihat Mario yang juga meneteskan air matanya.


"Sayang maafin aku, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Ucap Mario yang baru mulai menyadari sebegitu besarnya kesalahan yang dia perbuat selama ini.


"Apakah aku tidak boleh bahagia Mario ? Tanyanya dengan menatap sendu kearah Mario.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Up selanjutanya siang ya gengs Mimin usahakan 😘😘


__ADS_2