HUG ME : Love And Friendship

HUG ME : Love And Friendship
COKLAT PANAS


__ADS_3

BAB 32


Pukul 18.38


Terra langsung bangun dari duduknya ketika mendengar suara mobil Drake memasuki halaman rumahnya. Sejak siang setelah Luna berangkat bekerja, ia tidak bisa tenang memikirkan perasaan Drake.


Sampai ia pergi ke kampus dan pulang kembali ke rumah, ia masih kepikiran tentang ucapan Luna yang terlalu kasar tadi.


"Akhirnya dia pulang juga," gumamnya.


Gadis itu berlari turun dari kamarnya. Saking pecicilannya, ia sampai jatuh tersandung dari atas tangga. Untung saja tangga di rumahnya itu tidak terlalu tinggi.


GEDEBUK!


"Aduuuuhhh.... sakitnyaa,,,," rintih Terra begitu kakinya keseleo.


Namun, meski sudah jatuh begitu, ia tetap bersemangat pergi ke dapur untuk membuat minuman coklat panas. Kemudian dimasukkannya ke dalam termos kecil untuk selanjutnya ia bawa ke rumah Drake.


GYUUTT


"Joy..." panggil Terra begitu memasuki rumah Drake.


"Eh, bibi Terra?"


"Kalian baru pulang, ya? Di mana paman Drake?" sambil melangkah perlahan Terra celingak-celinguk mencari Drake.


"Paman ada di kamar mandi," Joy memperhatikan cara berjalan Terra. "Eh, itu,, Kaki bibi kenapa?"


"Tidak apa-apa. Hanya keram biasa," jawab Terra bohong.


"Oohhh..."


Terra masuk ke dalam menuju ruang belakang rumah Drake dan mendengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi.


Benar.


Drake sedang pergi mandi. Ia memiliki hawa panas yang terkumpul di dalam kepalanya. Pada pagi buta saat ia mendapat pesan dari ibunya soal kencan buta itu, hatinya sudah dibuat kesal. Ditambah dengan ucapan Luna yang menyakiti perasaannya.


Maka, ia berdiri sambil mematung di bawah guyuran air shower. Cukup lama sampai sebuah ketukan di pintu membuatnya bangun dari lamunan.


TOK TOK


"Hallooo... Apa kau di dalam, Drake?"


Tanpa menyahuti panggilan dari luar, Drake menoleh pelan. Ia mematikan keran air dan melangkah mengambil handuknya.


SRET


Ia keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sambil melangkah pelan, ia bertanya pada Terra, "Ada apa?"


"Ehehehe,, kau baru selesai mandi, ya?"


"Hmm. Apa ada sesuatu yang kau perlukan?" tanyanya sambil membuka kulkas.


"Eit,, tunggu! Baru mandi jangan langsung minum dingin," Terra berlari mendekat dan menghalangi Drake membuka kulkas.


"Kenapa?"


"Minum yang panas-panas saja. Kemari, aku membuatkan coklat panas untukmu," Terra meraih lengan Drake dan menggiringnya mendekati meja makan tempat ia meletakkan termosnya.


Saat ia berdiri sedekat itu dengan Drake, Terra dapat mencium aroma segar dari tubuh pria itu. Harumnya shampo dan sabun mandi membuat Terra tidak bisa menghentikan matanya untuk melirik ke arah Drake.


"Oh ya Tuhan. Mengapa dia bisa begitu tampan,,," ucapnya dalam hati sambil mengendus harum tubuh Drake.


Wajah tampan dengan rambut yang basah acak-acakan itu semakin membuat deg-degan jantung Terra.


KRUCUK KRUCUK


Terra menuangkan coklat panas dari termos ke sebuah cangkir. Kemudian ia memberikannya pada Drake.


"Ini minumlah."



"Terima kasih."


Setelah Drake menerima cangkir dari tangannya, Terra juga menuangkan untuk Joy.


"Kau mewarnai kukumu?" tanya Drake saat sekilas melihat kuku Terra berwarna merah bata.


