
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke π₯°
Jangan sinder ππ
πΉ Happy Reading πΉ
Sudah 3 tahun berlalu, Aiden dan Briell masih terus saja seperti itu putus nyambung tanpa ada suatu kejelasan.
Bruukkkk, Briell membanting seluruh barang-barang di dalam apartemenya, "oh jadi kamu maunya apa sekarang! Kalau kamu mau pergi silahkan, aku udah capek sama kamu Aiden capek," teriak Briell menggila.
Aiden yang merasa sudah tidak ada jalan lainpun akhirnya menyetujuinya, "baiklah Briell, kamu yang mau kita berakhir kan, semua sudah jelas Briell, kamu selalu melanggar kesepakataan yang selalu kita buat, kamu pergi bersama laki-laki yang jelas aku tidak akan menyukai hal itu," balas Aiden, memberikan ultimatum kepada Briell.
Cikhh, Briell melemparkan ponselnya ke arah Aiden, "buka matamu sana baca! Aku gak ada hubungan apa-apa sama Neo, kamu tuh selalu nuduh aku, padahal kamu yang salah gak perhatian sama aku tapi kamu nuduh terus,hiskk," tangisnya yang sudah capek menghadapi sikap Aiden ini.
Bruukkkkk Aiden membanting ponsel Briell dengan sangat keras, dia bahkan tidak perduli dengan reaksi Briell yang sedang menangis, "kalau kamu tidak mempunyai hubungan, lalu kenapa jalan bodoh! Kamu jangan kaya wanita murahan yang mau jalan sana sini dengan pria lain Briell, sadari siapa diri kamu! Siapa pasangan kamu," bentak Aiden.
Masalah yang tidak akan pernah berhenti ketika keduanya selalu di radang emosi yang terlalu berlebihan seperti ini, keduanya saling menyakiti atas kecemburuaan masing-masing.
Briell menghapus air matanya, lalu menatao tajam ke arah Aiden, "oh ya, lalu bagaimana dengan kamu yang selalu jalan dengan sekertaris kamu itu ha? Kamu pikir aku gak tau seberapa dekatnya kamu sama dia, mikir dong! Kamu gak bolehkan aku cemburu sama kamu, tapi kamu selalu cemburu sama aku, itu namanya Anda sangat egois," sahutnya yang semakin memperkeruh keadaan.
"Aku gak jalan sama dia, lagian aku sama dia keluar wajar karna ada client, bukan buat selingkuh seperti otak kamu itu pikir," balas Aiden lagi.
Briell membalikan tubuhnya memblakangi Aiden yang kini sedang menatapnya, "udah deh Aiden, lebih baik kita sekarang putus aja, kamu terlalu gelap buat aku, capek tau gak sih kamu," keluhnya pusing dengan semua ini.
"Aku memintamu untuk berhenti membunuh, kamu gak mau lakukan oke fine, aku masih toleransi, tapi kamu membunuh Neo karna jalan bersamaku itu benar-benar gila Aiden, kamu membuatku di rundung rasa bersalah denganya, kamu-," ucapnya terputus, karna tidak sanggup lagi mengatakan apapun pada Aiden.
"Udah aku capek, sekarang aku mau yang jelas-jelas aja, gak mau yang selalu menyakiti aku seperti kamu, jadi lebih baik sekarang kamu pergi aja," tandanya mengusir Aiden dari apartemenya.
"Oke, kita putus, dan setelah ini kita hidup masing-masing," sahut Aiden, dan segera melangkahkan kakinya keluar.
Brukk Aiden membanting pintu aparteman Briell dengan sangat keras, meninggalkan Briell yang kini terduduk menangis memeluk kakinya.
Dia tidak menyangka, jika Aiden akan mengiyakan permintaanya, harusnya Aiden membujuknya seperti kemarin-kemarin.
__ADS_1
Namun entah siapa yang lelah dalam hubungan ini, sehingga meraka memutuskan untuk benar-benar mengakhirinya.
"Hiskk,,hisk," tangis Briell tak ingin berhenti. Bagaimana tidak, 3 tahun menjalin hubungan, suka maupun duku, tangis dan kedataran Aiden selalu mereka lewati dengan sabar, namun kali ini semuanya sudah hancur berantakan. Membuat Briell memilih untuk pindah ke Spanyol.
Dia meminta Daddy Mario untuk memindahkanya ke Spanyol, Negara di mana dirinya berasal dulu. Dengan menceritakan segala permasalahanya bersama dengan Aiden, Mario menyetujuinya.
Di sinilah kisah baru Briell mulai tercipta, sudah seminggu dia berada di Barcelona, dalam keadaan yang masih galau, dia mencoba melepaskanya dengan berlari di pagi hari.
