
BAB 44
ZuanYan berdiri menatap adik dan pria yang ada di dalam kamar dengan geram.
"Apa kalian sering melakukan itu?"
"T tidak,,"
Drake bangkit dan berdiri dengan tegak. Ia tidak bisa menunggu ZuanYi menceritakan kebenaran yang ada. Maka, dengan cepat ia menjelaskan kesalah pahaman yang sedang terjadi.
"Sepertinya kau salah paham, tuan. ZuanYi mengambil kunci mobilku sehingga aku mencoba merebutnya kembali. Namun tanpa sengaja, aku justru menubruknya dalam posisi seperti itu."
ZuanYan mendekati Drake dengan langkah mantap sambil menggulung lengan bajunya.
"Tidak sengaja??"
GLEK
"Ya. Itu,,"
Drake bersiap untuk kemungkinan apapun. Ia bahkan menyiapkan diri untuk menghentikan waktu jika harus melarikan diri.
"Apa yang akan kau lakukan?" ZuanYi berdiri dan menghalangi langkah kakaknya. Ia mencoba mencegahnya agar tidak memukul Drake.
"Minggir!" ZuanYan mendorong adiknya hingga jatuh kembali ke kasur.
Sekali lagi Drake menelan ludah. Ia berniat pulang dengan cepat tapi malah harus bertemu kakak ZuanYi yang sangar. Karena ia sudah mundur sampai terdesak ke pinggir jendela, ia pun pasrah.
BUK
Tangan kanan ZuanYan yang penuh dengan cincin itu menepuk pundak kiri Drake dengan tekanan yang sangat kuat.
"Kau pria yang menang di pertandingan musim panas kemarin, bukan?"
Bersamaan dengan pertanyaan yang diajukan, Drake mendelik kaget begitu merasakan remasan kuat pada pundaknya.
"I iya. Itu aku," jawab Drake sambil meringis kesakitan.
Setelah Drake memberikan jawaban, ZuanYan mendekatkan mukanya tepat di depan muka Drake. Bahkan sampai punggung Drake terdesak dan tersandar ke dinding dengan kepala yang juga terjulur keluar dari jendela.
"Kalau begitu cepat ulangi dan lakukan sesuatu yang lebih panas padanya," kata ZuanYan mengejutkan.
"A apa??" Drake berasa jantungan.
Ia menoleh pada ZuanYi dengan muka meringis bingung.
"Buka bajumu sekarang."
"Ehehehe,, aku mengaku salah, tapi apa aku harus melakukan ini?"
"Cepat buka!"
"Kakak! Jangan berlebihan padanya."
Meski ZuanYi sudah membelanya, Drake yang tidak punya pilihan lain itu pun melepas kembali jaketnya.
"Buka lagi."
"Tuan, aku akan menjelaskan kembali,-" Drake hendak menjelaskan lagi namun dipotong cepat-cepat oleh ZuanYan.
KRETEK
KRETEK
"Tidak perlu. Lakukan saja perintahku," ucap ZuanYan sambil mengepalkan tangan kanannya di hadapan muka Drake.
"I iya baiklah."
Pada saat Drake sedang melepas bajunya, gerombolan anak buah ZuanYan datang membawa besi pemukul.
"Hieeh?? A apa yang akan mereka lakukan dengan tongkat besi itu???" Drake mendelik dan jadi gugup.
"Sekarang lepas celanamu."
ZuanYan benar-benar menakutkan. Ia tidak main-main dalam memberikan hukumannya. Begitu hanya tersisa boxer hitam di tubuh Drake, ZuanYan mendorongnya ke kasur tempat ZuanYi duduk.
"Kau ZuanYi, cepat buka boxer yang dia kenakan."
"Hehh??"
DEG
Drake yang merasa tidak bisa melakukan perintah nyeleneh itu pun buru-buru berdiri.
"T tunggu. Aku akan menerima hukuman apapun kecuali yang satu ini. Kau bisa memukuliku sesuka hati asal aku tidak melakukan sesuatu yang kurang sopan pada nona ZuanYi."
BUAHAHAHA!!
Tiba-tiba saja ZuanYan tertawa terbahak-bahak. Begitu pula ZuanYi. Drake yang tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi itu menampakkan wajah bingung.
"Baiklah, sudah cukup, kakak. Bagaimana menurutmu? Dia pria yang manis, bukan??" dengan senyuman merekah, ZuanYi menggandeng tangan Drake.
