
BAB 22
Pukul 19. 32
(Mon maaf ya, upnya nunggu gambar jadi.. Maklum, sebagian gmbar othor gmbar sndiri ðŸ¤)
...----------------...
"Tidaaaaak!"
Gadis yang selalu mengintai Drake itu bangun dari tidurnya. Nafasnya terengah-engah karena baru saja mendapat penglihatan mengerikan!
Kali ini, ia melihat akan ada sebuah kecelakaan disengaja di jalan menuju kota sebelah. Samar-samar ia melihat dua korban di dalam sebuah mobil. Seorang dewasa dan seorang lagi anak kecil.
DEG DEG DEG
"Hiks,, lagi-lagi aku melihat masa depan seseorang yang mengerikan seperti itu," gadis itu menangis lirih.
"Tapi. Kenapa tiba-tiba jantungku berdebar begitu cepat? Siapa yang ada dalam penglihatanku kali ini? Aku bisa melihat wajah anak kecil itu, tapi mengapa aku tidak bisa melihat jelas wajah pria itu?"
Gadis itu melirik jam dinding, "Ah? Dua jam dari sekarang. Kalau begitu, aku bisa mencari posisi mereka dan memperingati keduanya."
Tanpa berpikir panjang, gadis bermata coklat itu berlari keluar dan bergegas menuju lokasi kecelakaan yang akan terjadi dalam dua jam yang akan datang.
••••••
SYUUTTT
Waktu berhenti pada saat yang tepat ketika mobil yang ditumpangi anak kecil itu menabrak pembatas jalan dan mengalami benturan yang hebat.
Meski begitu, posisi moncong mobil yang menukik ke bawah itu membuat Drake kesulitan mendekati anak kecil yang ada di dalam mobil jika ia tidak menggunakan kemampuan ajaibnya.
SET
Diulurkannya tangannya untuk mengangkat mobil dari posisi yang memprihatinkan tersebut. Salah sedikit saja, mobil itu akan meluncur ke bawah dan jatuh ke jalan raya yang ada di bawah.
Meski tangannya tidak menyentuh mobil itu secara langsung dan hanya di awang-awang, rupanya ia bisa merasakan bagaimana beratnya mengangkat sebuah mobil.
Dibanding mengangkat sumpit atau kursi di rumahnya, mobil itu terasa lebih memberinya tekanan.
"Apa kau bisa melakukannya?"
"Ya. Tapi ini sedikit membuatku mengeluarkan tenaga."
"Hmm. Benar, semakin besar benda yang kau angkat, semakin besar pula beban berat yang kau rasakan."
"Aku mengerti."
KRUSUK
Ketika mobil itu berhasil diangkat mundur, Drake langsung menghampirinya. Ia memeriksa, selain anak kecil yang ia lihat itu, siapa lagi yang ada di dalam mobil.
"Apa ini? Tidak ada siapapun di dalam selain anak ini!" kata Drake.
"Astaga. Di mana orang dewasa yang menemaninya? Apa ini unsur kesengajaan?" pikir F5.
"A apa yang harus kita lakukan?"
Drake terbengong beberapa saat. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Mengapa anak kecil ini ada di dalam mobil yang melaju kencang sendirian. Apa orang tuanya tahu kalau anak ini ada di dalam?
"Apa kita bawa dia ke kantor polisi saja?"
"Kita tanya dia terlebih dahulu. Apa yang sebenarnya terjadi."
Drake mengembalikan waktu. Begitu waktu berjalan kembali, anak kecil itu terkejut dan sedikit ketakutan saat melihat Drake ada di hadapannya.
"Kau tidak apa-apa, nak? Siapa namamu?" Drake mencoba duduk di jok sebelah anak laki-laki itu.
Anak itu hanya diam dan berusaha menghindar.
"Ah, apa kau takut padaku? Jangan khawatir, aku tidak akan berbuat jahat padamu."
Anak laki-laki itu memperhatikan Drake dengan seksama. Kemudian perlahan ia membuka mulut untuk bicara.
"A aku Joy."
"Joy?"
Anak itu mengangguk.
"Di mana ayah dan ibumu? Kenapa paman tidak melihat siapapun di sini bersamamu?"
__ADS_1
"Ayah... ibu..."
Drake mengamati anak itu dengan serius dan menunggunya mengatakan sesuatu.
"Mereka memukul kepala ayah dan ibu dengan keras."
"Hahaha, terimalah kematianmu Brandon. Tenang saja, aku akan menggantikan posisimu dan memimpin perusahaan dengan baik. Semua aset warisanmu, akan menjadi milikku."
"Tidak! Jangan sakiti putraku!"
"Buat seolah dia mengalami kecelakaan murni. Dengan kematian ahli waris kecil itu, semua orang tidak akan bisa menggangguku."
Drake terkejut mendengar penuturan Joy yang merubah suaranya ketika mengucapkan ulang perkataan orang lain.
"Apa kau mendengar semua itu?" tanya Drake melotot.
Joy mengangguk.
"F5, sepertinya anak ini dalam bahaya," Drake berkomunikasi pada F5 dalam hati.
"Ya. Aku juga berpikir begitu."
Pada saat yang tidak terduga, sebuah truk bak mengarah cepat ke arah mobil tempat Drake berada.
DHUAAAK!
DHAARRRR!
Suara benturan mobil dan truk terdengar sangat kencang di malam yang sunyi. Karena mobil yang ditabraknya itu terdorong ke sisi jembatan, truk tersebut langsung melarikan diri dari lokasi.
Asap pekat mengepul dari dalam mesin mobil yang tiba-tiba konslet. Seketika itu juga, terjadi letupan kecil dan menimbulkan nyala api pada sebagian body mobil yang tampak rusak parah.