Brugggg, tidak sengaja dia menabrak seorang pria yang berada di hadapanya, "soory, Iam-," Briell terjatuh pingsan tepat di hadapan pria itu.
"Nona, Nona," panggilnya menepuk lembut pipi Briell.
"Ah, tidak bisa di biarkan ini," gumam pria itu, langsung sigap mengangkat tubuh Briell dan membawanya ke klinik terdekat.
Sesampainya di klinik, Pria itu masih setia menunggu sampai Briell selesai di periksa.
"Ahh keluarga pasien," panggil dokter yang baru saja keluar dari ruang tindakan.
Pria itu terlihat bingung sejenak, dia mau bohong atau tidak, "ehm saya kekasihnya dok, bagaimana keadaannya dok?" tanya pria itu bohong.
"Oh ya, setelah cairan infusnya habis, dia sudah boleh pulang, dan ingat pastikan dia mengkonsumsi makanan-makanan sehat dan bergizi, dan satu lagi, pastikan dia mendapatkan tidur dan istirahat yang cukup ya," seru dokter itu lagi, memberikan arahan untuk pria itu.
"Baik dok, saya akan memperhatikan terus kesehatanya," balas pria itu.
"Harus, kamukan kekasihnya," sindir dokter itu, membuat pria itu gugup dan membalasnya dengan tersenyum kikuk.
"Sudah jangan tegang, saya permisi dulu ya," pamit dokter itu, dan meninggalkan pria itu sendiri.
"Oke, kita masuk lihat keadaanya dan setelah itu kita akan pamit juga," gumamnya sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Briell.
Ketika dirinya sudah masuk ke dalam ruangan Briell, pria itu memandang Briell yang sudah terbangun dan menatapnya dengan tajam.
"Siapa kamu?" tanya Briell sinis.
__ADS_1
Pria itu menoleh ke belakangnya dan mencari seseorang yang lainya, namun dia tidak menemukanya dan mendapatkan hanya dirinya yang ada di dalam ruangan itu, "kamu bicara sama aku?" tanyanya balik.
Membuat Briell hanya memutarkan bola matanya malas, "kamu pikir aku gila bisa bicara sama hantu," Briell yang kesal kini bicara dengan suara yang sangat ketus.
Pria itu hanya mengedikan bahunya singkat, "Namaku adalah Alson Emilio, kamu bisa menanggil ku Alson, usiaku 22, tahun dan aku asli orang Barcelona," ucapnya mengenalkan dirinya.
"Oke," balas Briell singkat.
"Hanya oke?" tanya Alson yang merasa aneh dengan jawaban itu.
"Iya oke, kamu sudah memperkenalkan diriny dengan jelas, lalu apa yang ingin ku tanyakan lagi?" tanya Briell balik.
"Oke what ever, jadi begini tadi dokter memintaku untuk menjadi perawatmu sampai kamu sembuh, aku harus mengatur segala kegiataan hingga makanan kamu, oh ya jangan lupa aku di suruh untuk menperhatikan semua jam tidur kamu, dan semua itu adalah perintah dokter kamu tidak bisa menbantahnya dan sebentar lagi aku akan mendatangi surat kontrak merwat kamu, apa sudah bisa di pahami Nona-," ucapnya terhenti ketika dia lupa jika dia belum tau nama wanita ini.
"Briell," sahutnya karna sudah tau jika Pria ini tidak mengetahui namanya.
"Ah iya Nona Briell, apa kamu sudah mengerti sekarang?" tanyanya jelas.
Briell yang memperhatikan pria ini bicara seketika mengingat ke masa lalunya, "oh kamuu ini pria songong yang bersekolah di Real Kids dulu kan, yang selalu bully aku dulu ha," bentak Briell yang mengingat kejadian di masa-masa Alson mengerjainya dulu.
Alson terdiam seketika mengingat ancaman wanita yang dulu akan menikahinya untuk membalaskan dendam atas kasus pembullyan yang dulu dia perbuat.
"Ahh sepertinya aku akan membatalkan kontrak untuk merawat mu Nona, permisi saya masih ada pekerjaan baru," pamitnya melangkah dengan perlahan.
Namun belum dia melangkah, Briell sudha lebuh dulu menarik bajunya hingga dia tidak bisa bergerak. "Aaahhh ampuni aku Nona, aku tidak mau menikah dengan mu atas dasar balas dendam pembulyyan," rengeknya membuat Briell tersenyum mendapatkan hiburan baru.
"Hahhaahahah waktunya untuk balas dendam," gumamnya tersenyum bagaikan iblis.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**ππ*
Terima kasihππ»ππ»
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra