HUG ME : Love And Friendship

HUG ME : Love And Friendship
GARA-GARA JERUK


__ADS_3

BAB 25


Malam sebelum pertandingannya, Drake berlatih cukup keras dalam meningkatkan kekuatan fisiknya.


Ia berlatih tinju menggunakan samsak di kelab nona ZuanYi itu sampai benar-benar berkeringat.


Pulangnya, ZuanYi mengantarnya pulang dengan mobilnya.


GREB


Ketika Drake turun dari mobil, Terra yang sedang makan cemilan keripik buru-buru menyingkirkan bungkus cemilannya.


"Eh, siapa itu?" tanyanya pada diri sendiri.


Melihat bahwa Drake yang turun dari mobil tersebut, ia pun membelalak lebar.


"Eh, Drake? Siapa wanita yang mengantarnya?"


Sedang bingung-bingungnya, Luna datang sambil menyeka wajahnya. Ia baru selesai mandi.


"Wanita apa?"


"Eh, lihat kak. Drake pulang bersama seorang wanita. Eh, tunggu! Siapa pria-pria itu?" kata Terra cemas.


GYUUTT


Kedua kakak beradik itu memerhatikan wanita seksi yang datang bersama Drake itu sambil bersembunyi di balik jendela. Bahkan mereka juga melihat ada dua pria besar berpakaian jas hitam yang ikut turun bersama wanita tersebut.


Penjaga ZuanYi itu berdiri di dekat mobil dan memberi ruang untuk nyonya mereka agar leluasa bicara dengan Drake.


"Kau yakin, tidak mau aku temani masuk ke dalam?" ZuanYi mengulangi tawarannya.


"Hmm. Tidak perlu," jawab Drake sambil meraih bungkus rokoknya dari dalam celana.


Ketika Drake hendak menyalakan rokok dengan pemantik apinya, ZuanYi merebut batang rokok yang ada di tangannya dengan paksa.


SRET


Drake menoleh cepat dan menatap mata ZuanYi.


"Besok kau bertanding, bukan? Jaga paru-parumu malam ini saja."


"Kau mengaturku lagi?"


ZuanYi membalas tatapan mata Drake dalam-dalam. Ia mendengus perlahan sambil melangkah maju mendekati pria yang ia anggap berharga itu.


Sambil menepuk-nepuk lembut dada Drake, ZuanYi berucap, "Ingat, Drake. Aku menganggapmu sebagai aset berhargaku. Jadi, aku akan melakukan apapun untuk menjaga kesehatanmu."


Karena ZuanYi terus melangkah maju ke arahnya, Drake mundur perlahan. Sedikit demi sedikit, ia pun terdesak ke pagar rumahnya.


Berbeda dengan situasi di bawah sana yang cukup menegangkan, Luna dan Terra justru heboh.


"Lihat! Wanita itu membuatnya tersihir! Bagaimana bisa dia bicara dengan keras dan selalu marah-marah padaku, sedangkan pada wanita itu dia begitu lembut?" Terra bersungut-sungut dan tidak bisa menerima apa yang ia lihat.


"Eh? Apa kau..." Luna menoleh curiga pada adiknya.


Merasa dicurigai oleh kakaknya, Terra langsung menampik pikiran yang muncul di kepala kakaknya.


"Eeehehehe,, jangan berpikir macam-macam, kak Luna. A aku hanya asal mengomentari sesuatu yang kita lihat saja. Iya begitu,,hehe..."


Terra gelagapan sebab tatapan mata Luna seperti hendak mengupas isi hatinya. Jantungnya yang berdegup kencang karena melihat Drake bersama seorang wanita cantik dan seksi itu semakin tak karuan saja ia rasakan.


TREKTEK


Tumit sepatu Drake menyentuh pagar besi rumahnya yang setinggi pinggul. Ia pun berhenti melangkah mundur.


"B baiklah. Aku tidak akan merokok sampai besok. Jadi, kau bisa pergi sekarang."


ZuanYi tersenyum melihat sikap Drake yang masih saja kikuk jika berada di dekatnya.


"Baiklah, aku pergi dulu. Sampai jumpa besok di arena," ucapnya.


Dengan sekali isyarat, kedua pria itu mengikuti nyonya mereka dan masuk ke dalam mobil. Kemudian tanpa berisik, mereka pun pergi dari depan rumah Drake.


•••••••


CEKREK


Drake membuka pintu kamarnya perlahan-lahan agar Joy tidak terbangun dari tidurnya. Rupanya, lampu di dalam kamarnya juga sudah dipadamkan dan diganti lampu meja.


