
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke π₯°
Jangan sinder ππ
πΉ Happy Reading πΉ
Saat ini Aiden sedang mengantarkan Briell untuk pergi ke kampus, sepanjangan jalan mereka hanya diam tanpa membuka suara mereka masing-masing, membuat suasana menjadi dingin dan itu paling tidak di sukai oleh Briell.
"Sayang," panggilnya pada Aiden yang sedang fokus nyetir saat ini.
Aiden menolehkan pandanganya sekilas, lalu kembali lagi menatap ke arah depan, "kenapa sayang?" tanya Aiden lembut.
Sesungguhnya dia sedang diam karna menahan amarah pada Briell yang tidak mau menurutinya mengganti baju yang saat ini menampilkan gunung kembarnya.
"Kamu dari kemarin diam terus seperti itu, apakah kamu udah gak suka sama aku?" tanya Briell langsung to the point.
Aiden kembali diam, dia tidak ingin menanggapi pertanyaan Briell yang akan memancing pertengkaraan mereka lagi.
Merasa di abaikan lagi oleh Aiden, membuat Briell berpikir yang over terhadapnya, "aku rasa hubungan kita udah gak sehat deh, kamu yang acuh dan aku yang berusaha minta perhatian dari kamu," serunya lagi pelan, dan kini membuat Aiden sedikit meliriknya.
"Sebaiknya kita putus saja ya, aku gak tahan dengan sikap kamu yang cuek sama aku," ucapnya tiba-tiba, membuat Aiden menghentikan mobilnya secara spontan.
"Aawwhhh," rintih Briell, ketika kepalanya terbentur dengan keras di dashboard, ketika Aiden ngerem mendadak.
"Apaan sih kamu! Bisa pelan-pelan gak sih." Bentak Briell menatap tajam ke arah Aiden.
Namun Aiden sama sekali tidak memperdulikanya, dan kali ini gantian Aiden yang menatapnya dengan lekat dan penuh amarah.
__ADS_1
"Kamu bilang apa tadi ?" tanya Aiden, untuk mendengar dengan jelas apa yang di katakan oleh Brieel.
"Kita putus aja," jawab Briell santai.
Aiden menanggapinya dengan senyuman tipis di wajahnya, dia merasa bahwa Briell hanya emosi sesaat saja.
"Sayang kamu itu masih labil, kamu belum tau bagaimana caranya mengambil keputusaan dengan baik dan benar," balas Aiden, yang hanya di balas cuek oleh Briell.
"Terserahmu, tapi aku mau kita putus!" tegasnya pada Aiden.
Namun Aiden kembali memilih diam, dan tidak menanggapi permintaan putus dari Briell. "Jika aku belum menjawabnya, maka kamu masih tetap menjadi pasanganku," jawabnya mutlak dan tidak bisa di bantah.
Briell menghela nafasnya kasar, dia merasa muak dengan sikap Aiden yang terlalu cuek terhadapnya.
Padahal dia hanya ingin Aiden sedikit saja menunjukan bahwa pria ini benar-benar mencintainya.
"Aku mencintaimu sayang, dan tidak akan ku. Biarkan kamu meninggalkanku, ingat itu!" Tegasnya pada Briell.
Dan lagi-lagi Briell harus menghela nafasnya kasar, "kalo memang cinta, kamu harus menunjukanya kepadaku," balasnya dengan kesal.
Aiden kembali menatap Briell singkat, dan terus fokus menatap ke depan, "cara setiap orang mencintai itu berbeda sayang, kamu gak bisa memintaku seperti orang lain, yang terlalu over menunjukan kasih sayangnya," sahut Aiden lagi.
"Kamu gak bisa memintaku harus sama seperti pria di luar sana yang bisa bersikap manis dengan pasanganya, I'am not them," ucapnya lagi, yang kali ini membuat Briell meneteskan air matanya.
Bukan karna terharu, tapi karna dia benar-benar merasa capek dengan sikap Aiden yang menurutnya terlalu dingin.
Aiden yang melihat Briell menangis, kini segera mengusap lembut air mata itu dengan menggunakan jarinya.
__ADS_1
"Jangan nangis dong sayang, aku akan berusaha berubah, but not now. Kasih aku waktu lagi untuk bisa mengubah keadaan dan merubah semua sikap ku, kasih aku waktu lagi," pinta Aiden dengan tulus.
"Oke aku akan memberikanmu waktu lagi, tapi kalau kamu tidak kunjung berubah, maka jangan salahkan aku jika kita harus berpisah," tegas Briell lagi. Yang kali ini hanya di balasn senyuman oleh Aiden.
"Makasih sayang, aku akan menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin," balas Aiden, penuh keyakinan.
"Oke aku pegang janji mu," sahut Briell.
Dan setelah melakukan perjalanan panjang, saat ini Briell sudah sampai di depan kampusnya, "aku pergi dulu ya," pamitnya pada Aiden.
Cuupp, Aiden mengecup singkat bibir Briell, sebelum kekasihnya itu melangkahkan kakinya keluar dari mobil.
"Hati-hati ya sayang, nanti pulangnya aku jemput," seru Aiden, ketika Briell sudah berada di luar.
"Oke, bye sayang," pamit Briell.
"Bye," jawab Aiden.
Dan setelah memastikan Briell masuk ke dalam, Aiden baru melajukan mobilnya ke Kantor melanjutkan pekerjaanya yang tertunda kemarin.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**ππ*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1