
π©π»βπ» Happy Reading π
6 bulan kemudian
Sudah sejak lama keadaan Eden masih belum kembali sadar. Eden memang sudah melakukan operasi itu dan berhasil, namun sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda jika dia akan bangun dari tidur panjangnya.
Seperti biasa Mario selalu menemani Eden tanpa pernah meninggalkanya sejam pun, karna kalo semenit boong gengs.
Dia merawat Eden di rumah, karna dia tidak bisa selalu menjaganya jika di rumah sakit.
Mario merubah dua ruangan besar di rumahnya menjadi kamar perawatan khusus untuk wanitanya. Agar setiap hari dia bisa tidur bersama dengan cintanya.
Bahkan Mario tidak pernah pergi ke kantor selama ini, dia sendiri yang merawat Eden dan juga Briell yang tingkah lakuknya membuat Mario pusing 7 keliling, tapi untung ada Mamah Roza yang membantunya, jadi ketika Mario sedang sibuk dengan Meeting di rumahnya, Roza lah yang merawat Eden dan Briel, Mario sendiri sudah menyiapkan perawat khusus untuk Briell, namun Mario tidak akan pernah percaya melepaskan putrinya di titipkan orang lain tanpa pengawasan darinya atau dari Mamah Roza.
Saat ini Mario tengah berbaring memeluk tubuh Eden yang seperti mayat hidup itu, dia menciumi bibir dan seluruh wajah Eden, mengikuti film dongeng Princess putri salju dan juga Putri Aurora yang di lihatnya dari film yang pernah Briell liat, di saat dia tak sengaja melihatnya, yang di mana satu ciuman langsung membuat sang putri bangun dari tidurnya. Konyol memang tapi itulah Mario sudah menjadi korba Kartun.
"tuan putri, bangunlah! Sampai kapan kamu betah dalam tidur mu itu? Aku sudah mencium mu berulang kali, tapi kenapa kamu gak sadar-sadar juga kaya mereka, bukankah aku pangeranmu? Bukankah aku ini cinta abadimu?" Tanyanya benar-benar memperlihatkan ketidak warasaanya.
"Apa kamu tau sayang, aku setiap hari olahraga dan membentuk tubuhku ini agar tetap bagus dan sispack, biar nanti kalo kamu bangun kita bisa morena lagi." Pikiranya mesum selalu mengingat jika dulu Eden pernah sangat liar walaupun di kendalikan oleh obat perangsang.
Dan di saat dia berbicara sambil memeluk Eden, tiba-tiba pintu terbuka dengan keras, menandakan jika putrinya itu akan menggangu kemesraanya.
Briell sendiri belum memasuki sekolah biasa, karna dia belum bisa menggunakan bahasa Indonesia sepenuhnya.
"Daddy." Panggilnya langsung loncat ke atas tempat tidur menyelip di tengah-tengah Eden dan Mario.
__ADS_1
Mario langsung kesal karna Briell sekarang suka jahil menganggunya dan juga Eden yang tengah tertidur dengan segala tingkah lakunya.
"Briell jangan gangu Daddy! Lebih baik kamu pergi belajar bahasa indonesia sana!" Ucap Mario yang di acuhkan oleh Briell.
"Briell." Panggilnya lagi karna putrinya itu tak mendengarkanya, malah semakin erat memeluk tubuh ibunya.
"Daddy untuk apa aku belajar bahasa indonesia ? Kita kan akan segera balik ke Spanyol jika Mommy sudah sembuh." Jawabnya dengan santai.
"Lalu jika ada yang mengajak mu biacara bahasa Indo bagaimanan?" Tanya Mario kesal dengan jawaban putrinya.
"Ya nantikan aku pura-pura tidak mendengarnya saja Dad," jawabnya dengan simple, membuat Mario langsung menggelengkan kepalanya pusing dengan jawaban asal putrinya.
Semenjak Briell berada di Indonesia dan berteman dengan anak dari Stella dan Jerry, membuat Briell sedikit demi sedikit merubah sifat dinginnya menjadi agak melenceng, membuat Mario agak sedikit sakit kepala melihat kelakuan putrinya.
"Briell besok kamu sudah harus ke sekolah pada biasa ya, Daddy sudah mendaftarkan mu di sekolah seperti Airein dan Aiden." Mario memberitahukan putrinya bahwa tidak ada lagi alasan untuk menolak sekolah umum.
Mario yang melihat Briell masih tidak mau pinggir dari tempatnya, langsung memeluk kedua wanitanya, walau sedikit sulit karna posisi Eden yang terlentang, "daddy ih Briell sesak nafas." Keluh Briell yang berada di dalam pelukan Daddynya itu.
"Biarin aja, Daddykan sayang banget sama Briell sama Mommy." Jawabnya santai masih dengan memeluk kedua tubuh mungil itu.
"Daddy." Panggil Briell dengan pelan.
"Iya sayang." Sahut Mario dengan mata yang terpejam.
"Daddy kenapa Mommy masih belum bangun sampai sekarang? Apa Mommy sudah membenci kita Dad? Sampai-sampai dia tidak mau bertemu lagi dengan kita?" Tanyanya yang langsung membuat Mario menahan rasa sakit di hatinya.
__ADS_1
"Briell sayang Mommy akan selalu sayang sama kamu, Sampai kapan pun sebesar apapun kesalahan Briell, Mommy tidak akan pernah membenci Briell, Daddy tau itu sayang." Seru Mario dengan air mata yang diam-diam menetes kembali.
Jujur dia begitu lelah, dia lelah dengan keadaan takdir yang mempermainkan dia, dia lelah dengan cinta yang tak kunjung masuk dalam gengamannya, cinta yang membuatnya benar-benar tersiksa seperti sekarang ini.
"Sayang bangunlah." Gumamnya dalam hati menatap wajah sendu milik Eden.
"Daddy tangan Mommy gerak." Briell mengucapkanya sambil berteriak.
Di saat dia di apit oleh Daddynya, dia merasakan tangan Eden yang bergerak di dekat tubuhnya, dan dia langsung berteriak pada Mario yang sepertinya juga merasakan pergerakan itu.
"Sayang kamu bangun sayang, putri tidurku sudah bangun." Lirih Mario pelan dengan senyum bahagia hingga tanpa sadar kalimatnya itu membuat Briell menatap aneh padanya.
"Putri tidur?" Ucapnya aneh mengingat bagaimana Daddynya bisa mengetahui dongeng itu.
Mario yang menyadari tatapan aneh dari putrinya, pura-pura tidak tau lalu berdiri melangkah keluar mencari dokter untuk memeriksanya lebih lanjut.
Hot mother lama tidak menyapa, Hello everyoneππ
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra