Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 74


__ADS_3

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Happy Reading πŸ“–


"Bagaimana keadaanya Dok?" Tanya Mario pada Dokter Justin Ahli saraf yang di kirim oleh Stella untuk menindak lanjuti pemerikasaan terhadap Eden.


Setelah menangis tadi Eden akhirnya tertidur karna terlelah, mungkin karna tubuhnya yang masih lemah membuatnya gampang untuk letih, sehingga di saat dia tertidur di situlah kesempatan untuk Mario menelpon Dokter, sebab sedari tadi Eden tak ingin melepaskanya walau hanya sedetik saja.


"Walaupun ini hanya lumpuh sementara, tetapi ini akan menjadi bahaya jika tidak secepatnya mendapatkan therapy yang benar," seru Dokter Justin setelah memeriksa keadaan kaki Eden.


Mario langsung menatap wajah Eden yang tengah tertidur pulas, lalu kembali menatap ke arah Dokter Justin. "Lalu apa yang harus saya lakukan Dok? Saya akan melakukan apa pun untuk kesembuhan istri saya Dok." Ucapnya yang hampir membuat Justin tertawa, sebab Mario selalu mengatakan bahwa dirinya adalah suami Eden.


Padahal jelas tertulis bahwa di identitas milik Eden jika dia berstatus single, lalu di mana status menikahnya ? Entalah hanya Mario dan Tuhan yang tau kemana status itu pergi.


"Saya akan merekomendasikan rumah sakit di Russia sebagai rumah sakit pengobatan terbaik, anda bisa membawa Istri anda ke sana Tuan," ucap Justin sengaja menekankan kata Istri.


Justin sendiri sebenarnya tertarik dengan sosok Eden,namun dia sadar diri jika levelnya tidak bisa setara untuk bersaing dengan Mario, pria yang mengaku suami Eden . Apa lagi di antara mereka sudah mempunyai seorang putri, maka dari itu Justin hanya mampu memendam perasaanya terhadap Eden.

__ADS_1


"Nona bangunlah dan buka matamu itu, lihat aku ! Pria yang jauh lebih tampan dari pada pria berotot itu," gumamnya dalam hati tanpa bercermin pada dirinya jika dia juga mempunyai otot yang besar.


"Saya akan membawanya ke Rusia." Sahut Marcell tegas dan lantang karna dia menyadari jika Justin sedang memandang wanitanya yang sedang tertidur saat ini.


"Jangan bilang kita mau pindah lagi!" Teriak suara seseorang dari arah pintu, sangking kuatnya teriakan itu, Eden jadi terbangun dari tidur lelapnya.


"Briell." Seru Mario di saat melihat putrinta yang masuo bersama dengan Camernya (calon mertua).


"Briell, sini sayang." Panggil Eden di sela-sela matanya yang masih belum terbuka semua.


Namun karna kesal mendengar Daddnya yang mengatakan ingin pindah lagi, dia tidak menyahuti panggilan Eden.


Mario langsung terdiam mendengar bentakan putrinya terhadapnya. "Jadi begini rasa sakit yang di alami oleh Eden ketika Briell sering membentaknya." Gumamnya dalam hati karna baru ini Briell membentaknya dengan tatapan yang siap menerkam mangsanya.


"Briell, bukan begitu maksud Daddy." Sahut Mario berusaha meminta pengertian dari putrinya.

__ADS_1


"Lalu apa ?" Bentaknya membuat semua yang ada di situ sontak terkejut mendengar anak seusianya sudah bisa membentak tanpa ada ketakutan sama sekali, termasuk Justin.


Justin hanya menelan salivanya kasar melihat putri Mario yang seperti singa yang mengerikan.


"Briell tenang dulu sayang." Seru Eden dengan lembut yang langsung mengalihkan tatapan tajam Briell berubah menjadi tatapan sendu menatap ke arah Mommy yang selama ini dia rindukan.


"Mommy." Lirihnya pelan terkejut melihat Mommynya yang sudah benar-benar sadar saat ini.


Kita liat ketampanan Dokter Justin yuk, Mimin kasih yang segar-segar ya 😘😘



To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*

__ADS_1


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2