HUG ME : Love And Friendship

HUG ME : Love And Friendship
ENERGI ANEH


__ADS_3

BAB 7


TREK


Luna sedang membuat telur ceplok saat Drake masuk ke rumahnya. Sambil mengelap keringat di dahinya menggunakan handuk kecil yang ia bawa, Drake mengendus aroma telur ceplok.


"Hmm.. Apa itu aroma telur ceplok?" tanya Drake tanpa basa-basi.


"Hieh.. dasar begundal bokek. Kenapa kau selalu muncul waktu aku sedang menyiapkan sarapan?" Luna menoleh sambil membalik telur.


"Hehehe.. Luna sayang, kau pasti sengaja menyiapkannya untukku. Benar, kan?" Drake menggelendot di punggung Luna.


"Iich, apaan sih. Panggil sayang-sayangan segala. Kalau Alan mendengarmu, dia akan salah paham,," Luna tersenyum geli.


"Kenapa? Biarkan saja dia salah paham," Drake menyomot daun selada dan tomat ceri.


CLAP


CLAP


CLAP


Ia mengunyah sayuran tersebut sambil menarik kursi untuk ia duduki.


"Malam itu, kenapa kau melakukannya?" tanya Luna.


"Soal apa?"


"Listrik padam di rumahku."


"Eh? Kau masih mengira itu aku?" Drake gugup.


"Siapa lagi?"


"Itu,, B bukan aku yang,-"


"Sudah mengaku saja, kenapa kau melakukan itu?" Luna mendengus.


Drake diam sesaat dan melamun menatap botol berisi lada bubuk di atas meja.


"Aku hanya. Maaf, Luna. Aku melihat bahwa Alan sedang mencoba melepas pakaianmu. Jadi tanpa pikir panjang, aku mencoba menggangu kalian. Apa kau menyesalinya?"


"Eh? Hehehe,, Dengan apa? Tidak, tidak masalah kok. Bagaimana bisa aku menyesali hal seperti itu, kan? Hehehe. Aku juga sedikit gugup saat Alan tiba-tiba melakukan itu," Luna merasa ditabok keras oleh Drake.


"Tapi, apa alasannya?" sambung Luna.


"K kalian hampir melewati batas. Aku hanya berusaha menjagamu, itu saja."


"Ahh, karena ayah, ya?"


"Paman Gibs pernah memintaku untuk menjagamu. Itu saja."


"Benarkah? Kapan dia melakukannya?"


"Sudah sangat lama."


TRIKK


Luna meletakkan dua piring di atas meja. Dua buah telur ceplok untuknya dan empat telur untuk Drake. Kemudian ada roti tawar serta kopi untuk kawannya itu.


"Ini sarapanmu..."


PLOK!


"Wah, kelihatannya lezat!" Drake mengatupkan kedua telapak tangannya.



"Kau sudah cukup sering makan itu Drake, jadi kau sudah tahu bagaimana rasanya. Mengapa masih mengatakan "Wah, kelihatannya lezat!" setiap kau melihatnya?" Luna menirukan ucapan Drake dengan lucu sambil mengatupkan kedua telapak tangannya persis seperti yang dilakukan Drake barusan.


"Hehe,, biar seru saja. Ah, kau ini. Orang yang kaku sekali."


"Apa kau bilang?"

__ADS_1


"Eh?? Tidak ada. Mari makan!" seru Drake mengalihkan pembicaraan.


SRET


Drake meraih garpu dan pisaunya. Kemudian menikmati telur ceplok setengah matang dan sedikit masih cair kesukaannya itu. Luna memang benar-benar mengerti dirinya.


Sebenarnya, sudah biasa bagi Luna membuat empat telur ceplok untuk Drake di hari Sabtu seperti ini. Sebab, pada hari itu, Drake akan pergi berolahraga. Jadi Luna selalu memberinya makan sepulang berolahraga.


"GROOKKKKK!"


Drake bersendawa cukup kencang setelah menghabiskan makanannya.


"Keras sekali sendawamu! Dasar tidak sopan!" Luna marah dan memukul kepala Drake.


"Ehehehe... Maaf," Drake garuk-garuk kepala.


"Ohya, Drake. Semalam aku melihat seorang wanita berdiri begitu lama di depan rumahmu. Apa kau tahu?"


"Apa?"


"Ku pikir, dia datang untuk menemuimu. Tapi entah mengapa dia hanya berdiri mematung di depan pintu."


"Serius? Apa kau melihat wajahnya? Menurutmu, apa dia mau menculik pria tampan dan imut sepertiku ini???" Drake menempelkan kedua telapak tangannya ke pipi sambil bertingkah konyol dan lebay.


BLETAK!!


Luna langsung menjitak kepala Drake kembali karena merasa jijik dan ingin muntah melihat Drake tiba-tiba saja bertingkah sok imut.


"Hey! Sejak kapan kau merasa dirimu imut?!!" Luna berkacak pinggang dan mengamuk karena kesal.


Saat itu Luna yang mencondongkan tubuhnya ke arah Drake, benar-benar tampak memiliki kepala yang sangat besar di mata Drake.