DEG


Terra tidak percaya, Drake begitu perhatian dengan penampilannya yang berbeda.


"Iya. Apa menurutmu bagus?"


"Hmm. Bagus."


SLUURRPP

__ADS_1


Terra tersenyum memperhatikan saat Drake menyeruput coklat buatannya. Kelihatannya Drake begitu menikmatinya.


"Apakah coklat buatanku enak?" tanya Terra pada Drake.


"Hmm," angguk Drake.


Drake menyeruput minumannya lagi, "Apa kau mau pergi berkencan dengan seseorang, besok? Tumben sekali aku melihatmu mewarnai kuku."


"Aahh,, hehe. Nggak kok. Lagi pengen aja," Terra meringis malu-malu.


"Oohh.."


Karena dua orang dewasa itu mengobrol sendiri, Joy menarik-narik ujung baju Terra untuk bertanya.


"Ini rasa coklat ya, bi?"


"Iya. Bagaimana rasanya, apakah lezat?"


"Lezat. Tapi aku rasa ini sedikit kemanisan," Joy bicara sangat jujur.


"Benarkah?"


Dengan cepat, Terra meraih cangkir milik Drake dan menyeruput minuman coklat buatannya. Memang benar! Rasanya sedikit kemanisan!


Sambil mengecap rasa manis yang tertinggal di lidahnya, ia mengembalikan cangkir itu pada Drake.


SRET


"Iya sih, agak kemanisan sedikit,,hehe. Cuma sedikit tapi,,"


Drake tertegun saat menerima cangkirnya kembali. Sambil memperhatikan bekas bibir Terra di sana, ia melirik ke arah gadis itu sesekali dengan mulut yang sedikit ternganga.


"Kenapa?"


"Barusan, kau minum punyaku,," kata Drake masih melongo.


"Iya, terus apa masalahnya?"


GLEK


"UHUK! UHUK!" Drake sengaja batuk-batuk.


"Kenapa sih?"


"Tidak ada apa-apa.." Drake membuang muka dan menertawakan kenakalan Terra.


Siapa sangka Terra mengikutinya dan berdiri dengan pede di belakangnya.


"Heiiss! Ngapain kau di sini?" Drake kaget setengah mati begitu menoleh ke belakang.


"Hmm, bagaimana kerajaanmu tadi pagi?"


"Kerjaan?"


"Yah, katamu tadi pagi, kau ada keperluan di luar?"


"Aah, itu. Baik," jawabnya sambil meletakkan handuk di atas kasur.


"Oohh.."


Melihat Terra tidak juga pergi, Drake melotot, "Apa masih ada yang ingin kau tanyakan?"


"Em, apa akhirnya kau membawa Joy dalam pekerjaanmu?"


"itu,,, sebenarnya,,," Drake enggan mengatakannya.


"Maaf ya, soal tadi pagi. Kak Luna pasti tidak bermaksud mengatakan itu padamu."


Drake tersenyum. Kemudian ia melangkah ke depan dan menggiring Terra keluar dari kamarnya.


"Tidak apa-apa. Aku juga sudah melupakannya. Sekarang kau cepat keluar, aku mau ganti baju dulu."


•••••


Pukul 22.22


"Hoaaaheemmm.." suara Joy.


"Kau sudah mengantuk?"


"Iya."


"Kalau begitu tidurlah sekarang."


Joy mengangguk dan berpamitan untuk pergi tidur, "Kalau begitu aku pergi tidur dulu ya, paman, bibi."


"Hmm, semoga mimpi indah," sahut Terra.


Setelah Joy pergi ke kamar, Terra melirik ke arah Drake yang sedang menjahit pakaiannya yang sobek dengan tangan.

__ADS_1


"Aku baru sekali ini melihatmu menjahit pakaian dengan tangan. Apa kau benar-benar bisa melakukannya?"


"Hmm. Aku selalu melakukannya sendiri jika ada pakaian yang robek."


