Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
11. Gaji Pertama


__ADS_3

Sudah tepat 1 bulan Naura bekerja, didalam kantor dia sudah membuat kesepakatan bersama dengan managernya pak Yuno untuk tidak saling memberitahu jika mereka adalah teman, Naura ingin bekerja secara profesional tidak memandang, siapa Naura dan siapa Yuno.


Naura dan Yuno pernah sesekali jalan bersama ketika sudah pulang kerja, hanya sekedar makan malam saja sebagai teman dan tidak lebih.


Hari ini Naura menanti gaji pertamanya cair, gajinya akan diberikan langsung oleh hrdnya pak Trisna.


"Naura ini Gaji pertama mu!" ucap pak Trisna menyerahkan sebuah amplop putih diatasnya bertulis nama Naura Aurelia Azura.


"Terima kasih pak" Naura menerima dengan hati yang bahagia.


Naura sudah membayangkan akan untuk apa gaji pertamanya.


Kemudian Naura pun berjalan keluar dari ruangan hrd.


Saat ini yang Naura pikirkan Evano dan mamanya.


Naura sangat bersyukur, dia dapat kembali menerima gaji dari sekian lama dia tidak bekerja. Dia juga sangat bersyukur menerima apa yang jadi jerit payah dia bekerja.


Naura pun segera pulang kerumah, untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarganya. Sebelum dia sampai kerumah, dia singgah disebuah toko mainan.


"Ini dia yang Evano inginkan" batin Naura bahagia karena sudah dapat membelikan apa yang anaknya inginkan.


Setelah membeli apa yang anaknya inginkan, Naura pun dengan cepat melajukan motornya menuju rumah.


"Mama, aku pulang! Evano, mama pulang sayang" teriak Naura riang.


"Mama" teriak Evano ruang seperti sudah lama tidak berjumpa dengan Naura.


"Ini buat kamu!" Ucap Naura menyerahkan hadiahnya kepada Evano, sebuah kantong plastik biru berisikan kotak.


Evano terdiam binggung dengan apa yang mamanya bawakan.


"Buka nak" seru mama Ayu.


"Iya nek"


"Waahhhhhh, mainan yang Evano mau ma!"


"Terima kasih ma!" Evano langsung memeluk erat Naura, Evano sangat bahagia mendapatkan apa yang dia mau.


"Nek lihat ini" Evano mengeluarkan kotak itu dari dalam kantong, kotak berwarna merah bergambar mobil balap diluarnya.


"Ini ada remote ya" seru mama Ayu.


"Iya nek, mobil yang Evano mau dari dulu, hanya Evano tau mama tidak ada uang lebih buat ini, jadi Evano enggak berani memintanya" ucap Evano lembut.

__ADS_1


"Anak baik" jawab neneknya.


Naura hanya terharu melihat kebahagiaan Evano, dia sungguh merasa bersalah, dari dulu tidak mampu membelikan mainan itu.


"Sayang mama, masuk ke kamar ya mama mau ngomong sama nenek!" Ucap Naura berjongkok menyamakan tingginya dengan Evano.


"Baik mama sayang" ucap Evano manis.


Evano pun berjalan, tetapi tidak berapa langkah dia memutar kembali badannya melangkah ke Naura, mama Ayu pun binggung melihatnya.


"Mama, sini jongkok!" Perintah Evano.


"Kenapa sayang?" Tanya Naura yang binggung dengan anaknya yang semakin mendekat ke dia, sebelumnya mainannya pun di letakkan terlebih dahulu.


"Mama, i love you" bisik Evano ditelingga Naura.


Membuat Naura merasa sangat bahagia, terasa hari ini kebahagiannya berlimpah.


Evano juga mendekati neneknya dan berkata.


"I love you, nek" bisik Evano.


"I love you too" ucap sang nenek yang merasakan bahagia karena telah diberikan cucu yang begitu pintar.


"I love you too son" ucap Naura kepada anaknya. Kemudian memeluk erat anaknya.


"Iya, main dikamar ya!" Jawab Naura.


Setelah Evano sudah masuk kekamar, mama Ayu dan Naura duduk kembali di kursi depan tv.


"Ada apa nak?" Tanya mama Ayu.


"Ma ini gaji ku setengah buat mama, ini gaji pertama ku! Ucap Naura mengeluarkan amplop yang tadi sore diberikan oleh pak Trisna kepadanya.