"Boleh saja kan....."


"Pergi kau! Menjijikkan sekali! Tidak pantas, tau!"


BANGG!!


••••••


SWOSHHH....


Drake sedang mandi dengan air hangat di kamar mandi rumahnya. Sesekali ia menggosok lengan dan perutnya yang padat. Tiba-tiba ia merasakan ada energi kuat yang muncul di belakangnya.


Ia menoleh cepat sebab ia mampu merasakan kehadirannya. Tapi begitu ditoleh, ia tidak dapat melihatnya sedikitpun.


"Aku merasakan sesuatu di sini, tapi apa itu?" pikir Drake sambil merabanya dengan tangan kanan.


"Ini aneh,,, apa hanya perasaanku saja, ya?" Drake merasa heran seraya menggaruk kepalanya.



••••••


KYAAAAA!!!!


Seseorang berteriak sambil menutup matanya saat penglihatannya berada di kamar mandi Drake.


Sungguh!


Ia melihat Drake sedang telanjang!


"A apa ini?? Dia mandi pada jam segini??" tubuhnya gemetaran karena terkejut.


"Aku kira dia sudah tidur. Tapi apa yang kulihat? Oh astaga... itu indah sekalii..." pekiknya sambil menutup mulut dan mata bergantian.


"Oh Tuhan! Oh Tuhan! Aku tahu. Ini melanggar hak asasi manusia, kan? Tapi berkah ini,,, aku tidak bisa menyia-nyiakannya begitu saja!" lagi-lagi orang itu memekik kegirangan.


Dialah seorang gadis yang memiliki anugerah dari Tuhan untuk dapat merasakan masa depan. Bahkan, ia mampu menerawang ke tempat jauh yang dia inginkan.


Kemampuannya itu ia warisi dari keluarga sang ibu yang memang berbakat dalam hal menerawang masa depan. Suatu hari, Gadis ini, lebih dulu mendapat mimpi tentang kemunculan Drake dalam hidupnya.


Ia merasa penasaran. Siapa pria yang ada dalam mimpinya tersebut. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya dan suatu kebetulan hingga ia dapat melihatnya di jalan.

__ADS_1


Kemampuan yang istimewa, bukan?


Namun sayangnya, ada satu kekurangan dalam kemampuannya. Yaitu, tidak bisanya melihat masa depan diri sendiri. Kecuali mimpi tentang masa depan itu mendatanginya atas kemauan sendiri.


GYUUUTTT


Gadis itu bergelinding di atas kasurnya yang empuk. Ia tidak bisa menolak tontonan indah seperti yang ia lihat saat ini.


"Ya Tuhan. Kau membuat jantungku berdegup kencang!" gadis yang tidur dengan posisi tengkurap itu mengayunkan kakinya yang kanan dan kiri bergantian karena merasa gemas.


••••


Drake yang merasa ada yang aneh pada malam itu pun bergegas meraih handuknya. Ia mengganti pakaian dengan kaos hitam dan celana joger untuk ia tidur.


Tiba-tiba saja ia teringat akan proyek barunya. Ia sedang menyiapkan jilid baru untuk karya komik series sebelumnya.


Maka dengan cepat ia duduk di meja kerja dan menyalakan laptopnya.


"Huff! Mari kerjakan, Drake!"


SRET


SRET


Drake menggambar dengan stylusnya. Sesekali ia terbatuk dan mengusap mulut dengan tissue. Cukup lama ia mengerjakan proyek bab pertama barunya itu. Tanpa sadar, malam sudah semakin larut.


Rupanya, ada yang mulai mengantuk. Namun Drake belum ingin pergi tidur. Ia pun bangkit dan pergi ke dapur untuk membuat secangkir kopi.



KRUCUK


KRUCUK


KRUCUK


Dituangnya air panas ke dalam cangkir berisi bubuk instan coffe saset persediaannya.


"Hoaahheemm,,, tumben sekali, jam segini aku sudah merasa mengantuk."


Sambil melangkah malas, Drake menyesap kopi buatannya.


"Slurrppp! Aaahh,, nikmatnya.."


KLIP


"Eh??"


Lagi-lagi Drake merasakan sesuatu yang ada di belakangnya. Seolah, sesuatu itu sedang mengawasi gerak-geriknya.


"Sebenarnya ada apa? Kenapa aku terus saja merasakan energi aneh?" pikir Drake sambil mengernyitkan dahi.


•••


PLUPP


Gadis itu mengakhiri perbuatannya.


"Apa dia bisa merasakan energiku? Sepertinya dia menyadari ada sesuatu yang sedang memperhatikannya," gumamnya.


"Baiklah. Apapun itu, terima kasih. Sudah memberiku tontonan gratis yang indah, malam ini,, hihihi," ia tersenyum senang.


"Selamat malam, malam ini sudah cukup untuk melihatmu. Sampai jumpa besok lagi. Mimpi indah," ucapnya.


.


.


.


Hai readers...


Jangan lupa Likenya ya... masukkan ke favoritmu juga,,,🤗

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2