Aduh! Bagaimana ini?? Drake dan anak laki-laki yang sempat diselamatkannya masih berada di dalam!
Situasi tampak mencekam. Drake yang ada di dalam mobil dan tengah memeluk anak laki-laki itu tampak tidak sadarkan diri karena mengalami luka parah di punggung dan kakinya.
Pemandangan itu cukup mengerikan jika digambarkan secara detile. Sebab, kaki Drake bengkok dan patah. Lalu selain luka berdarah pada kaki dan kepalanya, punggung Drake juga menganga lebar akibat sebuah lempengan besi dari body mobil yang menancap di sana.
KRYKRYYKK!
KRYYRYRKKRYY!
Omaigot! Apa itu?
Mungkinkah itu wujud asli dari F5?
Rumbai-rumbai itu menghisap kembali setiap darah yang keluar. Dan dengan perlahan, mereka pun masuk kembali ke dalam tubuh Drake. Kemudian menutup jaringan parut dan luka yang ada.
SRET
Kaki Drake yang patah dan berdarah itu sedikit demi sedikit pulih dan bergerak kembali ke posisi lurus seperti semula. Begitu pula luka pada punggungnya. Rumbai-rumbai itu mendorong keluar lempengan besi yang menancap dalam ke punggung Drake.
"Ouugghh..." perlahan, Drake membuka matanya.
Ketika semua luka di tubuhnya sembuh dengan semestinya, ia bangkit dan berusaha keluar dari mobil yang remuk dan mulai terbakar itu dengan terburu-buru.
Tepat saat mereka keluar, mobil itu meledak dan terbakar hebat.
BOOMMMM!!
Drake yang tengah berjalan menjauh sambil menggendong Joy itu terdorong dan terpental oleh gaya ledakan yang dahsyat.
KRUSUK
Drake jatuh tersungkur ke aspal dengan posisi menindih Joy. Tetapi ia segera bangkit kembali dan memeriksa keadaan Joy. Melihat Joy tidak sadarkan diri, Drake memeriksa nafasnya untuk beberapa saat.
"Syukurlah, dia masih hidup," ucap Drake seraya menghela nafas.
Dibukanya telapak tangan kanannya untuk melihat F5.
"Apa aku baru saja mengalami kecelakaan parah?" tanya Drake sambil melihat situasi yang ada.
"Ya. Beberapa menit yang lalu, Kau terluka parah dan terhimpit lempengan besi."
"Benarkah? Jika dilihat dari rusak parahnya mobil dan ledakan itu, seharusnya aku tewas saat itu juga, bukan?"
"Benar."
"L lalu, apa itu karenamu aku masih hidup sekarang?"
__ADS_1
"Hmm,, aku menyelamatkanmu."
GLEK
Drake tidak menyangka, keberadaan F5 di dalam tubuhnya ternyata mampu menyelamatkannya dari kematian tragis.
Karena mengalami syok, kaki Drake menjadi lemas. Ia mundur ke belakang dan hampir jatuh bersama anak laki-laki yang digendongnya. Namun tiba-tiba saja muncul rumbai-rumbai dari punggungnya dan menahan tubuh Drake agar tidak jatuh.
Sambil duduk perlahan, Drake menoleh ke belakang.
"Apa itu... wujud aslimu??" tanyanya melongo.
"Ya. Seperti inilah wujudku. Aku bakteri F5 1833 yang hidup dalam tubuh inangnya. Apa kau takut?"
Drake tidak dapat berkata-kata saking terkejutnya. Matanya mendelik dan tidak berkedip selama beberapa menit. Bibirnya bergerak-gerak namun tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Hingga akhirnya, setelah ia menarik nafas panjang,
"Kau bagian dari diriku, bukan? Aku rasa, aku harus menyesuaikan diri denganmu."
"Hmmm. Kita adalah satu."
HOSH
HOSH
HOSH
Seorang gadis berlari dan melempar sepedanya begitu melihat Drake ada di dekat sebuah mobil yang terbakar karena sebuah kecelakaan.
"Kak Drake!"
Orang yang dipanggil pun mendongak dan menoleh ke asal suara.
"Lulu??"
Drake heran. Kenapa Lulu bisa ada di sana pada malam hari seperti saat ini.
"Sedang apa kau di sini?"
"Eh? A aku? Aku baru saja bertemu dengan seorang teman dan tidak sengaja lewat sini. Apa yang terjadi? Apa kakak mengalami kecelakaan?" tanya Lulu cemas.
"Em, iya sih. Tapi seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Hanya, anak ini sepertinya pingsan."
"Kalau begitu, bawa saja dia ke rumah sakit," kata Lulu.
Drake mengamati Joy. Anak itu tidak mengalami luka sedikitpun.
"Aku rasa, dia tidak terluka. Mungkin aku akan membawanya pulang dan merawatnya di rumah."
"Begitu, ya?"
"Hmm.."
"K kalau begitu, naik sepedaku saja. Jika menunggu taksi atau pergi dengan bus, itu membutuhkan waktu lama."
"Kau yakin?"
"Iya,,,,"
"Kalau begitu, kau gendong dia. Biar aku yang membawa sepedanya," Drake melimpahkan Joy pada Lulu.
HUP!
Lulu menerima Joy dan duduk di boncengan.
"Sudah siap?"
"Sudah."
Begitu Lulu siap, Drake langsung mengayuh sepeda itu dengan kuat. Mereka bergegas pulang ke rumah untuk memberi pertolongan lanjutan pada Joy.
.
.
.
BERSAMBUNG.....
...----------------...
Aduuhh,, semakin seru kan ceritanya?
__ADS_1
Yuk lanjut baca dan jangan lupa tinggalkan like kalau sudah baca 🤗😃