"Ya Tuhan,, aku tidak menyangka, orang ini benar-benar mengagumkan. Bahkan sekarang rumahnya tampak rapi tanpa bantuan Luna. Apa ini sifat aslinya?"


Terra terus membatin.


"Em, ngomong-ngomong, sepertinya rambutmu sudah panjang. Apa kau butuh bantuan seseorang untuk mencukurnya?"


Drake menoleh, "Tidak perlu."


"Heh? Kenapa tidak?"


"Aku sedang tidak ingin mencukurnya."


"Gitu, ya? Tapi sebenarnya, itu juga keren loh. Aku malahan lebih suka rambutmu yang panjang."


Drake melirik Terra sekilas. Lalu melanjutkan menjahitnya.


"Sudah malam. Apa kau tidak ingin pulang?"


"Hmm,, sepertinya aku mau menginap di sini saja," ucap Terra santai sambil menggeliat bersiap tidur di sofa.


"Apa?" Drake terkejut dan langsung meletakkan pakaian yang sedang dijahitnya.


"Aku mau menginap. Apa perlu kuulangi lagi?"


"Tidak bisa, tidak bisa. Sana pulang. Aku tidak mau Luna datang memarahiku," Drake menarik tangan Terra dan menyeretnya ke ruang tamu.


"Eh eh eh,, kenapa sih?"


Drake diam sebentar, lalu, "Pulanglah sekarang."


"Tidak mau."


"PU-LANG."


Karena Drake meminta dengan serius, Terra tidak bisa memperpanjang guyonannya.


"Iya iya. Baiklah aku pulang," jawab Terra sambil meraih pegangan pintu. "Oh ya, besok ajak Joy lari pagi. Dengar-dengar akan ada bazar amal di taman dekat sini. Joy pasti senang."


"Kau saja yang ajak dia. Aku sedang malas melakukan apapun," jawab Drake sambil melangkah pergi.


"Cih, dasar pemalas.."


"Apa katamu?" Drake berbalik sambil mendelik.


"Eh, nggak, nggak jadi,," Terra berlari keluar dari rumah Drake.


••••••


Malam itu, Drake tiduran di atas sofa sambil menerbangkan dan memutar-mutar remot TV di atas kepalanya.


"Apa besok kau akan pergi?" tanya F5.


"Sebenarnya itu ide yang bagus. Joy pasti senang jika pergi ke tempat seru seperti itu. Ada banyak barang jualan yang pastinya bagus dan menarik. Tapi sayangnya, aku khawatir jika dia muncul di tempat umum, orang yang bernama Sam itu akan menemukannya."


"Heh? Benar juga. Aku tidak terpikir sampai ke sana."


"Hmm..."


KLIP


Drake menoleh cepat ke arah kiri. Ia tiba-tiba saja merasakan energi kuat yang seakan sedang memperhatikannya.


"Ada apa?" tanya F5.


"Psstt.." Drake menyuruh F5 diam.


Sambil memperhatikan tempat munculnya energi kuat yang ada di dekatnya itu, Drake bangkit perlahan.


"Apa ada sesuatu yang kau rasakan?"


Drake tidak menjawab. Ia menjadi waspada terhadap segala kemungkinan.


Di tempat lain, seseorang bertanya-tanya. Sebenarnya, dengan siapakah Drake bicara. Dan secara tidak sengaja pula ia melihat bahwa Drake membuat remot TV melayang di atas kepalanya.


"Apa itu tadi? Aku tidak salah lihat, bukan? Dia menerbangkan remot TV hanya dengan gerakan jarinya. Bagaimana caranya? Apa dia menggunakan trik sulap?"


Baik Drake maupun gadis pengintai sama-sama kebingungan. Mereka terpaku pada pikiran mereka masing-masing.


BERSAMBUNG.....


...----------------...


Jadi, apakah ada yang tahu kira-kira siapakah gadis pengintai itu? Dan, pernahkah mereka bertemu di dunia ini?


Baca terus ya,, jangan lupa Likenya,, 👍🏻😀

__ADS_1


__ADS_2