__ADS_1
"Ada apa ini? Apa kalian sedang mengerjaiku?"
ZuanYan memerintah semua anak buahnya untuk keluar dari kamar kemudian ia sendiri duduk di kursi sofa dengan tangan terbentang dan kaki kiri yang ditumpangkan ke lutut kanan.
"Sebenarnya, saat kau datang ke bar tadi, kakakku yang baru datang dari Prancis ini sedang berada di kamar tamu. Jadi ketika kau membuat keributan saat mabuk tadi, kakakku keluar dari kamarnya dan merasa terganggu."
"Aku bertaruh bahwa kau adalah pria yang manis. Aku bahkan memberitahunya bahwa kaulah pria yang aku ceritakan padanya mampu mendatangkan uang di pertandingan musim panas lalu."
"Hahaha,, apa kau setakut itu saat ku minta membuka semua bajumu?" ZuanYan tertawa.
"I itu,,, hanya,,,"
"Lumayan. Harus ku akui, kau lebih baik dari Fladimir."
"Jika dengan pria psyco itu, Drake seribu kali lebih baik," jawab ZuanYi mendaratkan pantatnya dengan kasar di sebelah ZuanYan.
Suasana menjadi hening sesaat. Drake memungut pakaiannya dan mengenakannya kembali.
"Kau tidak ingin tahu siapa itu Fladimir?" kata ZuanYan.
"Ah, y-ya. Siapa Fladimir?"
"Dia tunangan ZuanYi."
Hening lagi.
"Kau, pria musim panas. Aku ingin tahu, kenapa saat itu kau tidak melanjutkan hubunganmu dengan adikku? Aku dengar, kalian berdua sempat berpacaran?"
"Ehh? Itu,,"
"Apa kau kesulitan menghadapi keagresifannya?"
DIIINGG
DIIIINGG
DIIINGGG.....
Terdengar suara dentingan jam besar yang ada di gereja terdekat.
"Hoaaahem,, sudah hampir pagi, ya? Tidak terasa..." ZuanYi menguap.
Drake melirik jam dinding dan dibuat kaget, "S-sudah jam 3 pagi??"
"Yah, Tomo pasti sedang bersiap menutup bar,," sahut ZuanYi.
"Kalau begitu, aku harus pergi sekarang juga," Drake buru-buru meraih jaketnya.
"Dia punya janji dengan temannya," jawab ZuanYi mewakili Drake.
"Janji? Benarkah kau tipe pria yang menepati janji?" ZuanYan sedikit meragukan mantan kekasih adiknya itu.
"Anu.."
"Sudahlah, kakak. Biarkan dia memenuhi janjinya sebagai seorang paman."
"Ya, ya. Kau boleh pergi."
Drake mengangguk lalu pergi.
•••••
WUUZZZZ
Di belokan jalan dekat rumahnya, Drake mendengar suara lolongan pilu.
"Suara apa itu?"
Seperti ada yang memanggil hatinya, Drake menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.
Tanpa ragu, ia melangkah turun untuk mencari asal suara. Ketika ia semakin dekat dengan sebuah lubang perairan dengan tutup besi bergaris, Drake melihat kilatan cahaya dari bawah sana.
"Eh? Apa itu?"
"Auwww.."
Dari dalam lubang, terdengar suara anjing yang memekik senang begitu melihatnya. Melihat seekor anjing di depannya dengan luka berdarah, tiba-tiba saja mata Drake berubah menjadi hitam sepenuhnya dan menggeram perlahan. Seakan-akan ia tengah kehilangan kesadaran dirinya.
"Darah..."
Melihat orang yang biasa bermain dengannya berubah menakutkan seperti itu, anjing yang dalam keadaan lemah itu menjadi takut dan balik menggeram.
Dari persendian bahu tangan Drake, tiba-tiba saja muncul ribuan rumbai merah yang kemudian menyelimuti tangan Drake dan membuatnya menjadi besar. Mereka membuka besi penutup yang ada di bawah kaki mereka dengan mudahnya.
KRANGGG
Rupanya, tubuh Drake telah dikuasai F5. Lambat laun, giginya pun berubah tajam dengan lidah ungu panjang yang menjulur keluar. Benar-benar seperti monster!
GUK!
__ADS_1
GUK!
GUK!
Pukul 03. 21.