"Setengahnya di aku, untuk biaya Evano sekolah dan bensin motor ku!"


"Banyak sekali ini nak!" Mama Ayu yang terkejut melihat uang yang diberikan oleh anaknya


"Bagaimana kalau kamu bawa saja, mama tidak perlu sebanyak ini!" Mama Ayu menyerahkan kembali amplop yang berisi uang itu pada Naura.


"Enggak ma, itu buat mama! Mama juga yang membiayai makan dirumah"


"Ini tidak seberapa dengan apa yang mama berikan kepada ku selama ini!"


"Dari aku dalam kandungan mama, aku tidak bisa membalas itu semua ma, ini hanya hal kecil yang aku bisa lakukan untuk mama, aku hanya ingin mama dapat bahagia"

__ADS_1


"Aku cukup dengan uang segini" ungkap Naura.


Mama Ayu menerimanya dengan perasaan haru.


Bagi Naura tidak ada di dunia ini yang lebih indah selain melihat tawa dan kebahagiaan mamanya.


"Mama doakan pekerjaan mu akan semakin lancar ya nak!"


"Terima kasih ma, ini semua berkat doa mama, kalau tanpa mama, Naura bukan apa-apa lagi ma didunia ini!" ucap Naura terharu, dia terasa ingin menangis, hanya saja dia tahan.


Naura tau jika mamanya sudah menjadi wanita yang kuat, semenjak papanya meninggal, berjuang membesarkan Naura, dan ditambah lagi dengan waktu Naura mengalami keterpurukan akibat perceraiannya.


*****


Didalam kamar Naura.


Naura sedang membagi uang itu untuk pengeluaran bulan depan, dia harus membayar spp bulanan sekolah Evano yang tergolong lumayan bagi Naura.


Tetapi mahalnya biaya pendidikan bagi Naura tidak masalah, asalkan kelak Evano akan menjadi anak yang sukses, berjaya diluar sana, mereka yang diluar tentu tidak akan memandang Evano jelek, tidak dapat direndahkan.


Naura juga ingin kelak jika keluarga mantan suaminya mengetahui tentang Evano, mereka akan lihat betapa hebatnya Naura membesarkan anaknya dengan tangan dia sendiri tanpa bantuan dari mereka.


Bagi Naura hingga suatu saat nanti Evano tidak di akui pun dia tidak akan bermasalah.


Naura ingin mengbungkam orang-orang yang dulu pernah mencibirnya. Membuat mereka terkejut dengan keberhasilan Naura.


"Segini cukup lah buat satu bulan ini" Naura memandang beberapa lembar uang yang berwarna merah pink.


"Dan ini sisa 2 lembar untuk tabung saja" Naura berucap pada dirinya sendiri.


Kemudian memasukkan 2 lembar uang tersebut kesebuah celengan. Hanya dalam keadaan darurat saja uang ini bisa dipakai, begitu lah yang Naura pikirkan.


Setelah selesai dengan pembagian uangnya ini, Naura pun ke kamar Evano, melihat apakah Evano telah tertidur.


Naura membuka pelan kamar Evano, bermaksud untuk tidak berisik jika Evano memang sudah tertidur.


"Tidur yang nyenyak ya" ucap Naura pelan sekali ditelingga Evano, kemudian Naura mengecup kening Evano.


Evano sudah tertidur dalam kondisi memeluk mainan barunya, mobil berwarna merah dengan remote yang berada disamping badannya.


"Maaf nak, mama terlambat membelikan mu mainan seperti ini" ucap Naura pelan.


Tetapi saat ini Naura juga lebih merasa percaya diri, dia lebih bisa bangga pada dirinya sendiri karena sudah bisa memberikan apa yang anaknya mau.


Evano bukan lah tipe anak yang akan meminta apa pun dengan memaksa orang tuanya, dia akan menunggu hingga suatu saat mamanya dapat membelikannya, apa lagi dengan dilihatnya harga sebuah mainan itu, dia tidak akan berani meminta karena dia tau mamanya hanya mempunyai uang pas-pasan untuk biaya hidup mereka hari-hari.

__ADS_1


Naura sangat tidak ingin berhutang uang kepada siapa pun, berat baginya menanggung beban yang begitu.


__ADS_2