
π©π»βπ» Happy Reading π
Setelah pemakaman Jones Charlotte, Papah dari Eden. Kini seluruhnya telah kembali ke rumahnya masing-masing.
Kini gadis manja yang kemaren sudah mulai kembali menikmatin hidupnya, lagi-lagi harus di hadapkan dengan takdir yang merenggut Orang yang sangat dicintainya. Apa yang bisa dilakukanya? Tidak ada, Selaian menangis dan terus mengingat kenangan-kenangan indah bersama dengan Papahnya.
Eden tersadar dari lamunanya, lalu dia segera mengambil ponsel Papahnya, dia ingin memcari apa yang membuat Papahnya itu bisa mendapatkan serangan jantung mendadaknya, padahal kondisinya selama sebulan ini baik-baik saja, membuatnya sangat yakin jika pasti ada faktor lain penyebab Papahnya itu meninggal.
Di saat Eden mengecek ponsel Papahnya, dia menemukan sebuah pesan penawaran untuk kebebasanya, "ini maksudnya apa ya?" Lirihnya bingung membaca pesan tersebut.
Dan karna penasaraan Eden pergi tanpa sepengetahuan siapapun untuk menemui sesorang yang mengirim pesan ini kepada Papahnya.
Eden mengendarai mobil sendiri untuk menuju Hotel The Ritz-Carlton Toronto Canada, tempat pertemuan yang di tuliskan di pesan itu.
__ADS_1
Setelah sampai Di Hotel, Eden memberanikan dirinya untuk mencari Nomor kamar yang di kirimkan oleh orang itu, meskipun takut akan tetapi Eden harus memberanikan dirinya, karan dia sangat penasaran sekali permasalahan besar seperti apa yang membuat Papahnya itu sampai terkena serangan jantung.
Cukup lama Eden berkeliling mencari kamar 6688, hingga akhirnya dia mendapatkanya dan langsung mengetuk pintu itu.
Tok..tok..tok.. Eden mengetuk pintu itu cukup lama hingga terdengar suara sahutan seorang pria dari dalam.
Ckleekkk suara pintu terbuka lebar membuat Eden semakin menegang. "Selamat datang Tuan Jo-." Ucapnya terhenti melihat sosok wanita yang sangat dicintainya dan beberapa lama ini membuatnya menggila, kini berada didepan matanya.
Eden yang sangat menghafal wajah itu tanpa berkata apapun langsung pergi melangkahkan kakinya, namun untuk yang kesekian kalinya Mario berhasil memeluk tubuh itu dan menggendongnya secara paksa untuk masuk kedalam kamarnya. "Lepaskan aku..bajingan..lepasakan aku!!" Teriaknya memukul-mukul dada Mario dengan sangat keras.
"Lepaskan aku bajingan! Jangan sentuh aku! Teriaknya dengan berdiri menjauh menatap Mario penuh kebencian.
"Ssstttt, sayang jangan marah-marah. Kasihan anak kita didalam nanti gak bisa tidur dengan tenang dia," ucapnya lembut membuat Eden sontak mendengar Mario yang mengetahui bahwa dirinya tengah hamil, dan kemudahan itu melangkah mendekati Eden ingin mengelus perut yang terdapat buah hatinya. Namun bukanya mendekat Eden malah semakin menjauh dari dari Mario yang terus melangkah saat ini.
__ADS_1
Mario yang melihat ketakutan Eden denganya itu langsung menampilkan senyumnya gemesnya. "Sayang aku sangat merindukan mu dan bayi kita, aku sudah mencarimu kemana-mana tapi tidak menemukanmu, dan sekarang kamu ada disini, bersamaku," ucap Mario menarik paksa tubuh Eden kedalam pelukanya lalu membawanya ke tempat tidur, "lepaskan aku..pleass lepasakan aku!! Aku sedang-."
"Hamil, aku tau sayang," sahutnya sambil menangku tubuh Eden dan memeluknya dari belakang, lalu dia mengelus perut Eden yang masih rata. "Lepaskan aku!! Nanti suami aku bisa marah dan jika dia sampai tau nanti kamu bisa di bunuhnya," ucapnya dengan tangisan yang membuat suaranya semakin terdengar menggemaskan di telinga Mario, dan membuat Mario langsung tertawa sinis menanggapinya.
Dan dia langsung menarik tengkuk leher Eden dan menciumnya dengan paksa membuat tangisan Eden semakin kencang, Mendengar tangisan itu, Mario langsung menyudahi ciumannya itu. "Aku mau liat suami kamu datang, aku mau memberikanya pelajaran karna sudah berani menikahi istri ku," ucapnya dengan menyenderkan kepalanya di tubuh Eden.
Eden yang mendengar kata istri benar-benar langsung merinding, dan menganggap Mario benar-benar sudah gila. Dan dengan keberanian yang tinggi, Eden mengambil tangan Mario dengan pelan, Mario yang tidak tau Eden mau berbuat apa langsung mengikuti saja Eden bermain dengan tanganya.
"Aaaaaaarrgggh, shit! Eden." Pekiknya penuh emosi.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
__ADS_1
Terima kasihππ»ππ»