Maka, agar tidak membangunkan anak laki-laki itu, ia berencana mengambil selimut dan tidur di luar.


Ketika Drake tengah menutup pintunya kembali, Drake dikejutkan oleh Joy yang berpegangan dan menempel di balik pintu seperti tuyul. Lebih-lebih, anak itu juga mengenakan masker wajah putih seperti milik Terra.


JEEENGGG!!



"Eh buset! Tuyul jelek! Sedang apa kau di sini?!!" Drake benar-benar kaget sampai meloncat mundur.


"Ihihihihi,,, paman baru pulang?"


"Hisss,, Dasar tuyul nakal. Kenapa belum tidur?"


"Aku terbangun, jadi sekalian menunggu paman pulang."


Drake menghela nafas sambil bersandar pada dinding kamar "Yah. Aku ada kerjaan di luar."

__ADS_1


"Oohh,, kerjaan di luar? Mana uang hasil kerjanya?" Joy turun dan menepuk-nepuk pelan maskernya.


"Hmm. Tidak ada," Drake berjalan menuju lemari pakaian sambil melepas kaos yang dikenakannya.


"Sungguh??"


"Iya."


GRUDUK GRUDUK


Drake menoleh curiga saat Joy memanjat dan berdiri di atas kursi kerjanya.


"Ada apa lagi?" tanyanya memelototi Joy.


"Paman."


"Hmm??" Drake kembali fokus pada lemari pakaiannya. Ia memilih baju ganti yang hendak ia pakai.


"Apa kencan dengan seorang wanita bisa disebut sebagai pekerjaan juga??"


"Hehh???" Drake menoleh cepat dengan mata mendelik. "Apa maksudmu??"


"Paman bilang sedang kerja. Tapi aku lihat barusan, paman pulang bersama gadis cantik. Hehe,, Paman tidak kerja kan? Ya kaaann..??" Joy bertanya meledek.


"Eh,, i itu. Bukan urusan anak kecil."


"Hmm. Kalau bukan urusan anak kecil, itu berarti urusan orang dewasa."


"Iyalah."


"Kalau urusan dewasa, sudah pasti itu menyangkut uang ataupun cinta. Jadi, karena paman tidak membawa pulang uang, pasti yang paman bawa pulang tadi itu pacar, bukan??"


UHUK! UHUK!


"Tahu apa kau soal pacaran," Drake sampai keselek-selek. "Sudah sana tidur lagi."


"Humm... baiklah."


Tanpa pikir panjang, Drake pergi ke kamar mandi dan meninggalkan baju yang ia ambil tadi di atas meja kerjanya. Karena ucapan Joy barusan, ia merasakan gerah pada tubuhnya.


Sepuluh menit kemudian, Drake berteriak dari dalam kamar mandi.


"JOOOOOOYYYYY!!"


"Ya paman???" yang dipanggil bergegas turun dari tempat tidur dan berlari mendapatkan pamannya.


TREK


"Ada apa paman? Kenapa berteriak seperti melihat hantu??"


Joy buru-buru datang sambil terengah. Ia mendongakkan kepala menunggu Drake menoleh padanya.


Huh! Huh! Huh!


Drake menghela nafas kesal berkali-kali. Bahkan sekarang, keringat sebesar biji nangka berjatuhan dari dahinya.


"Katakan padaku. Botol shaving foam ini milik siapa??" tanyanya penuh penekanan.


"Oh?? Itu bukan shaving foam lho.."


"Bukan? Kalau begitu apa ini????"


"Itu foam untuk rambutku, paman. Bibi Lulu yang membelikannya untukku. Katanya, foam dengan intisari jeruk dari Brazil sangat populer di sosial media."


"Lulu?"


"Iya. Memangnya kenapa, paman? Apa paman memakai foam itu?"


Drake menoleh pelan. Joy pun melihat apa yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


"B bibir paman, kenapa??" tanyanya kaget.


Joy heran, kenapa bibir paman Drake bengkak seperti disengat lebah??


"Entahlah. Aku sendiri tidak tahu kenapa ini bisa terjadi..." jawab Drake lesu.



Tetapi bukannya ikut prihatin, anak kecil itu justru tertawa terbahak-bahak.


"Ahahaha! Paman... Bibir paman lucu sekali..haha!!" Joy terus saja tertawa.


"Hiss!! Teruslah tertawa kalau kau ingin ku usir dari rumahku," kata Drake berpegangan lesu pada washtafle.


