Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Chapter 71


__ADS_3

๐Ÿ‘ฉ๐Ÿปโ€๐Ÿ’ป Happy Reading ๐Ÿ“–


Seperti yang sudah dibicarakan oleh Mario kemarin.


Hari ini Briell dengan terpaksa masuk ke sekolah seperti biasa karna selama enam bulan ini dia masih menjalani home schooling, meskipun dia baru sedikit bisa menggunakan bahasa indonesia, tapi Mario harus melakukan ini agar putrinya itu bisa beradaptasi dengan orang-orang baru di sekitarnya.


Pagi ini Mario sendiri lah yang mengantar Briell untuk ke sekolah bertaraf internasional, sebab Briell kalian tau sendiri meskipun hidup tanpa Mario dulu, tapi Eden selalu mencukupi kebutuhuhan mewahnya.


Saat ini Briell tengah menahan rasa amarahnya karna pebuatan Mario, karna Mario teman-temanya saat ini menatap ane ke arahnya, bagaimana tidak Mario benar-benar mengantarnya hingga masuk ke dalam kelas, bagaikan anak TK yang baru pertama kali sekolah, bahkan Mario yang membawakan tas Briell hingga rasanya dia ingin menenggelamkan wajahnya saat itu juga.


"Daddy, sudah pulang lah!! Briell malu Dad, Briell udah kelas 5, jadi Please Dad, uuhhrrrgggh." Ucapnya benar-benar kesal dengan tingkah Mario saat ini.


Sedangkan Mario hanya tersenyum dengan sok keren menggunakan kaca mata hitamnya, dia tidak menanggapi umpatan demi umpan yang di keluarkan oleh putrinya, dan itu semakin membuat Briell ingin pulang kembali karna dia benar-benar malu saat ini.


"Oh Tuhan, aarrgghh,, Dad pulanglah!! Ini sudah di kelas, hiskk,,,hiskk,, sebentar lagi guru datang Dad,,ayolah Briell bukan anak kecil yang harus di tungguin Dad." Mohonya benar-benar pada Mario agar menyingkir dari dalam ruanganya.


"Oke nanti Daddy pergi di saat pelajaraan mu di mulai." Sahutnya santai melirik jam tanganya, membuat Briell semakin kesal dengan orang tua puber kedua ini.


Namun saat ini bukan Briell namanya jika tidak bisa berbuat sesuatu untuk kesejahteraanya. "Dad bukanya Mommy sudah sadar ya?? But bagaimana jika putri tidur bangun lalu tak ada pangeran di sebelahnya ?? Dari dongeng yang Briell baca kalo putri tidur bangun terus liat pria yang pertama kali di depanya, maka itu akan menjadi pasangan hidupnya. Dan jika Daddy di sini maka yang jadi pangeran adalah-" ucapnya menguji nyali dari pangeran bermobil di sebelahnya itu.

__ADS_1


Mendengar ucapan putrinya yang tidak pernah bercanda sebelumnya, sontak Mario langsung berdiri dan berlari keluar dari ruangan menuju parkiraan untuk segera pulang ke rumah, apalagi dia sangat ingat jika hari ini adalah kunjungan para Dokter tampan bisa mampus dia kalo semua yang di katakan oleh Briell tadi kenyataan.


"Enggak,, dia hanyalah milik ku, putri tidurku." Lirihnya yang selalu mengklem bahwa Eden adalah miliknya.


35 menit dia berkendara hingga sampai di rumah, Mario langsung berlari menuju kamar perawataanya Eden, melihat perkembangan yang sedari kemarin sudah di tunjukan oleh Eden.


"Bagaimana keadaanya?" Tanya Mario dengan terburu-buru di saat sudah masuk ke dalam rungan Eden.


Tidak ada jawaban dari Marcell dan juga Justin, namun terlihat senyuman bahagia dari kedua dokter itu serta anggukan kepala pada Mario, membuat Mario bingung dengan kode yang di berikan oleh dua Dokter itu.


"Mendekatlah!" Perintah Marcell dengan menahan senyum bahagianya.


"Hiskk,,hisk sayang kamu bangun sayang??" Tanyanya yang di jawab dengan mata indah yang sudah lama tidak pernah terbuka serta anggukan kepala lemah yang menandakan jika manusia itu masih hidup.


"Rio.." lirihnya pelan memanggil nama Mario yang saat ini tengah memeluknya dengan erat dan dia bisa merasakan jika Mario saat ini sedang menangis.


Perlahan tapi pasti Eden membalas pelukan itu, dia melingkarkan tanganya memeluk tubuh pria yang selama enam bulan ini selalu berada di sebelahnya.


Kalian tentu tau bukan, dia memang koma tali dia bisa mendengar dan merasakan orang-orang sekitar di dalam alam bawa sadarnya.

__ADS_1


Bahkan Eden saat ini juga sedang menangis di dalam pelukan Mario, dia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher milik Mario, membuat mereka berdua saling menangis kebahagiaan karna dirinya telah bangun dari tidur panjangnya.


Detik kemudian Mario melepaskan pelukan itu lalu menatap wajah serta mata indah yang selama ini dia rindukan. Cupppp Mario memberikan sebuah kecupan kecil di kening Eden, lalu kembali memeluknya tanpa bisa berkata apapun.


Marcell dan Justin akhirnya bisa bernafas lega saat ini, karna tugas berat mereka sudah berakhir dengan kesadaraan Eden.


Mungkin masih harus ada sedikit-sedikit pemeriksaan yang di lakukan, namun bukan hal besar bagi mereka, karna yang penting hanyalah kesadaraan dari Nyonya Jonatahan.


Yeee Mommy sadar kembali, mau liat gak sih bucinya keluarga mereka ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Nih mimin kasih pemandangan menyegarkan๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ



To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜Š*


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2