HUG ME : Love And Friendship

HUG ME : Love And Friendship
PERJANJIAN


__ADS_3

BAB 19


SRAK


SRAK


SRAK


Drake berjalan cepat melewati taman dekat komplek rumahnya. Ia hendak bertemu nona ZuanYi, penyalur dan penyelenggara pertandingan MMA ilegal yang ada di kasino bawah tanah. Juga, seseorang yang mendekengi dan membawanya masuk ke dunia seni bela diri itu.


Karena sudah hampir tiga tahun Drake menghindari dan melarikan diri darinya, sepertinya ada sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan sehingga Drake mau diajak bertemu.


Tiba-tiba, Drake berhenti dan menoleh ke belakang sebab ia merasa ada seseorang yang tengah mengawasinya.


"Ada apa?"


"Apa kau merasakan sesuatu?" tanya Drake.


"Merasakan sesuatu? Aku tidak paham.." jawab F5.


"Sepertinya aku sedang diikuti."


"Hahaha, yang benar saja. Siapa yang akan mengikutimu?"


Drake kembali melangkah. Tidak lama kemudian ia berhenti dan menoleh lagi ke belakang.


"Aku tidak salah. Ada sesuatu di belakangku. Tempat ini sepi, tapi aku bisa dengan jelas merasakan seseorang tengah memperhatikanku."



DEG


Gadis yang mengamati Drake itu tidak mengira bahwa keberadaan gelembung transparannya dapat dirasakan oleh Drake.


"Wah, dia hebat juga bisa merasakan mata batinku."


Mata Drake bergerak-gerak dengan waspada. Ia tidak mengerti apa dan siapa yang beberapa kali ini ia rasakan sering mengamatinya.


Pada saat ia menggerakkan tangannya untuk meraih sesuatu yang mungkin ada di depan matanya namun ia tidak bisa melihatnya, ponselnya berdering. Panggilan dari nona ZuanYi.


"Kau di mana?"


"Aku sedang menuju ke tempatmu."


"Cepatlah."


"Ya."


Drake menutup telepon dan mengantongi kembali ponselnya ke dalam saku celana. Ditolehnya sebentar ke belakang. Ia masih merasakan aura berpendar dari sana. Tapi ia tidak memiliki banyak waktu untuk memeriksa.


Dengan tergesa-gesa ia pergi menuju halte bus dan menumpangi bus dari sana menuju tempat pertemuan.


•••••


KRUCUK


KRUCUK


KRUCUK


ZuanYi menuangkan bir dengan label gold ke dalam gelas yang berisi es batu untuk Drake.


"Apa yang kau inginkan? Cepat katakan," Drake yang duduk di sofa terdengar tidak sabar.


ZuanYi menoleh dan meraih gelas bir yang akan ia berikan pada Drake. Ia berjalan dengan langkah anggun mendekati mantan petarungnya.


Tanpa basa-basi, ZuanYi duduk di kaki kanan Drake sambil mengulurkan gelas birnya. Kedua pahanya yang mulus terpampang jelas di depan mata Drake sebab gaun pendek seksi yang menjadi ciri khas ZuanYi.


"Drake sayang, sepertinya kau masih sama seperti dulu. Tidak sabaran."


Orang yang dipanggil sayang oleh ZuanYi itu diam tanpa ekspresi. Hanya tangan kirinya yang bergerak menerima gelas bir yang diulurkan ZuanYi padanya.

__ADS_1


"Jangan berbelit-belit. Aku tahu kau sedang mengancamku menggunakan gadis itu."


"Aahh... gadis cantik itu..."


"Jangan ganggu dia. Gadis itu hanya salah satu tetanggaku. Sedikit saja kau mengusik hidupnya, aku tidak akan tinggal diam," ucap Drake tanpa melihat ke arah ZuanYi.


"Khaha,, ini yang aku suka darimu, Drake. Kau semakin terlihat tampan saat sedang marah seperti ini."


Dengan wajah yang tetap datar, Drake melirik dan menoleh pada ZuanYi. Wanita yang jika bicara selalu terdengar lembut menggoda.


"Aku serius."