HUP!


Mendengar kata usir, Joy langsung diam menutup mulutnya.


"Paman memakai foamku untuk bercukur?"


Drake mengangguk.


"Tapi kenapa bisa begitu? Bukankah itu hanya vitamin rambut anak? Pasti aman dipakai."


"Entahlah. Paman juga tidak tahu."


Tiba-tiba,,,

__ADS_1


"Apa yang kau pakai barusan? Badanku terasa perih karenanya..." suara F5 terdengar di dalam pikiran Drake.


DHUARR!


Drake cemas, "Aku tidak tahu. Aku hanya salah mengenakan foam cukur.


"Foam cukur?"


"Tidak, tidak. Maksudku, aku tidak sengaja menggunakan foam rambut milik Joy. Tahu tahu bibirku membengkak seperti ini," Drake terduduk di atas kloset sambil mengusap kasar kepalanya.


"Paman??"


Drake menoleh.


"Mau ku panggilkan bibi Luna dan bibi Terra?" Joy bersungguh-sungguh.


"Tidak perlu. K kau, pergi tidur saja sana. Aku akan mengompres bengkak pada bibirku ini."


"Benar tidak mau ditemani?"


"Tidak. Sana,, sana,," Drake menggiring Joy keluar dari kamar mandi.


GREB


Begitu Joy keluar kamar mandi, Drake berdiri dan mengerang seperti kerasukan. Ia menyalakan keran air dingin dan menggunakannya untuk mengompres.


"Aaaaarrhh! Bagaimana aku mengembalikannya seperti semula?? Besok aku ada pertandingan.. mana bisa aku tampil di depan umum dengan keadaan seperti ini,, huaaa..."


"Cepat kau lihat. Bahan utama foam milik Joy itu apa."


"Apa? Bahan utama?"


"Iya."


"K kenapa? Apa ada masalah dengan bahan utama itu?"


"Sudah, cepat lihat dulu."


"Tadi Joy bilang sih jeruk dari Brazil."


"Apa! Jeruk???"


"Hmm. Aku tadi dengar sih memang jeruk. Vitamin rambut jeruk, begitu."


"Gawat!"


"Eh, ga-gawat?"


"Tubuhku sensitif pada semua jenis jeruk. Selain bengkak dan melepuh, kemampuanku juga akan melemah. Butuh waktu dua puluh empat jam untuk mengembalikan semuanya."


GLEK


"24 jam katamu?" Drake langsung menghitung dengan jarinya.


Jika malam itu adalah pukul satu malam, maka pada waktu pertandingan nanti bibirnya belum kembali normal.


"Habislah aku.." Drake kembali menjatuhkan diri duduk di atas kloset.


"Untungnya, pertandingan itu malam hari bukan?" seru F5.


"Iya. Tapi aku tidak punya muka jika harus bertemu ZuanYi dengan bibir seperti ini."


"ZuanYi? Wanita seksi itu?""


"Hmm.."


"Kenapa? Apa kau masih punya perasaan padanya?" F5 ingin tahu.


"Eh, apa maksudmu?" tanya Drake gugup.


"Bukankah dulu kalian sempat berkencan?"


"Dari mana kau tahu soal itu?"


"Aku pernah mengatakan padamu, bukan? Kalau aku masuk ke dalam tubuhmu setelah kau mengalami kecelakaan dalam pertandingan kala itu? Waktu itulah, aku melihat percintaan kalian berdua di rumah sakit."


Drake diam. Sebenarnya, setelah putus dengan Eloise dan minggat dari rumah dulu. Ia yang mengikuti pertandingan bela diri bebas itu bertemu ZuanYi di sana. Setelah ikut dalam grup bisnis wanita itu dan masuk dalam naungannya, mereka sempat berkencan selama beberapa bulan.


"Bukan itu masalahnya. Aku sudah melupakan masa lalu dengannya."


"Lalu?"


"Tapi, masalahnya... Dia menyukai pria dengan bibir tebal seperti ini. Aku takut terjadi sesuatu setelah dia melihatku besok."


"Ahahahah! Kau takut dia macam-macam denganmu?"


"Yyyaahh,, seperti itu.." jawab Drake seraya mengusap tengkuknya.


"Tenang saja. Tidak akan terjadi apapun kalau kalian berdua tidak berciuman."


"Berciuman?!! Tidak, tidak. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi."


"Baguslah."


Drake mengangguk paham. Kemudian ia berdiri di depan cermin dan mengamati dirinya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG...


__ADS_2