Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )

Hot Mother ( Tragedi Cinta Satu Malam )
Bonus part 4


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya keluarga besar itu menunda keberangkatan mereka karna Briell yang terus menerus merengek untuk tetap menunggu kedatangan Aiden. "Kemana anak itu!" Umpat Mario yang merasa bosan jika di suruh menunggu.


"Coba kamu telpon lagi dia Briell, dimana dia jam segini belum kembali?" Seru Eden yang juga sudah lelah menunggu.


Karna jika di biarkan lebih lama lagi, maka Brio dan Brina akan jenuh dan membuat kerusuhan lagi.


"Mommy kapan kita berangkat?" tanya Brio untuk ke 134 kalinya sambil terus memainkan Ipadnya.


Eden menoleh kepada Stella yang merupakan ibu dari tersangka yang di tunggu-tunggu. "Nah itu dia," seru Airein yang melihat kedatangan adiknya.


Sontak yang lainya langsung menoleh ke arah Aiden yang baru saja datang dan terlihat sedikit berantakan itu. "Kalian masih di sini? Belum berangkat?" tanya tanpa merasa bersalah karna telah membuat yang lainya menunggu.


"Belum Nak, Briell sedari tadi meminta untuk menunggumu," balas Arnon yang sebenanrnya juga sudah merasa jenuh.


Mario yang kesal langsung melangkah mendekat ke arah Aiden, "dalam lima menit jika kamu tidak selesai membersihkan dirimu, maka tidak akan ku restui kamu dengan putriku, titik gak ada koma, gak ada spasi." ancam Mario yang membuat Aiden langsung berlari tanpa menegur Briell terlebih dahulu.


Briell kini mengalihkan pandanganya, dia melihat adanya darah di pakaian Aiden yang membuatnya kesal saat ini. "Awas aja dia kalo sampai gak mau jujur,aku hajar dia," gumam Briell yang begitu yakin jika Aiden pasti terlibat dengan suatu organisasi dunia gelap sama seperti Daddynya.


Sambil menunggu Aiden selesai bersiap, yanh lainya mulai melangkah masuk ke dalam Jet pribadi yang sudah di sediakan, Masing-masing dari mereka menempati Jet keluarga mereka masing-masing, namun berbeda dengan Briell dan Aiden yang meminta menggunakan Jet yang lainnya, sehingga mereka harus menyediakan tiga Jet untuk berlibur ke Bali.


Di saat Jet pertama dan kedua telah berangkat, Briell dengan santai menunggu Aiden di dalam Jet ke tiga dengan menggunakan kaca matanya menambah kesan eleghant penampilanya.

__ADS_1


"Sayang," seru Aiden ketika baru memasuki pesawat dan langsung memeluk tubuh Briell.


Namun Briell menolak untuk di peluk oleh Aiden, "Why?" Tanya Aiden yang mendapat penolakan itu.


Briell melepaskan kacamatanya dan menatap tajam ke arah Aiden, "what are you doing just now?" tanyanya tegas tidak ingin ada kebohongan dalam hubungan mereka.


Aiden bingung dengan pertanyaan dari Briell yang terkesan seperti mencurigainya. "Just now what?" tanyanya balik.


Briell tersenyum tipis dengan pertanyaan balik yang di berikan Aiden, "what happend darling? Just tell me!" ucap Aiden sambil mencoba memeluk tubuh Briell kembali, namun masih di tolak.


"Kamu membunuhkan," seru Briell dengan tegas, dan sontak membuat senyum Aiden hilang dari wajahnya.


"Kamu ngomong apa sih sayang? Aku gak ngerti, bunuh apa coba? Bunuh nyamuk," bantahnya yang masih mencoba untuk menutupi identitasnya.


Dan mencoba menggeledah tubuh kekasihnya, "Briell apa yang kam-" ucapnya terhenti ketika Kekasihnya itu mendapatakan Pistol yang dia sembunyikan di belakang jasnya.


"Ini apa? Buat apa kamu bawa ini, kita cuman mau liburan, terus gunanya pistol buat apa?" cercanya lagi yang meminta kejelasaan.


Aiden yang sudah ketangkap basah kali ini tidak bisa mengelak lagi, dia mengusap wajahnya kasar dan mulai berbicara yang sebenarnya.


"Oke aku jujur, Aku adalah seoarang ketua Mafia dan juga Gengster nomor satu di Dunia," jawabnya jujur tanpa ada kebohongan.


Deeeggggg Briell mendadak lemas mendengar itu, dia paling menghindari seorang pria yang berkecimpung di Dunia hitam yang bermandikan darah.

__ADS_1


"Tapi bagaimana bisa? Kamu kan masih mudah bahkan masih banyak yang lebih jago dari kamu, lalu kenapa kamu yang jadi ketua, hahaha sangat mencengangkan." Sinis Briell yang tidak percaya dengan apa yang di dengar.


Aiden hanya mengedikan bahunya singkat sebagai tanda ketidak pedulianaya. "Anggap saja aku berimajinasi sayang, udah ya gak usah di bahas, tentang siapapun aku itu gak penting, yang jelas aku cinta sama kamu, dan kamu juga cinta sama aku udah itu aja cukup, gak usah mikir banyak hal lagi, karna itu benar-embenar tidak penting," serunya dengan mengusap lembut kepala Briell.


"Baiklah, tapi awas kalo kamu sampai ketahuan membunuh, aku gak akan segan-segan pergi ninggalin kamu." Ancam Briell dengan tegas kepada Aiden.


Cuppppp, "baik sayang, aku gak akan pernah ngebunuh orang," Balas Aiden bohong.


Karna baginya sangat mustahil jika di dalam kamus hidupnya tidak menghabisi nyawa seseorang yang merupakan hobby darinya.


Ayo pencinta roti sobek suami Mimin mana suaranya ooooyyyy πŸ“’πŸ“’πŸ“’πŸ“’πŸ₯°


Awas-awas liurnya jangan netes ya 🀀🀀☺️



To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra

__ADS_1


__ADS_2