ZuanYi menghela nafas dan memegangi kepala Drake dengan kedua tangannya yang lembut.


"Sebelum aku memutuskan bagaimana, ada baiknya kau melihat rincian hutangmu padaku terlebih dahulu," ucap ZuanYi sembari menempelkan pipi kirinya ke pipi kanan Drake.


GYUUUTT


Tangan kanannya membelai pipi kiri Drake dengan gerakan gemulai. Kemudian dengan gerakan yang berani, ia mencoba menci*m bibir Drake tapi ditolak dengan cepat oleh Drake.


"Baiklah. Sepertinya kau harus melihatnya sekarang," karena ditolak secara terang-terangan oleh Drake, ZuanYi menyingkirkan wajahnya dan meraih map coklat yang ada di atas meja lalu mengeluarkan kertas tersebut.


"Bagaimana. Kau bisa melihatnya??" tanyanya lanjut.


Begitu melihat jumlah uang yang harus ia bayar, Drake mendesis kesal.


"Haiss! Sial!!" Drake tahu tentang konsekuensi berhenti sepihak dan melarikan diri dari kontrak kerja.


"Waktu itu. Aku sudah bilang padamu, bukan? Kalau kau masih mempunyai sisa kontrak kerja lima tahun denganku. Lalu mengapa kau menghindariku dan tidak pernah pergi bertanding?"


"Aku sudah bilang padamu, aku akan berhenti."


"Aku tidak mau tahu, kau harus melunasi hutangmu itu minggu ini."


"Apa?"


"Yah, dalam minggu ini."


"Hmm.. itu bukan urusanku. Jika tidak bisa membayarnya, mungkin gadis itu,-"


"Aku akan melunasinya. Tapi bisakah kau memberi jangka waktu tambahan untukku?" sahut Drake cepat.


"Hmm.. Aku pikir itu tidak mungkin, mengingat sudah tiga tahun aku memberimu kesempatan."


Drake berpikir keras. Dari mana ia mendapat uang sebanyak itu dalam waktu singkat? Tapi mau tidak mau ia harus melunasinya karena wanita itu mengancam dengan foto Luna. Lalu bagaimana caranya?


"Atau... kau bisa ikut pertandingan musim panas tahun ini. Jika kau ikut bertanding dan menang, aku akan menganggap semua hutangmu lunas."


GLEK


Drake mendengar sebuah jalan keluar yang sanggup ia lakukan. Tapi di lain pihak, ia juga pernah berjanji pada Luna bahwa dirinya akan berhenti bertanding.


"Bagaimana? Tawaran bagus, bukan? Pikirkan dulu jawabanmu. Kau bisa menghubungiku nanti setelah mengambil keputusan."


"Aku akan melakukannya."


ZuanYi menatap Drake dengan tidak percaya. Pria ini. Masuk juga dalam perangkapnya. Sebenarnya, ia sengaja memancing Drake agar mengikuti putaran pertandingan di musim panas ini dengan foto Luna.


Namun ia tidak mengira bahwa gadis itu begitu mudah menggoyahkan pendirian seorang Drake Halbert. Pria yang sedari dulu selalu sulit dibujuk.


"Wah wah wah? Apa yang ku dengar barusan? Dia langsung setuju begitu aku menyebut gadis itu? Apa dia begitu istimewa untuknya?"


ZuanYi tersenyum senang. Karena jika Drake bertanding, peluang menang akan berada di pihaknya. Dan itu artinya, akan ada banyak uang yang mengalir ke dalam rekeningnya.


"Kau serius?"


"Ya. Aku akan bertanding. Tapi dengan syarat, semua hutangku lunas dan kau tidak akan mengganggu kehidupan gadis itu untuk selamanya."


"Hmm,, kalau itu keputusanmu, baiklah. Mari lakukan itu."


PROK PROK PROK

__ADS_1


ZuanYi berdiri dan bertepuk tangan. Tidak lama kemudian datanglah anak buahnya membawa surat perjanjian.


"Tanda tangani ini."


Drake menerima surat perjanjian tersebut dan membaca isinya terlebih dahulu agar tidak ada kecurangan atau hal buruk yang dapat merugikannya di masa depan.