Dini hari itu, anjing putih jenis maltipoo menyalak kencang. Dengan tubuh yang lemah, anjing itu berusaha berdiri. Ia mencoba melawan makhluk yang merasuki tetangga favoritnya dengan susah payah.
Gonggongan anjing di pagi hari itu terdengar berulang-ulang seperti meminta pertolongan pada orang sekitar.
"Hoahem,, anjing siapa sih, yang jam segini menggonggong seperti itu? Mengganggu saja," Terra yang sedang tidur itu mengomentari apa yang ia dengar.
Lambat laun, suara anjing itu pun tidak terdengar lagi. Akan tetapi, bukan hanya suaranya yang hilang, anjing itu pun lenyap.
•••••••
SRET
Drake berjalan memasuki kamarnya sambil menguap. Ia melepas jaket serta kaosnya dan melemparnya begitu saja ke dalam keranjang cucian.
"Dia tidur bersama mereka, ya?" ucap Drake karena tidak melihat Joy di kamarnya.
Meski masih terlalu pagi untuk mandi, Drake yang merasa gerah dan lengket itu pun segera mengguyur badannya.
Begitu selesai mandi, Drake langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.
"Aku mau melanjutkan tidur, saja."
Kira-kira satu jam tidur, Drake bangun karena merasa amat gerah. Ia merasakan panas dalam yang amat menyiksa. Dengan pecicilan, ia pun turun dari kamarnya dan menuju dapur. Dibukanya kulkas dan diteguknya air putih dari botol besar langsung.
GLUK GLUK GLUK!
"Ahh,, segarnya!!" gumam Drake begitu selesai meneguk satu botol air putih besar secara langsung.
Usai meneguk banyak air, Drake masih saja merasa haus dan merasakan sakit pada kepalanya.
"Sepertinya aku terlalu banyak minum, semalam."
Drake memijit pelan pelipis kepalanya. Kemudian ia kembali membuka kulkas untuk mencari bahan masakan. Tapi ternyata tidak ada bahan yang bisa ia masak saat itu juga.
Akhirnya ia pergi keluar untuk membeli sup hangat untuk meredakan pengarnya. Saat melewati tikungan tempat ia semalam melihat anjing, Drake berhenti sejenak karena tempat itu sangat ramai.
"Ramai sekali, ada apa memangnya?" gumamnya.
"Kau kelihatan segar, sudah mandi, ya?" tanya seseorang tiba-tiba.
Drake menoleh dan melihat Terra menyapanya, "Kau rupanya. Hemm. Begitulah."
Ternyata, Terra dan Joy juga sedang menonton keramaian.
"Bukankah itu kalung Zigo? Apa yang terjadi padanya, ya? Mengapa ada darah di sana."
"Apa ada hewan liar yang membunuhnya?"
Beberapa orang tampak mengomentari apa yang baru saja mereka lihat. Mendengar itu, Terra dan Joy segera mendekat. Begitu pula Drake.
GLUGUK
Jakun Drake naik turun saat meneguk ludah. Matanya pun mendelik terkejut saat melihat kalung Zigo yang tergeletak di dekat penutup besi. Di sebelah kalung tersebut, terdapat potongan kaki belakang sebelah kiri dengan darah merah yang berlumuran dan tercecer di sekitarnya.
Seketika itu juga, terlintas di pikirannya tentang ingatan semalam.
"Hkkkhhhkkk!!" seperti disambar petir, mata Drake berubah jadi putih dengan pupil yang mengecil.
"I Ini kan??? Tidak mungkin..... apakah aku benar-benar menjadi pelakunya??"
Pikir Drake dalam hati.
Lalu, terlintas pula ingatan dimana dirinya melahap anjing itu dengan rakusnya. Drake langsung pusing dan mengalami mual. Ia menutup mulutnya agar tidak muntah di depan banyak orang.
"Huugghh.."
"Heh? Apa kau mual karena melihat darah??" tanya Terra.
"Tidak, aku.. Sepertinya aku mau pulang saja," Drake berbalik dan melarikan diri sambil terus menutupi mulutnya.
Dengan kelabakan, ia berlari memasuki rumah, menguncinya, lalu menaiki anak tangga menuju kamarnya. Kemudian, seperti seorang pembunuh yang ingin menyembunyikan bukti pembunuhannya, dicarinya pakaian yang semalam ia kenakan.
KETEMU!
Dan benar saja. Pakaiannya berlumuran darah. Benarkah itu darah Zigo, si anjing maltipoo??
.
.
.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1