SAT SET


Ditandatanganinya surat tersebut.


"Kapan pertandingan itu akan diselenggarakan?"


"Akhir pekan ini. Jam 11 malam seperti biasanya."


"Kalau begitu, ingatkan aku lagi nanti. Sekarang, aku mau pulang."


"Baiklah. Jaga kesehatanmu. Aku senang karena kau mau bergabung kembali."


"Hmm," Drake berdiri dan meninggalkan bar tempat mereka bertemu.


ZuanYi mengamati punggung Drake. Ia benar-benar senang karena pria itu kembali.


••••••


Pukul 00.15


UHUK UHUK


Suara batuk Drake terdengar di dalam kamarnya. Malam itu, ia duduk termenung di tengah-tengah jendela kamarnya usai menggambar komiknya. Di sela jari telunjuk dan jari tengahnya, sebuah rokok dengan ujung yang menyala merah terselip.


Ketika ia kembali menghisap rokoknya, dilihatnya seorang wanita berjalan sendirian dengan tergesa-gesa. Sesekali wanita itu menoleh ke belakang karena takut pada sesuatu. Wanita itu terpaksa berada di luar pada tengah malam karena pabrik tempatnya bekerja selesai beroperasi pada jam 11.30. Dan untuk kembali ke rumahnya, wanita itu butuh waktu setidaknya 30 menit.


Drake mengawasi wanita itu dari atas, "Dia seperti ketakutan?"


Benar saja. Di belakang wanita itu, seorang dengan jaket hitam bertudung tengah membuntutinya secara terang-terangan.


"Mau apa orang itu?" Drake mulai curiga dan bersiap-siap.


Karena jalanan depan rumah Drake cukup sepi pada jam sepuluh malam ke atas, maka cukup sering terjadi kejahatan di jalan tersebut. Dan ketika ia melihat orang mencurigakan itu mengeluarkan pisau, Drake buru-buru mengayunkan tangannya seakan memukul kepala orang tersebut.


BLETAK


Tentu saja orang itu terkejut saat ada sesuatu yang tidak kasat mata memukul kepalanya dengan kencang.


"Aduh!" pria bertudung itu menoleh cepat mencari orang di belakangnya. Namun tidak ada siapapun di sana.


Setelah berhenti sejenak, pria itu melihat wanita incarannya sudah berlari jauh darinya. Maka dengan cepat ia kembali mengejarnya.


Drake mendengus kesal karena pria itu tidak mau menyerah. Digerakkannya kembali tangannya seakan ia menggenggam erat tubuh pria itu.


Hebatnya, aksinya itu benar-benar bermanfaat. Percaya atau tidak percaya, pria yang awalnya hendak mengejar wanita incarannya kembali itu diam tidak bergerak.


Bukan karena ia memang ingin mematung, akan tetapi sesuatu yang gaib membuatnya tidak bisa bergerak meski seluruh tenaganya ia keluarkan.


Drake terkekeh dari jendela kamarnya. Ia merasa takjub dan puas dengan kemampuan yang secara ajaib datang padanya itu.


"Hikhikhik,,, mampus kau. Selagi aku melihat kejahatan di depan mata, aku tidak akan membiarkannya terjadi," tawanya bahagia.


"Aduh duh,, aku tidak bisa bernafas! Tolong! Siapapun tolong aku!"


Karena kejahilan Drake belum selesai, maka diangkatnya tubuh pria itu sehingga melayang ke udara.


"Wuuaaahahaa! Siapa yang membawaku terbang?? Tolong turunkan aku!" pria itu mulai panik dan ketakutan hingga terkencing di celana.


SUURRRRR (suara ompolnya)


Drake tidak mau berhenti begitu saja. Diarahkannya tubuh pria itu ke sebuah pohon besar yang ada di pinggir jalan. Kemudian, ia mencangkolkan pakaian pria itu ke sebuah dahan sehingga tersangkut dan menggantung begitu saja.


"Rasain! Ahahaha!" Drake tertawa cekikikan melihat ulahnya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2